BANGKAPOS.COM -- Pilu nasib dirasakan sang ayah di Bandung, Jawa Barat ketika menemukan anaknya yang tidak berkabar selama tiga tahun dalam kondisi mengenaskan.
Anaknya, YTR (29) ditemukan sudah buta, lumpuh dan bibir bagian atas hilang.
YTR (29), seorang wanita asal Bandung, Jawa Barat.
Saat ditemukan kondisinya sangat miris, bibir bagian atas sudah tidak ada, kaki mengalami bacokan, tubuh penuh luka sayatan hingga kepala penuh nanah.
YTR diduga menjadi korban penyekapan yang dilakukan oleh kekasihnya sendiri, TH (30).
Baca juga: Dikabari Kecelakaan, Wanita Asal Bandung Malah Buta Permanen dan Bibir Hilang, Disekap Pacar 3 Tahun
Penyekapan tidak berlangsung sehari, namun selama 3 tahun di sebuah indekos di Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung.
Selama disekap, YTR mengalami penganiayaan dari sang kekasih hingga mengalami kebutaan permanen.
Kondisi yang sangat memprihatinkan tersebut membuat YTR harus menjalani operasi kepala untuk membersihkan luka infeksi.
Kini kondisinya dilaporkan mulai sedikit membaik setelah menjalani tindakan medis.
Kronologi Wanita Disekap 3 Tahun
Terungkap kronologi wanita di Bandung disekap selama 3 tahun oleh kekasihnya yang dikenalnya di sebuah konser.
Adapun seorang wanita di Bandung berinisial YTR (29) disekap oleh pacarnya dan saat ditemukan sudah buta, lumpuh bahkan susah bicara.
Dikutip dari Serambinews.com, adik korban, yakni Syahrul Ulum mengungkap bahwa kakaknya meninggalkan rumah pada 2023 lalu.
Saat itu, Syahrul mengetahui sang kakak kerap berkomunikasi dengan seorang pria.
Menurutnya, pria itu dikenal YTR saat menonton konser di daerah Tritan Point, Bandung. Hubungan mereka pun berlanjut dan kerap berkomunikasi.
Namun, setelah itu, korban menghilang secara misterius hingga 3 tahun lamanya.
Selama itu pula, korban tidak pernah pulang ke rumah.
"Iya, langsung semenjak saat itu langsung lost contact aja sama Teteh. Biasanya seminggu sekali itu pulang ke sini. Komunikasi telepon ada tapi jarang.
Baca juga: Jejak Kelam Julita, ASN Nekat Tarif Rp60 Juta Kursi Kepala Puskesmas, Catut Nama Bupati Kini Dicopot
Berikut itu juga susah. Kalau dihubungin itu teh bilangnya kasar, kayak bukan kakak sendiri gitu bilangnya," jelasnya.
Hal ini membuat keluarga kalang kabut. Bahkan, keluarga YTR sempat menyebar informasi orang hilang, namun hasilnya nihil.
Tak hanya itu, pelaku juga sempat menyampaikan informasi bahwa korban bekerja di Jakarta. Namun, belakangan diketahui hal itu tidak benar sama sekali.
Hingga titik terang akhirnya muncul ketika YTR berhasil ditemukan dan dievakuasi dari lokasi penyekapan dalam kondisi yang sangat memprihatinkan.
Proses penyelamatan korban bermula dari kecurigaan pemilik indekos yang kemudian langsung melarikannya ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan darurat.
Keluarga pun menemui YTR dalam kondisinya yang mengalami luka berat di beberapa bagian tubuh.
Luka Serius di Tubuh Korban
Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol Hendra Rochmawan menyebut bahwa terdapat beberapa luka serius di tubuh YTR.
"Setelah itu pelapor mendatangi RSHS dan diketahui bahwa korban dalam keadaan luka berat di bagian kepala, wajah, kaki dan luka ringan di bagian tangan," jelasnya.
Tak hanya itu, korban juga mengalami gangguan penglihatan, tidak bisa berjalan, kesulitan berbicara, luka berat di wajah dan kepala, hingga bibir sumbing.
Selain luka pada tubuh, YTR juga kehilangan beberapa benda berharga selama disekap pacar di Bandung.
