TRIBUNNEWS.COM - Barcelona dikabarkan menghadapi persoalan finansial baru setelah dana pinjaman sebesar 1,45 miliar euro yang digunakan untuk proyek renovasi Espai Barca disebut tidak lagi mencukupi hingga pembangunan selesai. Kondisi ini muncul di tengah agresivitas klub mendatangkan pemain bintang pada bursa transfer musim panas 2026.
Barcelona baru saja mendapatkan pujian setelah berhasil merekrut Anthony Gordon dari Newcastle United dengan nilai transfer sekitar 80 juta euro (Rp1,6 triliun).
Tak berhenti di situ, Blaugrana juga disebut telah mengajukan tawaran pembuka senilai 100 juta euro (sekitar Rp2 triliun) untuk memboyong Julian Alvarez dari Atletico Madrid.
Namun di balik aktivitas transfer tersebut, proyek renovasi stadion kebanggaan mereka justru menghadapi kendala pendanaan.
Menurut laporan Marca, manajemen Barcelona yang dipimpin Joan Laporta telah mengakui bahwa anggaran awal proyek Espai Barca tidak akan cukup untuk menutupi seluruh biaya pembangunan.
Akibatnya, Barcelona bersiap meminta persetujuan para anggota klub (socios) untuk menaikkan batas kredit agar proyek dapat terus berjalan hingga selesai.
Rencana tersebut diperkirakan akan dibahas dalam Rapat Umum Luar Biasa yang dijadwalkan berlangsung pada Juli mendatang.
Dalam agenda yang sama, Laporta juga akan memperkenalkan jajaran direksi baru klub.
Barcelona sebenarnya masih memiliki opsi menunda pembahasan hingga Rapat Umum Tahunan pada awal musim depan.
Namun, melihat kebutuhan dana yang semakin mendesak, langkah tersebut dinilai sulit dilakukan.
Tambahan anggaran dibutuhkan karena sejumlah bagian proyek Espai Barca masih jauh dari tahap penyelesaian.
Baca juga: Pidato Florentino Perez Berbuah Masalah, Barcelona Siapkan Gugatan Pidana
Selain renovasi Stadion Spotify Camp Nou, proyek tersebut juga mencakup pembangunan Palau Blaugrana yang baru serta penataan kawasan di sekitar kompleks stadion di Les Corts.
Saat ini pembangunan Spotify Camp Nou telah memasuki fase 1C, yang meningkatkan kapasitas stadion menjadi sekitar 62.657 penonton.
Fokus pekerjaan kini diarahkan pada pembangunan dua tingkat tribun VIP serta penyelesaian tingkat ketiga stadion.
Tahap tersebut mencakup sekitar 9.400 kursi VIP dan ditargetkan rampung pada musim panas 2027.
Setelah itu, Barcelona masih harus memasuki fase terakhir yang menjadi bagian paling kompleks dari keseluruhan proyek.
Pada tahap tersebut, kontraktor akan membangun cincin kompresi stadion sekaligus memasang atap baru yang akan menjadi ikon utama Spotify Camp Nou.
Proses tersebut diperkirakan membuat Barcelona kembali harus meninggalkan kandang mereka untuk sementara pada awal musim 2027/2028 demi alasan keselamatan selama pekerjaan konstruksi berlangsung.
Hingga kini, pihak klub belum mengumumkan stadion yang akan dijadikan markas sementara apabila skenario tersebut benar-benar terjadi.
Espai Barca merupakan salah satu proyek investasi terbesar dalam sejarah Barcelona.
Selain memodernisasi Spotify Camp Nou, proyek ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas stadion, pendapatan komersial, serta pengalaman suporter saat menyaksikan pertandingan secara langsung.
Namun, membengkaknya biaya pembangunan kini menjadi tantangan baru bagi Joan Laporta dan jajaran direksi untuk memastikan proyek ambisius tersebut tetap dapat diselesaikan sesuai target.
(Tribunnews.com/Ali)