TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Bagi SORA, sebuah perpisahan bukan berarti akhir dari perjalanan. Justru dari titik itulah band Pop Alternative ini memulai langkah baru mereka melalui single debut berjudul ‘Berakhir’. Lagu tersebut menjadi penanda fase baru bagi SORA setelah memutuskan berpisah dari label besar yang sempat menaungi mereka pada 2025, tahun yang sama saat band ini terbentuk.
Kini, Alana Luwisa, Haidar Idang, Ivo Victor, Yoel Twosixteen, dan Justi Noorman memilih melanjutkan perjalanan secara independen bersama Burn Record, sekaligus memperkenalkan identitas musikal yang lebih personal.
Melalui single ‘Berakhir’, SORA menghadirkan perpaduan Pop Rock dan Pop Alternative dengan atmosfer gelap yang menjadi ciri utama lagu tersebut. Karya ini mengangkat kisah seseorang yang terjebak dalam hubungan yang perlahan mengikis dirinya. Bukan karena cinta telah hilang, melainkan karena harus terus menghadapi sikap egois pasangan yang berulang kali meninggalkan luka.
Akumulasi kekecewaan yang terus terjadi kemudian berkembang menjadi frustrasi dan menghadirkan ruang gelap dalam pikiran seseorang yang tak pernah menemukan kebahagiaan dalam hubungan yang dijalani. Perasaan inilah yang coba diterjemahkan SORA melalui lirik dan suasana musik yang emosional.
Haidar Idang, penulis lagu sekaligus pemain keyboard SORA, mengatakan bahwa ‘Berakhir’ lahir dari keinginan untuk menangkap kondisi emosional yang sering kali sulit diungkapkan dengan kata-kata.
“Lagu ini bercerita tentang seseorang yang terus terluka oleh keegoisan pasangannya. Kekecewaan yang menumpuk akhirnya berubah menjadi frustrasi dan menghadirkan ruang gelap dalam pikirannya. Kami mencoba menangkap perasaan yang sering kali sulit diungkapkan dengan kata-kata itu melalui ‘Berakhir’,” ujar Haidar.
Alih-alih menyajikan tema patah hati secara berlebihan, SORA memilih pendekatan yang lebih jujur dan apa adanya. Lirik yang lugas dipadukan dengan nuansa musik yang melankolis, gelap, namun tetap menyimpan ledakan energi khas Pop Rock modern.
Menariknya, lagu ini juga menjadi refleksi perjalanan SORA sendiri. Setelah menghadapi perubahan besar di awal karier mereka, ‘Berakhir’ seolah menjadi simbol keberanian untuk menutup satu bab dan melangkah menuju fase baru yang lebih mandiri.
Secara musikal, SORA menawarkan warna yang berbeda dari banyak rilisan Pop Rock pada umumnya. Sentuhan keyboard atmosferik, permainan gitar yang emosional, serta karakter vokal Alana Luwisa yang ekspresif menjadi elemen penting yang memperkuat narasi patah hati dan kelelahan emosional dalam lagu tersebut.
Menurut Alana, lagu ini sekaligus menggambarkan arah musikal yang ingin dibangun SORA ke depan.
“Melalui ‘Berakhir’, kami ingin memperkenalkan SORA sebagai band yang jujur dalam menyampaikan emosi. Kami tidak takut mengeksplorasi sisi gelap dari pengalaman manusia, karena hal-hal seperti kehilangan, luka, dan pergulatan batin adalah bagian dari kehidupan yang dekat dengan banyak orang,” kata Alana.
Lebih dari sekadar lagu debut, ‘Berakhir’ menjadi pernyataan awal tentang identitas SORA. Band ini menunjukkan keberanian untuk menghadirkan karya yang emosional, personal, dan dekat dengan realitas hubungan yang kerap dialami generasi muda.
Kini, ‘Berakhir’ telah tersedia di berbagai platform streaming digital sebagai langkah pertama SORA bersama Burn Record. Sebuah karya yang lahir dari sebuah perpisahan, namun sekaligus menjadi awal perjalanan baru bagi band asal Kediri tersebut.
SORA sendiri beranggotakan Alana Luwisa (vokal), Haidar Idang (keyboard), Ivo Victor (gitar), Yoel Twosixteen (bass), dan Justi Noorman (drum). Dengan pendekatan musik yang emosional dan sentuhan modern, mereka menghadirkan lagu-lagu yang berbicara tentang hubungan, kehilangan, serta pergulatan batin yang dekat dengan kehidupan generasi muda. (nto)