TRIBUNPONTIANAK.CO.ID- Pemerintah Kota Singkawang memastikan program Sekolah Rakyat belum dapat mulai menerima peserta didik baru pada tahun ajaran 2026.
Keputusan tersebut diambil karena proses pembangunan sarana dan prasarana sekolah yang direncanakan menjadi lokasi penyelenggaraan program masih berlangsung dan belum mencapai tahap penyelesaian yang memungkinkan untuk digunakan dalam kegiatan belajar mengajar.
Kepastian itu disampaikan Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie, saat meninjau langsung perkembangan pembangunan Sekolah Rakyat yang berlokasi di kawasan Pangmilang, Singkawang Selatan, Jumat 19 Juni 2026.
Dalam kesempatan tersebut, Tjhai Chui Mie menjelaskan bahwa Pemerintah Kota Singkawang tetap memberikan perhatian terhadap calon peserta didik yang sebelumnya telah mengikuti proses pendaftaran.
Menurutnya, pemerintah daerah melalui Dinas Pendidikan bersama pihak kecamatan dan kelurahan akan melakukan pendataan ulang terhadap seluruh calon siswa yang telah tercatat.
Pendataan kembali tersebut dilakukan untuk memastikan setiap anak tetap memperoleh akses pendidikan yang layak meskipun Sekolah Rakyat belum dapat beroperasi pada tahun ini.
• Update Data SMA Sekadau 2026: 16 Negeri dan 5 Swasta, Cek Akreditasinya
Setelah proses verifikasi selesai, para calon siswa akan diarahkan untuk melanjutkan pendidikan di sekolah-sekolah yang berada paling dekat dengan tempat tinggal mereka.
"Pemerintah akan memastikan seluruh anak yang telah mendaftar tetap mendapatkan layanan pendidikan. Mereka nantinya akan ditempatkan pada sekolah yang sesuai dengan wilayah domisili masing-masing agar proses belajar dapat berjalan sebagaimana mestinya," ujarnya.
Ia menambahkan, selama menunggu penyelesaian pembangunan Sekolah Rakyat serta kebijakan lanjutan dari pemerintah, para calon peserta didik tersebut akan sementara waktu mengikuti kegiatan belajar di sekolah reguler yang tersedia di lingkungan terdekat.
Langkah tersebut, lanjutnya, merupakan solusi agar tidak ada anak yang kehilangan kesempatan memperoleh pendidikan pada tahun ajaran baru.
Pemerintah Kota Singkawang juga berkomitmen terus memantau perkembangan pembangunan Sekolah Rakyat sehingga ketika seluruh fasilitas telah siap digunakan, program tersebut dapat segera direalisasikan sesuai rencana.
Dengan demikian, para siswa yang sebelumnya telah mendaftar tidak perlu khawatir karena hak mereka untuk mendapatkan pendidikan tetap menjadi prioritas pemerintah daerah sambil menunggu Sekolah Rakyat rampung dan siap beroperasi secara penuh.
Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie, melakukan peninjauan proyek pembangunan Sekolah Rakyat di Pangmilang, Singkawang Selatan, pada Jumat 19 Juni 2026.
"Kami dari Pemerintah Kota Singkawang melakukan peninjauan ke lokasi Sekolah Rakyat sebagai tindak lanjut hasil rapat koordinasi pada 17 Juni 2026 bersama Kementerian Sosial," katanya.
Ia mengatakan dalam rapat tersebut, Pemerintah Kota Singkawang melalui Sekretaris Daerah, Bappeda, Dinas Sosial, Dinas Pekerjaan Umum, dan instansi terkait lainnya mendapat arahan untuk mempersiapkan penerimaan peserta didik baru Sekolah Rakyat pada tahun ajaran 2026 yang direncanakan dimulai pada 14 Juli 2026.
Oleh karena itu, ia bersama jajarannya melakukan peninjauan langsung untuk melihat kondisi fisik dan progres pembangunan di lapangan.
Lanjutnya mengatakan, dari hasil peninjauan tersebut progres diperkirakan masih sekitar 30 persen.
"Seperti yang dapat dilihat, pekerjaan pembangunan saat ini belum siap dan progresnya diperkirakan masih sekitar 30 persen," ungkapnya.
Selain itu, lokasi pembangunan saling berdekatan dengan SD, SMP, dan SMA. Apabila dipaksakan untuk dibuka bagi peserta didik, ia mengatakan kondisi tersebut dinilai tentu berpotensi mengganggu aktivitas belajar mengajar maupun proses pengerjaan pembangunan itu sendiri.
• 962 Guru di Kubu Raya Masih Digaji Dana BOS, Disdikbud: Status Tahun 2027 Belum Jelas
Sehingga berdasarkan hasil peninjauan tersebut, ia menyampaikan kepada Menteri Sosial, Menteri Pendidikan, serta Presiden bahwa Kota Singkawang belum dapat menerima peserta didik Sekolah Rakyat pada tahun 2026.
"Yang jelas, untuk tahun 2026 ini Kota Singkawang belum dapat membuka maupun menerima peserta didik baru untuk Sekolah Rakyat," tegasnya.
Terkait rencana ke depan, ia mengatakan Pemkot Singkawang akan terlebih dahulu melihat perkembangan pembangunan di lapangan.
"Selanjutnya, kami juga akan menunggu hasil koordinasi dan rapat lanjutan bersama Kementerian Sosial untuk mendapatkan petunjuk serta arahan lebih lanjut," terangnya.
Mengenai pelaksanaannya di tahun berikutnya, ia menyampaikan Pemkot Singkawang akan menyesuaikan dengan perkembangan pembangunan dan arahan dari pemerintah pusat. (*)