TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - PT PLN (Persero) memberlakukan manajemen beban kelistrikan secara terbatas dan terukur di sejumlah wilayah, termasuk Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), pada Jumat (19/6/2026).
Langkah ini terpaksa diambil menyusul adanya kendala teknis operasional yang mengakibatkan dua unit pembangkit besar mengalami gangguan.
Manager Komunikasi dan Umum PLN Unit Induk Distribusi (UID) Yogyakarta, Angga Ditya D., menyampaikan bahwa sistem kelistrikan di wilayah Jawa saat ini secara umum masih beroperasi dan terkendali.
Namun, gangguan pada kedua pembangkit tersebut mengharuskan PLN melakukan pengaturan beban sementara untuk menjaga keandalan pasokan listrik.
"Langkah tersebut dilakukan karena terdapat kendala teknis operasional pembangkit serta ada dua unit pembangkit besar yang mengalami gangguan, sehingga tidak beroperasi sementara dan menurunkan kemampuan sistem pasokan listrik," papar Angga, Jumat (19/6/2026).
Menghadapi defisit pasokan tersebut, pihak PLN tengah mengupayakan langkah-langkah mitigasi dan percepatan perbaikan. Optimalisasi pasokan dari sumber lain menjadi fokus utama agar dampak pemadaman yang dirasakan oleh pelanggan dapat diminimalkan.
"PLN terus bekerja sama melakukan percepatan pemulihan, mengoptimalkan pasokan dari pembangkit lain, serta melakukan pengaturan operasi sistem guna menjaga keseimbangan pasokan dan kebutuhan listrik, serta meminimalkan dampak kepada pelanggan. PLN memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan. Manajemen beban ini bersifat sementara dan akan segera dihentikan secara bertahap seiring dengan membaiknya kondisi pasokan sistem," jelas Angga mengutip pernyataan resmi perusahaan.
Sementara itu, merespons banyaknya keluhan masyarakat dan komentar di akun resmi PLN UP3 Yogyakarta terkait pemadaman listrik yang dinilai terjadi secara mendadak, Angga mengklarifikasi bahwa pihaknya telah melakukan upaya penyebaran informasi kepada sasaran yang spesifik.
"PLN melalui Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan menginformasikan ke WhatsApp Group (Grup WA) pelanggan yang terdampak," ungkapnya, menjawab pertanyaan mengenai akses informasi pemadaman bagi warga.
Mengenai tenggat waktu pemulihan secara total agar sistem kelistrikan kembali stabil seperti sedia kala, PLN UID Yogyakarta belum dapat merinci kapan gangguan teknis pada pembangkit tersebut rampung ditangani. Pihaknya menyatakan masih dalam proses pengawasan dan komunikasi intensif dengan pusat.
"Untuk ini, kami terus berkoordinasi dengan unit pengatur beban untuk memastikan pembangkit beroperasi secara normal," tegas Angga.
Pemadaman aliran listrik secara bergilir masih melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, hingga Jumat (19/6/2026) sore. Kondisi tersebut memicu keluhan berat dari masyarakat karena mengganggu aktivitas sehari-hari pada jam produktif serta menambah beban pengeluaran operasional akibat penggunaan alat penyuplai daya mandiri.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, pemadaman terjadi sejak Kamis (18/6/2026) sore hingga malam hari sekitar pukul 20.00 WIB. Beberapa wilayah yang terdampak meliputi Dusun Sedan, Dusun Jongkang, dan Dusun Waras di wilayah Kelurahan Sariharjo, Kapanewon Ngaglik, Sleman.
Bahar, warga Dusun Sedan, mengungkapkan bahwa pemadaman di wilayahnya pada Kamis kemarin sangat mengganggu sektor usaha mikro yang bergantung sepenuhnya pada energi listrik.
"Sejak sore sampai malam sekitar jam 8 malam kemarin listrik padam. Padahal usahanya yakni jasa laundry harus menggunakan listrik. Jika listrik padam otomatis usaha laundry-nya tidak bisa beroperasi dan menunggu waktu lama sampai listrik nyala kembali. Ini tentu mengganggu aktivitas usahanya," kata Bahar.
Akibat situasi tersebut, pelaku usaha terpaksa mencari alternatif aliran listrik seperti menggunakan genset yang berdampak pada pembengkakan biaya produksi.
Keluhan senada disampaikan oleh Umy Fatimah, warga Jombor Kidul, Mlati. Ia menyatakan bahwa pemadaman bergilir dalam beberapa waktu terakhir mengganggu rutinitas kerjanya sebagai penyedia produk rumahan dan pengajar les privat bagi sejumlah siswa. Akibat ketidakpastian pasokan listrik ini, warga terpaksa melakukan langkah antisipasi mandiri secara darurat.
"Saat listrik sudah mengalir, dirinya langsung mengisi bak air mandi untuk jaga-jaga suatu saat nanti listrik kembali padam. Termasuk segera mengisi baterai HP," tutur Umy.