Gagal Penuhi Target, Seluruh Anggota Kabinet di Negara Afrika Tengah Ini Kompak Mengundurkan Diri
Nathanael MoerRahardian June 20, 2026 09:11 AM

- Pemerintahan Guinea Ekuatorial menghadapi guncangan politik setelah seluruh anggota kabinet mengundurkan diri secara bersamaan, Selasa (16/6/2026).

Keputusan itu diambil setelah pemerintah dinilai gagal memenuhi sebagian besar target yang telah ditetapkan.

Dalam unggahan di X, Wakil Presiden Guinea Ekuatorial, Teodoro Nguema Obiang Mangue mengonfirmasi kabar tersebut.

Ia mengatakan bahwa Perdana Menteri Manuel Osa Nsue Nsuga telah menyerahkan pengunduran diri kabinet secara kolektif kepada pemerintah.

Menurut Obiang, kabinet gagal memenuhi sebagian besar target yang telah ditetapkan pemerintah.

Ia mengungkapkan, tingkat pencapaian hanya mencapai sekitar 10 persen dari target yang direncanakan.

Namun, Obiang tidak menjelaskan secara rinci bagaimana target-target tersebut diukur atau indikator apa yang digunakan untuk menilai keberhasilan pemerintah.

"Tingkat pelaksanaan yang dicapai jelas tidak memadai dibandingkan dengan harapan dan komitmen yang telah diambil," tulis Obiang.

Obiang bukan hanya menjabat sebagai wakil presiden, tetapi juga merupakan putra dari Presiden Teodoro Obiang Nguema Mbasogo yang telah lama memimpin negara tersebut.

Meski seluruh kabinet telah mundur, langkah tersebut diperkirakan tidak akan mengubah peta kekuasaan di negara Afrika Tengah yang kaya minyak tersebut.

Presiden Teodoro Obiang Nguema Mbasogo masih menjadi figur dominan dalam sistem politik Guinea Ekuatorial.

Ia telah memegang kekuasaan sejak 1979 dan dikenal sebagai presiden dengan masa jabatan terlama di Afrika.

Pemerintah baru diperkirakan akan dibentuk dalam beberapa hari mendatang untuk menggantikan kabinet yang mengundurkan diri.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.