Gol kemenangan Luis Romo memastikan Meksiko finis di puncak Grup A, mengirim El Tri kembali ke Azteca dan menumbuhkan keyakinan bahwa ini bisa menjadi tim Piala Dunia terkuat mereka sejak tahun 2002.
Sama seperti pada tahun 2002, Javier “Vasco” Aguirre kembali membawa Meksiko melaju dengan baik di awal fase grup Piala Dunia.
Kemenangan 1-0 El Tri atas Korea Selatan di Guadalajara memastikan posisi pertama Grup A, sekaligus menjamin mereka kembali ke Estadio Azteca untuk babak 32 besar dan membuka peluang untuk laga lain di sana pada babak 16 besar. Meski bukan penampilan paling tajam dari Meksiko, di tahap seperti ini kontrol permainan sama pentingnya dengan hiburan.
Selama sebagian besar babak pertama, Meksiko kurang menunjukkan urgensi. Korea Selatan lebih banyak menguasai bola, sementara El Tri kesulitan menciptakan ancaman di sepertiga akhir lapangan. Namun, gol Luis Romo di babak kedua mengubah arah pertandingan, membangkitkan semangat Meksiko dan memberi keuntungan yang dibutuhkan tim asuhan Aguirre.
Suasana di Estadio Akron juga terasa kuat. Aguirre sebelumnya mengatakan bahwa meninggalkan Estadio Azteca bukan masalah bagi timnya, dan Guadalajara membuktikan ucapannya itu.
“Saya sangat suka bermain di tanah air sendiri, di kota mana pun,” ujar Aguirre jelang laga kedua fase grup. “Secara historis, Estadio Azteca biasanya menjadi tuan rumah pertandingan grup dan laga-laga penting, yang mungkin membuat kami merasa lebih nyaman di sana.
“Namun saya tidak melihatnya secara eksklusif begitu. Guadalajara adalah rumah kami, seperti halnya Azteca, La Corregidora, El Volcan, El Gigante de Acero atau Tijuana. Setiap stadion tempat tim nasional bermain adalah rumah kami, karena itu adalah Meksiko dan itu adalah negara kami.”
Raul Rangel kemudian memastikan kemenangan dengan penyelamatan ganda di menit ke-87 untuk menggagalkan peluang Korea Selatan mencuri poin. Tim Meksiko ini terus menunjukkan karakter khas Aguirre: disiplin, tangguh, dan sulit ditembus. Hasil positif terus mereka raih.
GOAL memberikan penilaian untuk para pemain Meksiko setelah kemenangan fase grup Piala Dunia atas Korea Selatan di Estadio Akron, Guadalajara...
Kiper & Pertahanan
Raul Rangel (8/10): Korea Selatan lebih banyak menguasai bola, namun untuk sebagian besar laga Rangel tidak banyak diuji. Hingga akhirnya menit ke-87, ketika Meksiko mempertahankan keunggulan 1-0, ia melakukan dua penyelamatan penting yang memastikan kemenangan. Momen itu menjadi sorotan utama penampilannya.
Jorge Sanchez (6/10): Kokoh dalam bertahan dan sering masuk ke tengah sebagai bek ketiga untuk membantu perlindungan kotak penalti. Tidak banyak berkontribusi dalam serangan, tetapi solid ketika Korea Selatan mencoba menyerang dari sisi lapangan.
Edson Alvarez (7/10): Kepemimpinannya terasa di jantung pertahanan. Setelah musim klub yang sulit, penampilan ini menjadi dorongan kepercayaan diri baginya. Menjaga organisasi tim, mengatur ruang dengan baik, dan menenangkan permainan saat Korea Selatan menguasai bola.
Johan Vazquez (7/10): Kapten Genoa ini semakin percaya diri di setiap pertandingan. Pertahanan Meksiko kini sulit ditembus, dan Vazquez menjadi salah satu alasan utama. Tenang, kuat, dan semakin berwibawa.
