WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI - Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, akan membongkar ratusan bangunan liar (bangli) di bantaran irigasi wilayah Kecamatan Sukatani
Pembongkaran dilakukan karena bangli menganggu aliran air untuk persawahan.
Asep Surya Atmaja mengatakan, ada 1.500 hektare lahan pertanian di sekitar lokasi itu terancam tidak berproduksi optimal pada musim kemarau tahun ini.
Sedimentasi yang menumpuk di Saluran Sekunder (SS) Balong Tua serta keberadaan ratusan bangli yang berdiri di bantaran saluran menyebabkan distribusi air irigasi ke area persawahan terganggu.
Baca juga: Percepat Pembangunan Infrastruktur, Pemkot Bekasi Ratakan 72 Bangunan Liar di Bantaran Kali Baru
"Bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), kami siapkan percepatan normalisasi saluran irigasi untuk menyelamatkan 1.500 hektar sawah di Sukatani, Tambelang, dan Sukawangi," kata Asep, Sabtu (20/6/2026).
Menurutnya, kondisi tersebut tidak bisa dibiarkan berlarut-larut karena dapat mengancam ketahanan pangan daerah.
Air yang seharusnya mengaliri area persawahan tidak dapat mengalir secara optimal akibat pendangkalan saluran dan penyempitan badan sungai.
“Air tidak sampai ke sawah, kalau air tidak sampai, petani tidak bisa panen, bahkan ini bukan sekadar gagal panen, tetapi ada lahan yang berpotensi tidak bisa ditanami sama sekali," ujarnya.
Baca juga: Sering Sebabkan Kecelakaan, 3 Bangunan Liar di Matraman Jakarta Timur Dibongkar
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pemkab Bekasi bersama BBWS akan melakukan normalisasi saluran sepanjang sekitar 4,5 kilometer.
Namun, pelaksanaan pekerjaan itu terkendala keberadaan bangunan liar yang menutup akses alat berat menuju lokasi pengerukan.
Asep menegaskan penertiban bangunan liar menjadi langkah yang tidak dapat dihindari agar proses normalisasi dapat berjalan efektif.
Berdasarkan pendataan sementara, terdapat sekitar 217 bangunan liar yang berada di sepanjang jalur normalisasi dari wilayah Sukatani hingga Sukawangi.
Baca juga: Bangunan Liar di Pasar Rebo Dibongkar, Penghuni Bernama Suherman Dirujuk ke Panti Sosial
Pemerintah memastikan proses penertiban dilakukan persuasif dan mengedepankan pendekatan kemanusiaan.
"Sebagian besar warga memahami bahwa normalisasi ini dilakukan untuk kepentingan masyarakat banyak, khususnya petani yang bergantung pada aliran irigasi," katanya.
Kepala Bidang Ketentraman dan Ketertiban Umum (Trantib) Satpol PP Kabupaten Bekasi, Ganda Sasmita, mengatakan, pihaknya telah melakukan pendataan sekaligus sosialisasi ke warga yang menempati bangunan liar di sepanjang saluran.
"Normalisasi yang akan dilakukan BBWS terhambat oleh bangunan liar, karena itu warga diharapkan bersedia melakukan pembongkaran mandiri," ujar Ganda.
Baca juga: Seluruh Bangunan Liar di TPU Kamal dan Pegadungan Kalideres Jakbar akan Dibongkar pada Pekan Depan
Di wilayah Sukatani tercatat sedikitnya 59 bangunan liar.
Sementara pada kawasan yang lebih padat di wilayah lainnya, jumlah bangunan diperkirakan mencapai lebih dari 100 unit dan masih dalam proses verifikasi.
Pemerintah Kabupaten Bekasi dan BBWS akan menggelar rapat teknis dalam waktu dekat untuk mematangkan pelaksanaan normalisasi serta penanganan bangunan liar yang berada di sepanjang SS Balong Tua.
Normalisasi tersebut diharapkan mampu mengembalikan fungsi saluran irigasi, memperlancar distribusi air ke area pertanian, serta mencegah ancaman kekeringan yang berpotensi merugikan ribuan petani di tiga kecamatan itu. (maz)