Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Rianza Alfandi | Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Momen menarik terjadi saat Kajian Islami bersama Ustaz Adi Hidayat (UAH) pada Opening Ceremony Bhayangkara Fest 2026 di Lapangan Utama Mapolda Aceh, Jumat (19/6/2026) malam.
Di tengah ribuan jamaah yang memadati lokasi acara, Kapolda Aceh Irjen Pol. Marzuki Ali Basyah dan Wakapolda Aceh Brigjen Pol. Ari Wahyu Widodo, tiba-tiba naik ke atas panggung mendampingi UAH yang sedang menyampaikan ceramah.
Peristiwa itu terjadi ketika hujan yang sejak awal hanya gerimis perlahan turun semakin deras.
Saat UAH tetap melanjutkan kajiannya di tengah guyuran hujan, Kapolda dan Wakapolda yang sebelumnya berada di bawah tenda tamu undangan langsung bergegas menuju panggung utama sambil membawa payung.
Baca juga: Ribuan Warga Hadiri Pembukaan Bhayangkara Fest 2026 Meski Diguyur Hujan
Namun, UAH memilih untuk tidak ingin dipayungi. Pendakwah nasional itu tetap melanjutkan ceramahnya sambil membiarkan dirinya turut basah bersama ribuan jamaah yang setia mengikuti kajian hingga malam hari.
Melihat hal itu, Kapolda dan Wakapolda Aceh kemudian mengambil posisi di belakang UAH.
Keduanya tetap berdiri di atas panggung hingga kajian selesai, meski hujan semakin deras mengguyur kawasan acara. Momen tersebut pun menjadi perhatian jamaah yang hadir.
Pantauan Serambinews.com di lokasi, meski hujan mengguyur Lapangan Mapolda Aceh, antusiasme masyarakat tidak surut untuk mengikuti rangkaian Opening Ceremony Bhayangkara Fest 2026 yang merupakan bagian dari peringatan Hari Bhayangkara ke-80.
Sebelumnya, dalam sambutannya, Kapolda menyampaikan apresiasi kepada seluruh tamu undangan dan masyarakat yang hadir pada pembukaan Bhayangkara Fest 2026.
"Kehadiran saudara sekalian merupakan suatu kehormatan sekaligus energi positif bagi kami untuk terus memperkuat pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara.
Apalagi di tengah-tengah kita malam ini hadir seorang ulama, cendekiawan, sekaligus pendakwah yang sangat dicintai masyarakat Indonesia, yaitu Ustaz Adi Hidayat," katanya.
Jenderal asal Tangse itu juga menyampaikan penghargaan kepada Ustaz Adi Hidayat yang mengisi Kajian Islami pada malam pembukaan Bhayangkara Fest 2026.
Menurutnya, kajian bertema kebangsaan tersebut diharapkan dapat memperkuat nilai persatuan, kebersamaan, dan kecintaan terhadap Tanah Air.
Lebih lanjut, Irjen Marzuki menjelaskan, bahwa Bhayangkara Fest 2026 dirancang sebagai ruang kebersamaan yang terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat Aceh.
Berbagai kegiatan digelar, mulai dari kajian islami, perlombaan kreatif bagi generasi muda, kegiatan olahraga, hingga pertunjukan seni dan hiburan musik.
Selain menjadi ajang silaturahmi dan hiburan masyarakat, Bhayangkara Fest 2026 juga memberi ruang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memperkenalkan produk unggulan mereka kepada masyarakat luas.
"Kita semua memahami bahwa UMKM merupakan tulang punggung perekonomian daerah.
Mereka tidak hanya menciptakan lapangan pekerjaan, tetapi juga menjaga daya tahan ekonomi masyarakat di tengah berbagai tantangan yang ada," ujarnya.
Kapolda Aceh turut mengajak masyarakat untuk mendukung produk lokal dan memberi ruang tumbuh bagi pelaku usaha kecil agar berkembang menjadi kekuatan ekonomi daerah yang lebih besar.
"Semoga seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan aman, tertib, lancar, dan membawa manfaat yang sebesar-besarnya bagi seluruh masyarakat Aceh," pungkasnya.
Baca juga: Dayah MUDI Samalanga Gelar Festival Muharram 1448 H, Jadi Ajang Syiar Islam dan Pembinaan Santri
Baca juga: Mahasiswa Ilmu Komunikasi FISIP USK Gelar 19 Produk PJBL Periklanan, Dorong UMKM Go Digital