Curhat Peternak Ayam Imbas Byar-pet Listrik PLN, Kini Was-was
muslimah June 20, 2026 07:54 AM

Curhat Peternak Ayam Imbas Byar-pet Listrik PLN, Kini Was-was

TRIBUNJATENG.COM,SEMARANG - Peternak ayam di Jawa Tengah mengeluhkan pemadaman listrik yang akhir-akhir ini terjadi.

Dampak dari pemadaman tersebut angka kematian ayam atau deplesi cukup tinggi.

Anakan ayam alami kematian karena anakan ayam membutuhkan banyak cahaya listrik secara intensif saat masa brooding atau fase pemeliharaan awal anak ayam yang baru menetas. 

"Ya untuk peternak ayam pedaging terganggu adanya pemadam listrik ini karena ayam jenis ini fase brooding antara umur 1 sampai 14 hari itu butuh penghangat dari lampu," ujar Ketua Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (Pinsar) Jawa Tengah,  Susilo kepada Tribunjateng.com, Jumat (19/6/2026).

Baca juga: Pemadaman Listrik Berujung Petaka, Rumah Warga Cilacap Tengah Terbakar

Susilo mengatakan, kerugian yang dialami oleh peternak belum bisa ditaksir karena belum melakukan pendataan secara langsung.

Namun, dari aduan yang ada, tingkat kematian yang sudah dilaporkan mencapai 50 persen dari total populasi.

Terkait jumlah detailnya tergantung kapasitas kandang yang biasanya minimal dari 5 ribu sampai 20 ribu. 

"Harga DOC (anakan ayam) harganya bisa 6 ribu perekor, kalau matinya 1 ribu ekor saja udah Rp6 juta sendiri," paparnya.

Ia mengaku, kini para peternak dalam kondisi was-was saat pemadaman listrik yang akhir-akhir ini terjadi. 

Jumlah peternak yang dinaungi asosiasinya memiliki anggota sebanyak 100 ribu peternak ayam potong. 

"Kalau mati lampu siang tidak masalah, jadi persoalan saat malam hari, ayam bisa mati semua," terangnya.

Bagi peternak ayam berkapasitas besar bisa membeli genset.

Sebaliknya , bagi peternak kecil tentu bakal kesusahan untuk membeli genset.

"Untuk biaya pembelian genset Rp15 juta," ucapnya.

"PLN saat ini tengah mengerahkan seluruh sumber daya untuk menjaga keandalan sistem kelistrikan menyusul adanya kendala teknis operasional pada pembangkit yang menyebabkan penurunan kapasitas suplai listrik," bebernya. (Iwn)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.