TRIBUNJATENG.COM, JEPARA - Kesiapan dan kecakapan generasi penerus menjadi perhatian penuh Pemkab Jepara.
Satu di antara yang dipersiapkan adalah bagaimana pemerintah daerah mampu menyiapkan SDM unggul untuk memegang estafet arah pembangunan Bumi Kartini.
Sektor pendidikan kembali jadi pusat perhatian.
Ujung tombak bagaimana pemerintah menyiapkan calon penerus pembangunan daerah yang memiliki visi pembangunan lebih terarah. Baik pembangunan ekonomi, pendidikan, kesehatan, sosial budaya, hingga pembangunan infrastruktur.
Baca juga: Laila Saidah: Setiap Anak Usia Dini di Jepara Berhak Dapatkan Pendidikan Setara
• Duka Sayidah di Jepara 4 Bulan Kesulitan Air Bersih, Sebulan Habiskan Rp300 Ribu Beli Galon
Bupati Jepara, Witiarso Utomo memberikan beberapa kebijakan program di sektor pendidikan.
Pertama, program kartu sarjana. Pemkab Jepara memberikan dukungan beasiswa bagi warga Jepara agar bisa mengenyam pendidikan hingga ke perguruan tinggi.
Program ini sudah berjalan menyasar ribuan mahasiswa penerima manfaat kategori berprestasi, tahfidz, dan pra-sejahtera.
Kedua, Pemkab Jepara juga memberikan bantuan pendidikan kepada anak didik tingkat SD sederajat hingga SMA sederajat yang membutuhkan bantuan.
Dengan maksud agar nantinya tidak ada lagi anak-anak Jepara yang putus atau tidak sekolah karena kendala faktor ekonomi.
Bantuan pendidikan ini bisa didapatkan dari beberapa sumber seperti Baznas.
Ketiga, perhatian Pemkab Jepara tidak hanya menyasar pada siswa peserta didik.
Tahun ini, anggaran Rp25 miliar disiapkan untuk mendukung kesejahteraan tenaga pendidik, khususnya guru swasta di lembaga pendidikan Islam seperti TPQ, Madrasah Diniyyah (Madin), MI, MTs, MA, juga pondok pesantren.
Tercatat sudah ada 18.000 guru bakal menerima program kartu guru sejahtera mulai Juli 2026. Setiap orangnya berhak menerima tambahan kesejahteraan senilai Rp1,4 juta per tahun.
Program kartu guru sejahtera juga diproyeksikan meluas ke lembaga pendidikan agama lain di Kabupaten Jepara.
"Generasi saat ini adalah generasi dan harapan besar bagi masa depan Jepara," terangnya, Jumat (19/6/2026).
Baca juga: RESMI, Carlos Franca Tinggalkan Persijap Jepara, Sang Kapten Nyusul?
• Pemkab Jepara Gelontor Anggaran Rp 25 Miliar untuk Kesejahteraan Guru Swasta, Cair Mulai Juli
Mas Wiwit berujar, setiap anak memiliki potensi menjadi pemimpin, guru, pengusaha, hingga agen pembangunan daerah.
Karena itu, dia berpesan agar setiap generasi pemuda Jepara harus bisa memiliki kemampuan di bidang ilmu pengetahuan, teknologi, keterampilan, hingga kepemimpinan.
Menjadi generasi yang mampu menjawab tantangan zaman, tanpa kehilangan akhlak dan jati diri.
Dia menegaskan, pembangunan SDM tidak cukup hanya melalui pendidikan formal semata.
Pendidikan karakter yang selama ini menjadi basic setiap lembaga pendidikan juga memiliki peran penting dalam mencetak generasi unggul.
"Mari bersama hijrahlah dari gaya malas menjadi rajin, dari putus asa menjadi optimis, dan dari sekadar menjadi penonton menjadi generasi yang memberi manfaat," tegasnya. (*)