TRIBUNJAKARTA.COM, CILINCING - Polisi menangkap pelajar SMP berusia 15 tahun, pelaku pembacokan yang menewaskan remaja lain dalam duel satu lawan satu di kawasan Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara.
Pelaku merupakan anggota kelompok dengan akun Instagram @wbgeneration204.
Sementara korban, berusia 16 tahun, berasal dari kelompok dengan akun Instagram @herotujuhdua.new.
Kapolsek Cilincing AKP Bobi Subasri mengatakan, pelaku sempat melarikan diri usai duel maut yang menewaskan WS pada Kamis (18/6/2026) malam.
Namun, setelah melakukan penyelidikan, polisi berhasil melacak keberadaan pelaku dan menangkapnya di rumah seorang temannya yang masih berada di wilayah Kecamatan Cilincing.
"Jadi setelah kejadian tersebut dan kita melakukan penyelidikan, pelaku ini kita amankan di salah satu rumah temannya di Kecamatan Cilincing ini juga," kata Bobi saat diwawancarai, Jumat (19/6/2026).
Menurut Bobi, pelaku sempat menghilang setelah mengetahui lawannya tewas akibat luka bacok yang diderita saat duel berlangsung.
"Sempat menghilang melarikan diri," ujar Bobi.
Dalam penangkapan tersebut, polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti yang berkaitan dengan peristiwa duel maut tersebut.
Barang bukti yang disita berupa satu bilah celurit beserta sarungnya, jaket hijau yang digunakan pelaku saat kejadian, serta celana panjang hitam.
"Barang bukti satu celurit, terus jaket yang digunakan pada saat perkelahian tersebut," kata Bobi.
Saat ini, pelaku telah ditetapkan sebagai tersangka dan menjalani proses hukum di Polsek Cilincing.
Polisi menjerat pelaku dengan Pasal 80 Ayat (3) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.
Ancaman hukuman yang dikenakan terhadap tersangka maksimal 15 tahun penjara karena perbuatannya menyebabkan korban meninggal dunia.
"Itu maksimal hukuman berdasarkan Undang-Undang Perlindungan Anak yaitu 15 tahun penjara karena menyebabkan meninggal dunia," ujar Bobi.
Sebelumnya, duel maut yang menewaskan korban terjadi di Jalan Kalibaru Timur II, RT 01 RW 03, Kelurahan Kalibaru, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, Kamis malam.
Berdasarkan hasil penyelidikan, peristiwa itu bermula dari saling ejek antar kelompok remaja melalui media sosial Instagram.
Pelaku yang berasal dari kelompok dengan akun @wbgeneration204 dan korban dari kelompok @herotujuhdua.new kemudian membuat kesepakatan untuk bertemu dan melakukan duel satu lawan satu.
"Kebetulan para pemuda-pemuda ini masih dalam satu lingkungan, sehingga janjian di lingkungan tersebut dan melakukan perkelahian tersebut," kata Bobi.
Saat duel berlangsung, pelaku menggunakan celurit untuk menyerang korban.
Akibat serangan tersebut, korban mengalami luka bacok di bagian pangkal paha kaki kiri dan pinggul.
Korban kemudian dibawa oleh teman-temannya menggunakan sepeda motor ke RSUD Cilincing.
Namun setelah diperiksa dokter, korban dinyatakan meninggal dunia akibat luka yang dideritanya.
Baca juga: Momen Tak Disangka Mahasiswa Demo di DPR Dapat Sokongan Logistik, Kardus Tulisan "MBG" Jadi Sorotan
Baca juga: TRANSFER Keluar Persib Bikin Geger: Barba Resmi Pergi, Kode Keras El Anaconda Pakai Jersey Tim Rival
Baca juga: Kecelakaan Hari Ini di Sukabumi: Truk Box Tertabrak KA Pangrango, 1 Orang Tewas