BGN Revisi Penerima MBG, Fokus untuk Ibu Hamil, Balita, dan Keluarga Kurang Mampu
Mursal Ismail June 19, 2026 09:35 PM

SERAMBINEWS.COM - Badan Gizi Nasional atau BGN mulai merevisi sasaran penerima program Makan Bergizi Gratis agar lebih tepat sasaran. 

Sebanyak 76 sekolah di Pulau Jawa telah dicoret dari daftar penerima karena dinilai mampu memenuhi kebutuhan gizi siswa secara mandiri.

Kebijakan ini merupakan bagian dari upaya efisiensi dan optimalisasi program pemerintah.

Ke depan, MBG akan diprioritaskan bagi kelompok yang benar-benar membutuhkan intervensi gizi.

Kelompok tersebut meliputi ibu hamil, ibu menyusui, balita, siswa di daerah 3T, dan siswa dari keluarga kurang mampu.

BGN juga mempertimbangkan pengurangan penerima dari kalangan siswa SMA yang berasal dari keluarga mampu.

Baca juga: Pengusaha Protes MBG Dihentikan Saat Libur Sekolah, BGN Tetap Pertahankan Kebijakan

Pendataan dan evaluasi masih terus dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi sosial ekonomi dan kerentanan gizi. Langkah ini diharapkan membuat program MBG lebih efektif, adil, dan tepat sasaran.

“Mereka yang secara mandiri mampu memenuhi kebutuhan gizi mereka, tidak membutuhkan intervensi dari pemerintah,” kata Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari, dikutip dari Kompas.com, Kamis (18/6/2026).

Sari menyampaikan, keputusan untuk mencoret 76 sekolah dari daftar penerima manfaat MBG dilakukan berdasarkan pendataan yang telah disusun pemerintah.

“Sampai dengan hari ini, tanggal hari ini, kami sudah melakukan pendataan dan sudah teridentifikasi 76 sekolah di Pulau Jawa sementara ini,” ujar Sari.

Saat ini, penerima manfaat akan diefisiensi dengan memfokuskan program MBG kepada anak-anak yang memerlukan intervensi pemenuhan gizi.

Meski belum dirinci secara keseluruhan, berikut pihak yang masih bisa mendapatkan MBG:

Baca juga: 4 Poin Kritik Fatimah Azzahra Wakil Ketua BEM UI soal Program MBG yang Viral, Kini Banjir Pujian

1. Ibu hamil

Sari mengatakan ibu hamil masih terus mendapatkan MBG. Fokusnya untuk mencegah stunting sejak masa kandungan.

2. Ibu menyusui

Selain ibu hamil, ibu menyusui masih menjadi prioritas penerima MBG. Program ini diberikan guna menjaga kualitas ASI dan pemenuhan gizi bayi.

3. Balita

Balita menjadi prioritas untuk mendukung tumbuh kembang pada periode emas anak.

4. Siswa dari daerah 3T

Program diprioritaskan bagi pelajar di wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar yang memiliki keterbatasan akses terhadap pangan bergizi.

5. Siswa dari keluarga kurang mampu

MBG difokuskan untuk anak-anak dari keluarga yang mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan pangan sehat sehari-hari.

Sekolah dan Siswa dari Keluarga Mampu Berpotensi Tidak Lagi Menerima MBG

Siswa SMA juga berpotensi tidak lagi menerima MBG.

Ia mengatakan jumlah penerima manfaat akan dipangkas, termasuk anak-anak SMA yang berasal dari keluarga mampu.

“Misalnya lah contoh gampang, untuk SMA ya mungkin tidak perlu diberikan lagi MBG. Apalagi SMA-SMA yang, mungkin yang uang sakunya anak-anaknya sudah Rp100.000, Rp200.000 gitu ya,” kata Sari.

Menurutnya, jika anak-anak dari keluarga mampu dikeluarkan dari daftar penerima MBG, maka jumlah penerima manfaat dapat berkurang sekitar 8 juta orang.

Selain itu, BGN juga sedang menyisir sekolah-sekolah yang secara mandiri mampu memenuhi kebutuhan gizi para siswanya.

“Tapi masih akan terus, jadi akan terus bertambah karena memang kami melihat beberapa indikator, ya. Ada kerentanan gizi, kondisi sosial ekonomi, akses terhadap pemenuhan gizi, dan sebagainya,” jelasnya.

“Sekali lagi, hal ini kami lakukan agar program Makan Bergizi Gratis ini benar-benar secara efektif, ya, efektif itu diberikan kepada memang yang tepat sasaran,” sambung Sari. (*)

Sumber: https://www.kompas.com/tren/read/2026/06/19/183000565/direvisi-ini-daftar-5-penerima-mbg-menurut-keputusan-terbaru-bgn

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.