Jesus Gallardo (5/10): Cukup solid dalam bertahan, namun kembali tidak banyak memberi kontribusi di lini depan. Sebagai salah satu pemain berkaki kiri dalam skuat, Meksiko membutuhkan lebih banyak serangan dari sisinya, terutama ketika Raul Jimenez dan Julian Quiñones menunggu umpan di kotak penalti.
Gelandang
Erik Lira (7/10): Sekali lagi tampil menonjol di lini tengah. Meski Korea Selatan sempat mendominasi bola, Lira memberikan rasa kontrol bagi Meksiko dan menjaga agar rencana permainan tetap berjalan.
Brian Gutierrez (6/10): Pergantian kombinasi di lini tengah memengaruhi ritmenya di awal laga, tetapi ia membaik di babak kedua ketika mulai berani memegang bola lebih banyak. Bukan penampilan paling berpengaruh, namun ia berkembang seiring waktu.
Luis Romo (7/10): Romo mungkin masih terlihat paling nyaman bermain sebagai libero dalam formasi tiga bek, tetapi kali ini ia berperan di lini tengah. Kadang kurang berimajinasi saat membawa bola, namun pada salah satu momen langka ketika ia maju, ia mencetak gol penentu kemenangan.
Penyerang
Roberto Alvarado (7/10): Penyerang Chivas ini menjadi ancaman ofensif paling aktif bagi Meksiko di babak pertama. Etos kerjanya kembali menonjol, membantu di kedua sisi lapangan. Meski permainan Meksiko sempat stagnan, Alvarado terus mencoba menciptakan peluang.
Raul Jimenez (6/10): Tidak terlalu berpengaruh seperti yang diharapkan. Jarang mendapat peluang bersih dan membutuhkan lebih banyak suplai bola di kotak penalti agar bisa menunjukkan ketajamannya. Peluang di menit ke-75 yang diciptakan oleh Quiñones menjadi pengingat potensi yang ia miliki ketika mendapat bola di area berbahaya.
Julian Quiñones (7/10): Terus bekerja tanpa lelah di lini depan. Ia kini menjadi penyerang paling berbahaya Meksiko, meski tidak bisa memikul seluruh beban serangan sendirian. Energi dan gaya bermain langsungnya membuat Korea Selatan kerepotan.
Pemain Pengganti & Pelatih
Orbelin Pineda (6/10): Menjalankan perannya dengan baik dan membantu mencegah Korea Selatan membangun serangan dari belakang dengan mudah. Memberikan tambahan tenaga di lini tengah.
Obed Vargas (7/10): Sangat aktif setelah masuk. Memberikan dinamika tambahan di lini tengah dan membantu Meksiko mempertahankan penguasaan bola di menit-menit akhir ketika dibutuhkan ketenangan.
Israel Reyes (6/10): Solid dalam tugas bertahan, beroperasi sebagai bek tengah ketiga bersama Alvarez dan Vazquez. Membantu Meksiko menutup laga dengan baik.
Santiago Gimenez (5/10): Penting baginya untuk mendapatkan menit bermain. Kecepatannya di ruang terbuka sempat menyulitkan bek Korea Selatan, namun ia tidak memiliki cukup waktu atau dukungan untuk memberi dampak lebih besar.
Cesar Huerta (5/10): Masih perlu lebih banyak waktu bermain untuk menunjukkan ledakan kecepatannya di sisi sayap. Seperti Gimenez, menit bermain ini penting baginya, karena Aguirre mungkin membutuhkan pemain dengan profil seperti dia di fase selanjutnya turnamen.
Javier Aguirre (8/10): Keputusan berani dengan mencadangkan Gilberto Mora dan Alvaro Fidalgo serta menurunkan Romo sejak awal terbukti tepat. Keputusan itu terbayar lunas saat Romo mencetak gol kemenangan. Meksiko mungkin tidak tampil gemilang, tetapi mereka terorganisasi, efisien, dan cukup kuat untuk mengamankan posisi puncak grup.