Harga Tabung Gas LPG 3 Kg di Pasangkayu Tembus Rp70 Ribu, Warga Menjerit Tapi Tetap Antre
Abd Rahman June 20, 2026 09:47 AM

 

TRIBUN-SULBAR.COM, PASANGKAYU – Warga Kecamatan Baras, Kabupaten Pasangkayu, mengeluhkan tingginya harga tabung gas elpiji 3 kilogram di tingkat pengecer yang dinilai semakin memberatkan masyarakat.

Salah seorang warga, Rahma, mengaku harga gas elpiji subsidi di pengecer kini sudah tidak lagi berada di bawah Rp50 ribu per tabung.

"Kalau beli di pengecer sekarang paling murah Rp50 ribu. Bahkan di beberapa tempat sudah ada yang jual sampai Rp70 ribu per tabung," ujar Rahma saat dikonfirmasi, Sabtu (20/6/2026).

Menurutnya, kondisi tersebut membuat masyarakat kecil semakin kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari, terlebih gas elpiji merupakan kebutuhan pokok untuk memasak.

Baca juga: Celebes Education Festival 2026 Perkuat Semangat Belajar, Berkarya, dan Berkolaborasi

Baca juga: MBG di Sulbar Masih Bergantung Bahan Baku dari Luar Daerah, Sudah Habiskan APBN Rp 220 Miliar

Rahma mengatakan, masyarakat sebenarnya bisa mendapatkan harga yang lebih murah di pangkalan resmi sesuai ketentuan pemerintah.

Namun, untuk memperoleh tabung gas tersebut warga harus rela mengantre dalam waktu yang cukup lama.

"Kalau di pangkalan memang lebih murah, tapi antreannya panjang sekali. Kadang sejak pagi sudah ramai dan belum tentu dapat," katanya.

Ia mengaku tidak sedikit warga yang pulang dengan tangan kosong karena stok di pangkalan telah habis sebelum semua antrean terlayani.

"Sering kali kami sudah antre lama, ternyata gasnya habis. Akhirnya terpaksa beli di pengecer dengan harga yang jauh lebih mahal karena memang butuh untuk memasak," keluhnya.

Rahma berharap pemerintah daerah bersama pihak terkait dapat melakukan pengawasan terhadap distribusi gas elpiji subsidi agar lebih tepat sasaran dan mudah diperoleh masyarakat.

Ia juga mempertanyakan mengapa kelangkaan masih sering terjadi, padahal distribusi gas elpiji ke pangkalan disebut rutin dilakukan setiap pekan.

"Kami bingung kenapa selalu tidak cukup. Setiap minggu katanya ada penyaluran, tapi di lapangan warga tetap susah mendapatkan gas. Akhirnya yang untung justru pengecer yang menjual dengan harga tinggi," ujarnya.

Sementara itu, berdasarkan data Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Pasangkayu, terdapat 286 pangkalan elpiji 3 kilogram yang tersebar di wilayah Pasangkayu dan mendapat pasokan dari lima agen resmi.

Penyaluran gas elpiji dilakukan satu hingga dua kali dalam sepekan, dengan jumlah tabung yang disalurkan ke masing-masing pangkalan menyesuaikan jumlah kepala keluarga (KK) di wilayah tersebut.

Meski demikian, di sejumlah wilayah, termasuk Kecamatan Baras, warga mengaku pasokan yang tersedia masih belum mampu memenuhi kebutuhan masyarakat sehingga kelangkaan kerap terjadi dan berdampak pada melonjaknya harga di tingkat pengecer.

Masyarakat berharap pemerintah bersama pihak Pertamina dan agen penyalur dapat mengevaluasi distribusi elpiji subsidi agar pasokan benar-benar mencukupi kebutuhan warga serta mencegah lonjakan harga yang dinilai semakin membebani ekonomi masyarakat.(*)

Laporan wartawan Tribun-Sulbar.com Taufan

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.