Bahkan, kerugiannya ditaksir mencapai Rp52 juta.
Baca juga: Bukti Chat Sony Sonjaya Bongkar Tabel 41 Nama Politisi Minta Dapur SPPG ke Dirinya: Pak Punya Ini Ya
Saat ini, YTR masih harus menjalani perawatan medis secara intensif guna memulihkan kondisi fisik dan psikisnya yang mengenaskan akibat trauma panjang tersebut.
Momen pertemuan kembali antara korban dan keluarganya di bangsal rumah sakit pun berlangsung penuh haru sekaligus menyisakan luka mendalam.
Namun, di tengah fokus pemulihan korban, pelaku penyekapan yang tidak lain adalah pacar korban justru memilih kabur dan bersembunyi untuk menghindari tanggung jawab hukum.
Tindakan pengecut pelaku yang melarikan diri ini memicu gelombang desakan dari publik agar aparat kepolisian segera bertindak tegas.
Kini, kepolisian setempat tengah bergerak cepat melakukan pengejaran terhadap pelaku guna mengungkap motif utuh di balik aksi keji yang merampas kebebasan korban selama bertahun-tahun.
Kasus dugaan penganiayaan yang menimpa perempuan berinisial YTT (29) asal Kabupaten Bandung hingga mengalami luka berat kini tengah ditangani Polda Jabar. Perempuan itu diduga diculik dan disekap rekan prianya selama tiga tahun.
Kasus ini telah terdaftar di laporan nomor LP/B/1145/VI/2026/SPKT/POLDA JAWA BARAT yang dibuat kakak korban pada Jumat (12/6/2026).
Korban dan Pelaku Awal Kenalan
Adik korban, Syahrul Ulum (26), mengatakan, YTR mulai mengenal TH pada 2023.
Saat itu, korban bertemu dengan TH dalam sebuah acara konser di kawasan Kota Bandung.
Setelah perkenalan tersebut, keduanya disebut menjalin hubungan asmara.
TH juga pernah dibawa korban ke rumah keluarga di Rancaekek.
"Orang itu (TH) pernah dibawa ke sini (ke rumah di Rancaekek). Waktu itu, posisinya ada saya dan mamah," kata dia kepada Tribun Jabar, Selasa (16/6/2026).
"Kayak biasa aja tidak ada hal yang aneh. Ngobrol seperti biasa saja," ujarnya lagi.
Namun, pertemuan itu menjadi momen terakhir keluarga melihat YTR pulang ke rumah.
Sejak saat itu, korban tidak pernah lagi pulang ke rumah keluarganya di Rancaekek.
Padahal, menurut Syahrul, YTR biasanya pulang ke rumah sekitar satu kali dalam sepekan.
Sebelum mengenal TH, YTR diketahui bekerja di kawasan Pasteur, Kota Bandung.
Baca juga: Jerman Vs Pantai Gading Laga Krusial Grup E: Pemain, H2H, Prediksi Skor dan Jadwalnya di Piala Dunia
Namun, setelah menjalin hubungan dengan TH, komunikasi korban dengan keluarga mulai berubah.
Syahrul mengatakan, YTR sulit dihubungi dan cara bicaranya terasa berbeda dari biasanya.
"Semenjak saat itu langsung lost contact aja sama Teteh. Sebenarnya komunikasi telepon ada, tapi cuman jarang," kata dia.
"Itu juga susah. Kalau dihubungin susah. Kadang kalau dihubungin itu, bilangnya kasar. Kayak bukan kakak saya sendiri," ucapnya.
Selama tiga tahun, keluarga mengira YTR bekerja di Jakarta.
Informasi itu didapat dari korban yang menyebut sudah keluar dari pekerjaan di Bandung dan pindah bekerja ke Jakarta.
Namun, keluarga mulai curiga karena komunikasi dengan YTR semakin sulit dan terasa janggal.
"Waktu sulit komunikasi itu, keluarga sempat memviral bahwa teteh saya hilang. Waktu itu, sempat diviralkan di Instagram, pencarian orang gitu," kata dia.
"Terus teteh chat, marah-marah minta dihapus. Waktu itu janggal, kok beda, tapi ujungnya dihapus," katanya.
