Laporan Wartawan TribunBanten.com, Ahmad Haris
TRIBUNBANTEN.COM, CILEGON - Euforia Piala Dunia 2026 tak hanya terasa di stadion-stadion megah di Amerika Utara atau di layar kaca para pencinta sepak bola.
Di sudut Kota Cilegon, tepatnya di Kampung Kubang Lesung Kulon RW 04, Kelurahan Taman Baru, Kecamatan Citangkil, semangat pesta sepak bola terbesar di dunia itu hadir dengan cara yang unik dan penuh warna.
Puluhan bendera negara peserta Piala Dunia 2026 berkibar di sepanjang jalan masuk kampung, menciptakan suasana bak festival internasional yang menarik perhatian warga maupun pengguna jalan yang melintas.
Baca juga: GRATIS! Ini Daftar Lokasi Nobar Piala Dunia 2026 di Serang, Cilegon, dan Lebak
Sebanyak 48 bendera negara peserta dipasang berjajar rapi di sisi kanan dan kiri jalan menuju permukiman warga.
Aneka warna dan simbol negara dari berbagai belahan dunia menghiasi kawasan sekitar gapura kampung, menjadikan lingkungan tersebut tampil berbeda dari biasanya.
Pantauan TribunBanten.com pada Jumat (19/6/2026), deretan bendera itu tampak berkibar tertiup angin, menghadirkan nuansa meriah yang langsung mencuri perhatian.
Bendera negara-negara raksasa sepak bola seperti Inggris, Italia, Spanyol, Jerman, Prancis, Portugal, Brasil, hingga Argentina berdampingan dengan negara-negara Asia seperti Jepang dan Iran.
Tak hanya itu, warga juga memasang bendera sejumlah negara yang tengah menjadi sorotan berkat pencapaian mereka di kancah sepak bola internasional, seperti Turki, Yordania, Uzbekistan, Tanjung Verde, hingga Kanada yang menjadi salah satu tuan rumah Piala Dunia 2026.
Kehadiran puluhan bendera tersebut seolah mengubah wajah kampung menjadi ruang publik yang hidup dan penuh semangat.
Tidak sedikit pengendara yang memperlambat laju kendaraan untuk menikmati pemandangan unik tersebut.
Beberapa warga bahkan sengaja berhenti untuk berfoto dan mengabadikan momen di antara deretan bendera yang berwarna-warni.
Salah satu Ketua RT di Kampung Kubang Lesung Kulon RW 04, Mukhlis (40), mengatakan bahwa pemasangan bendera dilakukan secara swadaya oleh masyarakat sebagai bentuk partisipasi dan antusiasme menyambut perhelatan Piala Dunia yang mulai bergulir sejak 12 Juni 2026.
Menurutnya, Piala Dunia selalu menjadi momentum yang dinantikan warga setiap empat tahun sekali. Selain menjadi ajang olahraga bergengsi, turnamen tersebut juga menghadirkan kebersamaan di tengah masyarakat.
“Alhamdulillah setiap gelaran Piala Dunia empat tahunan, warga di sini selalu antusias. Biasanya kami mengadakan nonton bareng sederhana, dan sekarang kami menghias kampung dengan memasang 48 bendera negara peserta, khususnya di sekitar gapura kampung,” ujar Mukhlis saat ditemui TribunBanten.com.
Ia menuturkan, kekompakan warga menjadi modal utama dalam setiap kegiatan lingkungan. Tradisi menghias kampung bahkan sudah berlangsung sejak lama dan tidak hanya dilakukan saat Piala Dunia.
“Alhamdulillah kampung kami warganya kompak dan kreatif. Setiap ada momentum, baik hari besar Islam maupun peringatan HUT Kemerdekaan RI, kami selalu menghias lingkungan dan mengadakan berbagai lomba. Jadi semangat gotong royong ini memang sudah menjadi kebiasaan warga,” katanya.
Proses pemasangan bendera dilakukan secara gotong royong dengan melibatkan pemuda dan warga sekitar. Mereka bersama-sama menyiapkan tiang, memasang bendera, hingga menata susunannya agar terlihat rapi dan menarik dipandang.
Bagi warga, kegiatan tersebut bukan sekadar memeriahkan ajang sepak bola dunia.
Lebih dari itu, pemasangan bendera menjadi ruang untuk mempererat hubungan sosial antarwarga sekaligus menyalurkan kreativitas masyarakat dalam mempercantik lingkungan tempat tinggal.
“Selain meramaikan Piala Dunia, kegiatan ini juga membuat kampung terlihat lebih indah. Anak-anak muda di sini sangat kreatif dan semangat. Semua dikerjakan bersama-sama,” ungkap Mukhlis.
Respons positif pun datang dari masyarakat sekitar. Banyak warga menilai keberadaan deretan bendera tersebut menghadirkan suasana baru yang menyenangkan dan menjadi hiburan tersendiri bagi pengguna jalan.
Kini, Kampung Kubang Lesung Kulon menjadi salah satu titik yang menarik perhatian masyarakat di wilayah Citangkil Kota Cilegon.
Dengan latar puluhan bendera negara yang berkibar, kampung tersebut seakan menjadi simbol kecil bagaimana olahraga mampu menyatukan beragam latar belakang dan menghadirkan kebersamaan di tengah masyarakat.
Di saat sebagian orang menikmati Piala Dunia melalui televisi maupun media digital, warga Kubang Lesung Kulon memilih merayakannya dengan cara yang lebih dekat dan membumi.
Lewat kreativitas sederhana dan semangat gotong royong, mereka berhasil menghadirkan atmosfer pesta sepak bola dunia langsung di lingkungan tempat tinggal mereka.
Semangat yang ditunjukkan warga Kampung Kubang Lesung Kulon menjadi gambaran bahwa Piala Dunia bukan hanya milik negara-negara peserta.
Lebih dari itu, turnamen tersebut telah menjelma menjadi perayaan global yang mampu membangun kebersamaan, menumbuhkan kreativitas, dan mempererat hubungan sosial masyarakat hingga ke tingkat kampung di Kota Cilegon.