PUPL, IDH, dan FKL Luncurkan Program Pemulihan Kebun Rakyat di Aceh Tamiang
Faisal Zamzami June 19, 2026 09:35 PM

 


Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Rahmad Wiguna | Aceh Tamiang

SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG – Sebanyak 371 pekebun kelapa sawit di Aceh Tamiang menerima bantuan program pemulihan kebun yang rusak akibat banjir bandang pada akhir 2025.

Program ini merupakan kolaborasi antara Pusat Unggulan Perkebunan Lestari (PUPL) Aceh Tamiang, Forum Konservasi Leuser (FKL), dan Inisiatif Dagang Hijau (IDH).

Secara simbolis, program tersebut dimulai melalui penyerahan bantuan oleh Wakil Bupati Aceh Tamiang, Ismail, kepada perwakilan petani di Balai Desa Sukaramai I, Kecamatan Seruway, Jumat (19/6/2026).

“Bencana hidrometeorologi akhir tahun lalu membuat pergerakan ekonomi saat itu terhenti. Kita ketahui perkebunan kelapa sawit yang merupakan komoditas andalan daerah dan masyarakat ikut terimbas,” kata Ismail.

Ismail menyebut PUPL, FKL, dan IDH sebagai mitra pembangunan yang telah memberikan kontribusi nyata dalam membantu percepatan pemulihan sektor perkebunan. Ia berharap bantuan tersebut dapat dimaksimalkan petani untuk segera bangkit.

Baca juga: Jembatan Penghubung Hancur, Warga Lubuk Sidup Aceh Tamiang Kembali Andalkan Getek

Koordinator Divisi Sustainability FKL, Hendra Syahrial, menjelaskan bahwa program pemulihan dibagi dalam dua kategori, yakni kerusakan ringan dan kerusakan sedang.

Program ini bertujuan mempercepat peningkatan produktivitas perkebunan melalui penyediaan sarana kerja, pembersihan lahan, pemangkasan (pruning) pelepah, serta aplikasi pupuk dolomit pada lahan terdampak.

“Pada akhirnya program ini merupakan bentuk dukungan kami dalam membentuk perkebunan yang berkelanjutan,” ujar Hendra.

Program ini dilaksanakan di enam desa di Aceh Tamiang dengan total penerima manfaat sebanyak 371 petani. Bantuan yang disalurkan berupa alat kerja seperti sepatu bot, cangkul, serta pupuk dolomit sebanyak 66.431 kilogram.

Selain itu, petani juga menerima bantuan biaya pembersihan lahan dan pemangkasan pohon (pruning) sebesar Rp10 ribu per batang. Dengan asumsi 120 batang per hektare, bantuan yang diberikan setara Rp1,2 juta per hektare.

Hendra menegaskan bahwa pruning merupakan perawatan penting untuk meningkatkan penyerapan cahaya matahari, memperbaiki sirkulasi udara, dan mendukung produktivitas tanaman.

“Pupuk juga sangat penting untuk memperbaiki tingkat keasaman tanah (pH), meningkatkan ketersediaan unsur hara, dan mendukung pertumbuhan tanaman secara optimal,” tutupnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.