Pergantian Kiswah Sambut Tahun Baru, Penanda Semangat Baru Dengan Hati Bersih dan Niat Tulus
Ratino Taufik June 20, 2026 07:52 AM

BANJARMASINPOST.CO.ID - Bayang-bayang menara raksasa mulai memanjang, kala kumandang azan memecah udara Kota Makkah. Di pelataran tawaf Masjidil Haram, lautan manusia tidak hanya menengadahkan tangan untuk berdoa, tetapi juga menantikan sebuah prosesi sakral yang perlahan mulai tergelar di hadapan mereka.

Sejak sore, di Selasa (16/6), sebuah persiapan agung telah dimulai. Para petugas dengan seragam khusus tampak mulai bekerja di sekitar bangunan suci berbentuk kubus tersebut. Beberapa di antara mereka, bahkan telah bersiap dan memosisikan diri di atas atap Ka'bah.

Mereka adalah tim ahli pilihan dari otoritas Masjidil Haram yang mengemban tugas sangat mulia, yakni melepaskan kain lama dan memakaikan jubah yang baru untuk pusat kiblat umat Islam sedunia itu.

Berada di sana dan menyaksikan prosesi tersebut secara langsung menghadirkan pengalaman spiritual yang sangat mendalam.

Waktu seolah berjalan lebih lambat. Dari pergantian sore menuju temaramnya Maghrib, lalu disambut gelapnya malam Isya, para petugas bekerja dengan sangat terstruktur, berhati-hati, dan penuh penghormatan.

Baca juga: Kayu Manis Loksado Berpotensi Jadi Obat Tradisional dan Kosmetik, Siswa SMK Turun Riset Langsung

Mereka secara perlahan mulai melepaskan ikatan demi ikatan yang menahan kiswah (kain penutup Ka'bah) lama, bersiap untuk sebuah transisi yang menandai pergantian waktu dalam kalender Hijriah.

Puncaknya terjadi menjelang tengah malam. Di bawah cahaya lampu benderang Masjidil Haram yang menyorot tajam, kiswah baru mulai dinaikkan, sementara kiswah yang lama diturunkan secara bersamaan di keempat sisi Ka'bah.

Kain sutra hitam pekat yang baru itu ditarik ke atas bagaikan tirai malam yang menyelimuti Baitullah, memancarkan kilau keemasan dari sulaman kaligrafi saat tertimpa cahaya.

Ratusan ribu pasang mata menatap takjub, bibir-bibir tak henti melantunkan talbiyah dan selawat, menyambut datangnya 1 Muharram dengan rasa haru yang sulit dilukiskan dengan kata-kata.

Pergantian kiswah rutin dilaksanakan setiap awal tahun baru Islam pada 1 Muharram. Sebelumnya, tradisi ini dilakukan pada 9 Zulhijjah, namun Kerajaan Arab Saudi menetapkan jadwal baru agar bertepatan dengan momentum Tahun Baru Islam.

Dengan dipindahkannya jadwal ke awal tahun Hijriah, prosesi pergantian kiswah kini dapat disaksikan langsung oleh jutaan orang yang sedang menunaikan ibadah haji.

Hal itu menciptakan syiar Islam yang jauh lebih masif dan memberikan kesempatan bagi umat untuk menyaksikan langsung prosesi bersejarah tersebut.

Keindahan kiswah itu sendiri merupakan mahakarya seni Islam yang mengagumkan. Kiswah ditenun menggunakan sutra hitam murni bermutu paling tinggi.

Pergantian kiswah pada hakikatnya bukan sekadar rutinitas seremonial yang memanjakan mata, melainkan sebuah peristiwa yang sarat akan makna mendalam.

Momen spiritual tersebut dipandang sebagai penanda lahirnya semangat baru, sekaligus proses pencucian diri menyambut pergantian tahun.

Dalam kacamata keagamaan, Ka'bah yang mengenakan balutan kain baru di awal tahun seolah mengajak seluruh umat Islam untuk turut menanggalkan beban masa lalu dan kesalahan yang pernah diperbuat.

Momen itu menjadi pengingat yang lembut, namun tegas, agar setiap Muslim memulai lembaran tahun yang baru dengan hati yang lebih bersih, niat yang lebih tulus, dan ketakwaan yang lebih kokoh.

Ini adalah manifestasi nyata dari nilai hijrah itu sendiri, berpindah dari keburukan menuju kebaikan yang lebih benderang. (banjarmasinpost.co.id/antara)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.