Keluarga kemudian menduga YTR tidak benar-benar bekerja di Jakarta.
Korban diduga disekap dan dipindahkan dari satu kos ke kos lain setiap beberapa bulan.
Syahrul juga menyebut, korban dilarang memegang ponsel oleh terduga pelaku.
Dugaan itu memperkuat kecurigaan keluarga bahwa komunikasi YTR selama tiga tahun terakhir tidak berlangsung secara wajar.
Kasus tersebut mulai terbuka setelah keluarga menerima kabar bahwa YTR berada di IGD RSHS Bandung.
Keluarga Dikabari Kecelakaan
Pada Rabu (10/6/2026), keluarga mendapat kabar bahwa YTR berada di RSHS Bandung.
Kabar awal yang diterima keluarga menyebut korban mengalami kecelakaan.
Syahrul dan keluarga kemudian langsung berangkat ke rumah sakit sekitar waktu Isya.
"Kami langsung berangkat ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS), sekitar waktu Isya. Setelah tiba, kami terkejut. Soalnya banyak luka. Dokter juga curiga, soalnya ada luka yang sudah lama gitu. Terus katanya yang nganter juga pelaku (TH)," ujarnya.
Setelah mengetahui kondisi korban, keluarga melaporkan kasus tersebut ke Polda Jawa Barat pada Jumat (12/6/2026).
Polisi Buru Terduga Pelaku
Polda Jawa Barat kini masih memburu TH, terduga pelaku penyekapan dan penganiayaan terhadap YTR.
Humas Polda Jawa Barat Kombes Hendra Rochmawan mengatakan polisi telah memetakan pergerakan terduga pelaku.
Baca juga: Tunisia Vs Jepang Duel Grup F di Piala Dunia 2026, Head to Head, Prediksi Skor dan Susunan Pemain
Namun, TH disebut kerap berpindah-pindah tempat dan sempat kabur saat hendak digerebek.
"Kami sudah beberapa hari ini mengejar tersangka yang memang dari beberapa hasil pemetaan, dia suka berpindah-pindah dan hampir beberapa waktu lalu bisa kami gerebek tapi pelaku mampu kabur," katanya, Kamis (18/6/2026).
Hendra mengatakan, penyidikan masih terus berjalan.
"Sementara, kami masih proses penyidikan. Mohon doa agar pelaku bisa segera tertangkap," kata Hendra.
Kasus ini telah dilaporkan ke Polda Jawa Barat dan terdaftar dengan nomor LP/B/1145/VI/2026/SPKT/POLDA JAWA BARAT.
Laporan tersebut berkaitan dengan dugaan tindak pidana penganiayaan berat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 466 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.
Keluarga berharap polisi segera menangkap TH agar kasus dugaan penyekapan dan penganiayaan terhadap YTR dapat diproses hukum.
Syahrul menyebut, terduga pelaku diketahui bekerja sebagai petugas eksternal atau debt collector di sebuah perusahaan pembiayaan. Ia khawatir ada korban lain jika TH tidak segera ditangkap.
"Dari pihak keluarga pengennya usut tuntas, sampai dapat lah pelakunya. Takutnya ada korban selanjutnya kalau tidak ditangkap. Kami minta dihukum seberat-beratnya," ucap Syahrul.
Modus TH Sekap YTR
Menurut pemilik kos, kamar disewa oleh seorang pria berinisial TH.
Kepada pemilik kos, TH mengaku tinggal bersama istrinya.
Namun diduga pelaku TH justru menyekap dan menyiksa perempuan tersebut.
"Bahwa ada satu kejahatan yang sangan memprihatinkan, di mana korban yang kita dapat informasi sebagai kekasih seorang laki-laki, telah disekap selama kurang lebih tiga tahun di suatu tempat," kata Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol Hendra Rochmawan.
Baca juga: Daftar 10 Komoditas Dapat Pupuk Subsidi di Babel, Alokasi per Kabupaten/Kota dan HET Resmi
Hendra mengatakan kalau kondisi YSR saat ditemukan sangat mengenaskan.
"Satu-satunya saksi yang mengetahui peristiwa ini adalah yang bersangkutan," kata dia.
Sehingga saat ini tim kedokteran sedang berusaha mempercepat pemulihan korban.
