TRIBUNTRENDS.COM - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa pemerintah terus memantau kondisi sistem kelistrikan nasional di tengah munculnya sejumlah keluhan terkait pemadaman listrik di berbagai daerah.
Sebagai bentuk pengawasan, Bahlil mengaku melakukan rapat dan evaluasi intensif bersama PT PLN (Persero) selama empat hari berturut-turut.
Pertemuan tersebut difokuskan untuk membahas berbagai persoalan yang berkaitan dengan pasokan dan keandalan listrik.
Selain menyoroti gangguan listrik yang dikeluhkan masyarakat, rapat juga membahas kondisi stok cadangan batubara sebagai sumber energi utama pembangkit listrik.
Bahlil menegaskan bahwa hingga saat ini tidak terdapat masalah kelangkaan batubara yang dapat mengganggu operasional pembangkit.
Pernyataan itu disampaikannya saat melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Purworejo, Jumat (19/6/2026).
Menurutnya, pemerintah ingin memastikan seluruh rantai pasok energi primer tetap terjaga dengan baik.
Pembahasan dalam rapat juga mencakup aspek teknis operasional pembangkit listrik serta sistem distribusi tenaga listrik.
Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga stabilitas pasokan listrik sekaligus meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat.
Pemerintah pun berkomitmen untuk terus melakukan evaluasi agar potensi gangguan kelistrikan dapat diminimalkan.
Baca juga: Pertamax Naik 16.250, Bahlil Lahadalia Pastikan Harga untuk Pertalite, Solar & LPG Subsidi Tetap
Ia menegaskan, bahwa secara umum pasokan batubara untuk kebutuhan pembangkit listrik nasional berada dalam kondisi aman dan tidak mengalami kelangkaan sebagaimana yang dikhawatirkan sebagian pihak.
Menurut dia, kebutuhan batubara untuk PT PLN (Persero) mencapai sekitar 154 juta metrik ton per tahun.
Sementara itu, pemerintah melalui Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara telah menetapkan penugasan pasokan kepada perusahaan tambang dengan total volume mencapai 180 juta hingga 190 juta metrik ton.
Dengan kapasitas tersebut, Bahlil menilai secara struktural tidak terdapat persoalan pada sisi ketersediaan batubara nasional.
Baca juga: Didemo Ribuan Mahasiswa, Wakil DPR Dasco Langsung Telepon Bahlil, Tuntut Solusi BBM Langka
Namun, ia menekankan bahwa tantangan yang dihadapi saat ini lebih banyak berkaitan dengan manajemen logistik dan operasional di lapangan.
“Yang menjadi perhatian kita adalah bagaimana distribusi sampai ke pembangkit. Itu sudah masuk ke ranah teknis PLN,” ujarnya.
Dalam rapat intensif tersebut, pemerintah juga meminta PLN untuk memperkuat langkah mitigasi guna mencegah terjadinya gangguan listrik yang dapat berdampak pada masyarakat.
Bahlil menyebut, pemadaman listrik yang tidak terencana harus diminimalkan melalui perbaikan sistem pemeliharaan dan pengelolaan jaringan.
Baca juga: Purbaya Sebut Naiknya Harga Pertamax Tak Mempengaruhi Inflasi, Ungkap Bahlil Lahadalia Lebih Paham
Ia menambahkan bahwa sebagian persoalan yang dilaporkan PLN berkaitan dengan kebutuhan teknis internal, termasuk proses pemeliharaan (maintenance).
Oleh karena itu, koordinasi yang lebih erat antara pemerintah dan PLN dinilai menjadi kunci dalam menjaga stabilitas sistem kelistrikan nasional.
“Kalau ada gangguan, itu harus segera dimitigasi. Kami terus melakukan evaluasi dan kontrol agar pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu,” kata Bahlil.
Ia juga menegaskan kembali pembagian peran antara pemerintah dan PLN dalam sektor ketenagalistrikan.
Menurut dia, Kementerian ESDM berfungsi sebagai regulator dan pengawas, sementara operasional sistem kelistrikan sepenuhnya menjadi tanggung jawab PLN sebagai operator.
“Yang mengoperasikan listrik itu bukan Kementerian ESDM. Kami regulator dan pengawas, sementara eksekusinya ada di PLN,” ujarnya.
Bahlil menilai intensitas rapat yang dilakukan selama empat hari berturut-turut tersebut mencerminkan keseriusan pemerintah dalam memastikan tidak ada gangguan berkepanjangan pada layanan listrik nasional.
Ia juga memastikan bahwa setiap perkembangan di lapangan terus dipantau secara langsung.
Pemerintah, lanjutnya, akan terus memperkuat koordinasi dengan PLN untuk memastikan seluruh rantai pasok energi, mulai dari batubara hingga distribusi listrik ke konsumen, berjalan dengan baik dan terintegrasi.
(TribunTrends/Kompas.com)