Guru SD Tewas Mengenaskan Tersambar Petir, Ada Tanda di Bagian Punggung dan Belakang Kepala
Madrosid June 20, 2026 09:32 AM

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, LANDAK - Nasib malang guru SD di Landak Kalimatan Barat bernama Ferninan Tolan S (43).

Meninggal dunia diduga tersambar petir di sekitar rumahnya saat memperbaiki saluran air bersih dalam kondisi hujan disertai petir.

Kejadian tragis itu terjadi pada pukul 17.00 wib Hari Kamis 18 Juni 2026. Korban ditemukan pertama kali oleh anak bungsunya.

Korban merupakan warga Dusun Batu Catur, Desa Sabaka, Kecamatan Mempawah Hulu, Kabupaten Landak.

Kapolres Landak AKBP Devi Ariantari melalui Kapolsek Mempawah Hulu Iptu Freddy Surya Purnama menerangkan, kronologi kejadian.

Berdasarkan keterangan keluarga, sebelum kejadian korban pergi untuk memperbaiki saluran air bersih, meskipun kondisi cuaca sedang hujan disertai petir. 

Baca juga: Ombang-ambing Nasib Guru Aktif Non-ASN di Kubu Raya, Belum Diangkat PPPK Tapi Ratusan Lain Pensiun

Usai memperbaiki saluran air, korban diduga berhenti di sekitar pohon durian yang berada tidak jauh dari lokasi ajal menjemput sang guru.

Karena tak kunjung pulang ke rumah, akhirnya pihak keluarga menyuruh anak bungsunya untuk menyusul, dan menemukan korban dalam kondisi tergeletak.

"Setibanya di lokasi, korban ditemukan dalam keadaan tergeletak dan tidak sadarkan diri di bawah pohon durian. Korban kemudian dibawa pulang ke rumah oleh keluarga," ujar Kapolsek pada Jumat 19 Juni 2026.

Korban lalu dilakukan pemeriksaan medis ke Bidan selaku tenaga kesehatan terdekat, hasilnya menyatakan korban telah meninggal dunia. 

"Pada tubuh korban ditemukan luka yang diduga akibat sambaran petir, berupa bekas luka bakar pada bagian belakang kepala serta luka melepuh pada bagian belakang pinggang," jelas Iptu Freddy.

Menurut Kapolsek, dari pengecekan yang sudah dilakukan, tida ada indikasi tindak pidana dalam peristiwa tersebut. 

Adanya tindak kekerasan hingga kesengajaan dari pihak lain atas kejadian yang menyebabkan korban meninggal dunia nihil.

Atas kejadian tersebut, pihak keluarga juga sudah menerima, bahwa ini memang terjadi akibat musibah oleh faktor alam.

"Pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan tidak menghendaki dilakukan visum maupun autopsi," ungkapnya.

Imbauan Ketika Kondisi Cuaca Ektrem

Kepolisian mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan saat cuaca ekstrem. 

"Khususnya menghindari aktivitas di area terbuka maupun berteduh di bawah pohon saat hujan disertai petir, guna mencegah kejadian serupa," pungkasnya.

Tips Aman dari Sambaran Petir

1. Segera Cari Tempat Berlindung yang Aman

Masuk ke dalam bangunan permanen yang memiliki atap, dinding, dan instalasi listrik yang baik.
Jika tidak ada bangunan, berlindunglah di dalam mobil dengan atap logam dan jendela tertutup.

2. Hindari Berteduh di Bawah Pohon

Pohon yang tinggi sering menjadi sasaran sambaran petir.
Petir dapat menyambar pohon lalu merambat ke tubuh orang yang berada di bawah atau di dekatnya.

3. Jauhi Area Terbuka

Hindari berada di lapangan, sawah, kebun, lapangan sepak bola, atau area terbuka lainnya saat hujan petir.
Jika Anda menjadi objek tertinggi di area terbuka, risiko tersambar petir meningkat.

4. Hindari Benda Logam

Jauhi pagar besi, tiang listrik, antena, alat pertanian berbahan logam, sepeda motor, dan benda logam lainnya.
Logam dapat menghantarkan arus listrik dari sambaran petir.

5. Keluar dari Air

Segera tinggalkan sungai, kolam, danau, atau area yang tergenang air.
Air merupakan penghantar listrik yang baik.

6. Jangan Menggunakan Peralatan Elektronik yang Terhubung Listrik

Hindari menggunakan komputer, televisi, atau peralatan elektronik yang tersambung ke jaringan listrik saat petir menyambar di sekitar.
Cabut perangkat listrik jika memungkinkan dan aman dilakukan.

7. Jika Terjebak di Area Terbuka

Jangan berbaring di tanah.
Jongkok dengan kedua kaki rapat dan kepala menunduk untuk mengurangi kontak dengan tanah.
Jaga jarak beberapa meter dari orang lain untuk mengurangi risiko korban berkelompok.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.