Ricardo Pepi saat ini tengah menjalani tugas di Piala Dunia bersama tim nasional Amerika Serikat (USMNT), yang membuatnya menjadi sorotan global. Namun, menurut Kasey Keller, penyerang PSV tersebut menghadapi keputusan yang “rumit” terkait masa depannya di tengah meningkatnya spekulasi transfer menuju Premier League. Striker berusia 23 tahun itu sempat menarik minat Fulham pada bursa musim dingin, dan diperkirakan akan kembali mendapatkan pendekatan dari klub Inggris seiring dibukanya bursa transfer musim panas 2026.
Fulham dikabarkan mundur dari kesepakatan untuk mendatangkan Pepi, meskipun klub tersebut sangat membutuhkan tambahan penyerang. Pepi sebelumnya tidak diizinkan meninggalkan Belanda sebelum batas waktu transfer berakhir, meski dilaporkan telah mencapai kesepakatan senilai lebih dari £30 juta (sekitar $40 juta) setelah menjalani tes medis di London barat.
Fulham disebut-sebut menarik diri karena menginginkan klausul pelepasan dimasukkan sebelum jendela transfer musim panas dibuka. Namun, pembicaraan bisa saja dilanjutkan, terutama jika pemain yang sangat dihargai tersebut tampil mengesankan bersama negaranya di panggung internasional.
Fulham kini kehilangan penyerang berpengalaman asal Meksiko, Raul Jimenez, yang kontraknya berakhir dan kembali ke Wolverhampton Wanderers sebagai pemain bebas transfer. Kondisi ini membuat klub berjuluk The Cottagers itu harus mencari amunisi baru di lini depan menjelang musim 2026-27.
Dari sisi pemain dan klub, langkah Pepi ke Fulham tampak logis. Mantan penjaga gawang USMNT, Kasey Keller, yang berbicara dalam kerja sama dengan William Hill - Final One Standing - menjelaskan kepada GOAL: “Bagian yang rumit bagi saya adalah, sama seperti Gio Reyna, di PSV Ricardo lebih sering bermain sebagai pemain pengganti karena adanya pemain lain di depannya.”
“Ada bagian dari diri saya yang berpikir, ‘tetaplah di PSV sampai kamu benar-benar menjadi starter tetap, baru pindah’. Tapi di sisi lain, jika Fulham merasa dia adalah pemain yang tepat, dan Ricardo sendiri yakin serta siap mengambil kesempatan itu, maka pergilah dan lihat apakah langkah itu memang sesuai.”
“Ini memang sedikit rumit, tetapi jika kamu mendapat kesempatan bermain di Premier League, untuk berkembang dan membuktikan diri, maka ambillah.”
Pepi menunjukkan perkembangan pesat sejak meninggalkan MLS dan klub FC Dallas pada Januari 2022 untuk bergabung dengan Augsburg di Jerman. Meski tidak banyak mendapat kesempatan di sana, ia mencetak 13 gol selama masa pinjaman di Groningen pada musim 2022-23.
Penampilan impresif itu membuatnya direkrut oleh PSV, di mana ia telah mencetak gol dalam 45 kesempatan dari 102 penampilan di Eindhoven, sekaligus memenangkan gelar Eredivisie sebanyak tiga kali. Produktivitasnya meningkat setiap tahun, dengan catatan terbaik 19 gol pada musim lalu.
Saat ditanya apakah Pepi kini siap untuk Premier League, Keller menilai: “Nah, di sinilah letak kerumitannya. Kita sering melihat transisi pemain pencetak gol dari Eredivisie ke liga yang lebih kompetitif tidak selalu berjalan mulus.”
“Saya melihat Ricardo bermain dalam laga persahabatan melawan Senegal baru-baru ini sebagai starter. Hal yang saya sukai darinya adalah, ada tipe striker yang jika tidak mencetak gol, mereka tidak memberi kontribusi lain. Namun Ricardo termasuk tipe yang berbeda — ia terlibat dalam permainan, menjadi lini pertahanan pertama, menekan lawan, juga berperan penting saat bertahan dalam situasi bola mati. Ada banyak hal yang ia berikan selain gol.”
“Tentu saja, striker harus mencetak gol, tapi ketika mereka memberikan kontribusi lebih, itu terkadang lebih penting — terutama di klub seperti Fulham, di mana finis di papan tengah sudah bagus, dan jika bisa lebih tinggi itu bonus. Jika pada Maret kamu tidak perlu khawatir dengan zona degradasi, itu luar biasa.”
“Jadi terkadang bukan soal mencari striker dengan 30 gol semusim, tapi pemain yang bisa menyumbang 10 sampai 12 gol, dan jika lebih dari itu, bonus — namun tetap memberi kontribusi lain. Saya pikir Ricardo bisa melakukan hal itu.”
Pepi, yang akan bersaing untuk mendapatkan menit bermain dalam laga USMNT melawan Australia pada Jumat, masih terikat kontrak di Belanda hingga tahun 2030. PSV tidak berada di bawah tekanan untuk menjualnya, dan akan senang melihat pemain asal Texas itu bersinar di Piala Dunia guna meningkatkan nilai jualnya.
Masih harus dilihat apakah Fulham atau klub Premier League lainnya akan kembali bergerak untuk merekrut striker pekerja keras ini setelah jendela transfer kembali dibuka. Namun, tantangan baru yang dapat membawanya ke level berikutnya tampaknya hanya tinggal menunggu waktu untuk diambil.