Ia mengatakan kalau kondisi YSR saat ditemukan sudah tidak bisa melihat.
"Sangat mengenaskan, salah satu matanya sudah tidak bisa digunakan. Kata pihak dokter, mata yang satunya lagi kemungkinan kecil bisa digunakan," ucap dia.
Pihaknya hingga saat ini masih mencari keberadaan pelaku yang kerap berpindah-pindah tempat.
"Kami masih mencari informasi keberadaan pelaku. Pelaku saat ini di beberapa titik selalu lepas dari penangkapan," tandasnya.
Adik korban, Sahrul Ulum mengatakan, pihak keluarga awalnya mendapat telepon dari orang tidak dikenal.
"Katanya (YSR) kecelakaan di RS Hasan Sadikin. Ini motor sama HP-nya ada di sini (RS). Itu ngabarinnya ke bapak. Bapak langsung berangkat ke sana," kata Sahrul dikutip dari Tribun Jabar, Jumat (19/6/2026).
Saat pertama kali bertemu YSR, sang ayah kaget karena kondisinya sudah kritis dengan wajah hancur tak bisa dikenali.
"Kedua mata, yang sebelah kanan infeksi, yang kiri mengecil. Mulut bagian ininya (atas) sudah tidak ada. Kaki sebelah kanan bekas bacokan. Itu pengakuan teteh (korban)," katanya.
Setelah menjalani operasi, kata dia, sang kakak sempat sadarkan diri.
"Masih setengah sadar. Alhamdulillah udah operasi kepala, sudah dibersihin, tadinya banyak nanah, kepalanya bengkak. Muka sekarang sudah agak bersih. Diajak komunikasi sebenarnya bisa, cuma kurang jelas," tutur Sahrul.
Menurut pengakuan YSR ke ayahnya, selama tiga tahun ini ia mengalami penganiayaan yang dilakukan oleh pelaku TH.
TH juga selama tiga tahun kerap membawa YSR berpindah-pindah tempat setiap tiga bulan sekali.
"Bilangnya ke bapak, bibir atas katanya dibacok, kepala dipukulin pakai helm, wajah dipukulin pake benda apa sama tangan kosong juga, kaki bekas bacokan."
"Di tangan juga banyak bekas sundutan rokok yang sudah kering. Di kepala banyak bekas sayatan. Nggak cuma sekali dua kali, sudah beberapa kali," urainya.
Kepada keluarga, YSR mengatakan kalau pelaku bekerja Adira di Tritan Poin bagian eksternal, leasing, atau debt collector.
Selama tiga tahun ini, pihak keluarga mengira kalau korban pindah bekerja di Jakarta.
"Korban awalnya kerja di Pasteur, pas diculik ngakunya kerja di Jakarta. Jadi kita selama tiga tahun dikelabui sama si pelaku, jadi teteh selama 3 tahun menghilang gak boleh pegang HP," katanya.
Bahkan menurut dia, sang kakak juga sudah tidak bisa menghubungi keluarga lantaran sudah tidak bisa melihat.
"Mungkin dalam kondisi keadaan kakak juga udah buta, gak bisa ngelihat. Matanya udah gak bisa diselamatkan dua-duanya. Padahal dulu normal," kata dia lagi.
Sahrul juga menuturkan, orang yang menelepon ayahnya mengabarkan kondisi korban ternyata adalah pelaku.
"Kata Aa yang telepon pas ada di RSHS itu si pelaku, yang ngakunya orang yang menyelamatkan. Yupita Sri Rezeki katanya kecelakaan motor, semua HP ada di sini, seolah-olah dia yang nyelametin, padahal dia pelaku," bebernya.
Namun saat didatangi oleh keluarga ke RSHS, korban sudah seorang diri, bahkan pemilik kos juga ikut kabur.
"Kakak saya sendirian di RS, penjaga kos udah kabur. Soalnya dia kaget, sama diancam sama senpi dan golok (oleh pelaku)," ujarnya.
Ia juga mengatakan kalau korban dan pelaku sudah tinggal di kosan tersebut selama empat bulan.
(TribunJabar.id/Serambinews.com/Kompas.com/TribunnewsBogor.com/Bangkapos.com)