TRIBUN-MEDAN.com - Viral pernikahan yang digelar megah berakhir hanya dalam hitungan jam.
Hal ini lantaran kesan pertama yang dianggap mempelai wanita terhadap mertuanya sangat buruk dan mengecewakan.
Dilansir dari India Today, Jumat (19/6/2026) kejadian ini diketahui terjadi di Delhi, India.
Menurut laporan media, pengantin wanita memutuskan untuk mengakhiri pernikahannya setelah tiba di rumah keluarga suaminya, sehari setelah prosesi pernikahan berlangsung.
Pernikahan yang sebelumnya digelar secara megah dan meriah di dalam gedung, berakhir hanya dalam hitungan jam.
Salah satu kerabat mempelai wanita mengatakan pasangan pengantin tersebut menikah atas perjodohan keluarga.
Keduanya sudah berusia 20-an yang dinilai cukup untuk melaksanakan pernikahan.
Pasangan pengantin juga menyetujui perjodohan tersebut dan menyerahkan segala keperluan pernikahan kepada pihak keluarga.
Setelah tiba di rumah mertuanya, pengantin wanita mengikuti salah satu tradisi pascapernikahan yang dikenal sebagai Dulha Chehra Dikhai.
Dalam ritual tersebut, para perempuan dari keluarga dan tetangga berkumpul untuk menyambut mempelai baru.
Di tengah acara, pengantin wanita tiba-tiba keluar dari rumah dan meminta untuk segera menghubungi orang tuanya.
Sikapnya membuat keluarga pengantin pria terkejut.
Saat ditanya mengenai alasannya, wanita tersebut secara tegas menyatakan tidak ingin tinggal di rumah mertuanya.
Ia juga meminta untuk dipulangkan ke rumah keluarganya.
Pernyataan itu sontak membuat suasana menjadi tegang.
Mempelai pria bersama keluarganya berusaha membujuk agar sang pengantin wanita berubah pikiran.
Bahkan, suaminya disebut sempat berjanji akan menyediakan rumah yang lebih besar bagi mereka di masa depan.
Meski demikian, berbagai upaya tersebut tidak berhasil.
Pengantin wanita tetap bersikeras untuk meninggalkan rumah mertuanya.
Tak lama kemudian, keluarga mempelai wanita datang untuk mengetahui penyebab persoalan tersebut.
Setelah dilakukan pembicaraan, sang pengantin akhirnya mengungkap alasan di balik keputusannya.
Ia mengaku merasa tidak diterima dengan baik oleh keluarga suami.
Menurutnya, sikap keluarga mertua yang dianggap tidak ramah dan kurang sopan.
Ia juga mengatakan sikap keluarga mertua sangat berbeda saat pertemuan keluarga sebelumnya, yang membuat dirinya sangat kecewa.
Pengakuan itu memicu perundingan panjang antara kedua keluarga.
Untuk menyelesaikan masalah, masyarakat setempat menggelar panchayat atau musyawarah yang berlangsung hampir lima jam.
Setelah melalui diskusi yang menegangkan, kedua belah pihak akhirnya sepakat mengakhiri pernikahan tersebut secara damai.
Seluruh hadiah dan barang yang telah dipertukarkan selama proses pernikahan dikembalikan kepada masing-masing keluarga.
Pengantin wanita kemudian pulang bersama keluarganya, sementara mempelai pria menerima keputusan tersebut.
Kasus ini sempat dilaporkan pihak tetangga ke polisi.
Namun tidak ada laporan resmi yang diajukan pihak keluarga kepada polisi.
"Kedua belah pihak berpisah atas kesepakatan bersama di panchayat itu sendiri," ujar petugas kepolisian.
Kisah pernikahan yang berakhir hanya beberapa jam setelah digelar ini pun menjadi perbincangan luas di masyarakat.
Banyak pihak menilai peristiwa tersebut menunjukkan bahwa hubungan antara pasangan tidak hanya ditentukan oleh kedua mempelai.
Tetapi juga oleh penerimaan dan sikap keluarga besar yang menjadi bagian dari kehidupan rumah tangga mereka.
(cr19/tribun-medan.com)