Grid.ID - Pelatih Timnas Afrika Selatan, Hugo Broos merasa aneh ketika timnya bertanding di Atlanta Stadium, Georgia, Amerika pada ajang Piala Dunia 2026. Dirinya menilai bahwa stadion tersebut bukan untuk sepak bola.
Bau-baru ini, pelatih Timnas Afrika Selatan, Hugo Broos mengungkap pendapatnya mengenai stadion Atlanta yang digunakan untuk turnamen Piala Dunia 2026. Dirinya menyebut bahwa stadion itu tidak berfungsi untuk sepak bola.
Dikutip dari KOMPAS.com pada Jumat (19/6/2026), Afrika Selatan melawan Republik Ceko pada Kamis (19/6/2026). Laga itu digelar di Stadion Atlanta.
Dari pertandingan ini, kedua tim mampu mencetak gol dengan imbang yakni 1:1. Republik Ceko mencetak gol lebih dulu.
Jelang turnamen usia, Afrika Selatan mencetak gol dan menyamakan skor. Skor untuk kedua tim pun akhirnya imbang.
Hasil ini membuat peluang kedua tim untuk lolos ke fase gugur menjadi semakin berat. Ceko dan Afrika Selatan sama-sama gagal meraih kemenangan. Sementara itu, Meksiko berhasil mengamankan tiket ke fase gugur setelah mengalahkan Korea Selatan 1-0 dan memimpin Grup A.
Dengan satu pertandingan tersisa di fase grup, Ceko dan Afrika Selatan kini harus berharap hasil laga lain menguntungkan. Sambil berusaha meraih kemenangan pada pertandingan terakhir mereka agar peluang lolos tetap terbuka.
Namun, baru-baru ini, pelatih Afrika Selatan buka suara. Dirinya membungkap perasaan saat bertanding di Atlanta Stadium.
Ia mengaku tidak merasakan atmosfer Piala Dunia 2026 di stadion itu. Menurutnya, stadion itu tidak diperuntukkan untuk sepak bola.
"Ini (Atlanta Stadium) bukanlah stadion untuk sepak bola," ungkapnya.
Dibandingkan dengan stadion Azteca, Hugo mengungkap bahwa Atlanta tak memiliki atmosfer sepak bola. Ia mengungkap bahwa stadion ini tidak untuk sepak bola.
Mengenai fungsinya, Stadion Atlanta memang dibangun untuk football. Pasalnya, hampir semua stadion yang digunakan untuk gelaran Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat adalah markas tim American Football.
Beberapa stadion bahkan dibangun oleh pemilik American Football team. Sehingga, apa yang diungkap oleh pelatih Timnas Afrika Selatan ini tak sepenuhnya keliru.
"Saya suka bermain di stadion terbuka. Saya tidak merasakan atmosfer di sini ketika dibandingkan dengan Azteca," jelasnya.
"Azteca adalah stadion sepak bola. Sedangkan stadion di Amerika Serikat ini sangat bagus bagi kepentingan publik, tetapi bukan untuk sepak bola," lanjutnya.
Selain itu, dikutip dari Kompas pada Jumat (19/6/2026), stadion ini pun sempat menjadi perbincangan. Hal ini terkait dengan logo sponsor yang tidak bisa dihapus atau ditutupi.
Seperti yang diketahui, FIFA menerapkan "clear stadium" atau stadion bersih untuk Piala Dunia 2026. Hal ini bertujuan agar lokasi turnamen internasional itu bebas dari logo sponsor apapun.
Namun, Atlanta Stadium menjadi satu-satunya stadion yang logo sponsornya tidak bisa dihapus ataupun ditutupi. Pasalnya, logo sponsor tersebut berada di atap stadion dengan desain yang cukup rumit.
Sehingga, FIFA kesulitan untuk menutupnya dan akhirnya membiarkannya tanpa menghapus logo tersebut. Sedangkan, untuk stadion lain, logo sponsor harus benar-benar disingkirkan.
Beberapa permasalahan lain pun juga muncul di gelaran Piala Dunia 2026. Beberapa stadion diketahui sulit dijangkau.
Bahkan, para fans harus berjalan kaki hingga 30 menit untuk menonton pertandingan. Selain itu, harga parkir kendaraan pun dinilai di atas harga normal.