Sebagai informasi, kebakaran menghanguskan sebuah toko sembako sekaligus agen, di Nunukan, Kalimantan Utara, pada Jumat (19/6/2026) tadi malam.
Lokasi tepatnya berada di Jalan RA Kartini RT 07, Kelurahan Nunukan Tengah, Kabupaten Nunukan.
Baca juga: Damkar Berhasil Minimalkan Kerugian Materi Akibat Kebakaran Warung Sembako Nunukan
Saat kobaran api mulai membesar, pemilik toko yang bernam Ian, ternyata sedang tidak berada di lokasi karena pulang kampung.
Detik-detik kebakaran itu diceritakan oleh penjaga toko, La Amba (56), yang saat kejadian sedang berada di meja kasir.
Ia mengaku sempat terkejut, ketika melihat api tiba-tiba muncul dari bagian atap kios di belakang bangunan.
"Tiba-tiba api muncul dari atap kios bagian belakang dan langsung membesar," ungkap La Amba, kepada TribunKaltara.com di Nunukan, pada Jumat malam.
Dalam waktu singkat, kata La Amba, kobaran api membesar dan menjalar ke seluruh bagian bangunan.
Banyaknya barang dagangan, serta material yang mudah terbakar di dalam toko, membuat api sulit dikendalikan.
Empat orang penjaga yang berada di lokasi, kata dia, hanya sempat menyelamatkan diri sebelum api menguasai bangunan.
Belakangan diketahui, bagian belakang toko tidak hanya digunakan sebagai gudang, tetapi juga terdapat dapur, dan tempat tidur.
Kondisi tersebut diduga membuat api semakin cepat membesar, hingga menghanguskan bangunan semi permanen berukuran sekitar 8 x 15 meter persegi tersebut.
Baca juga: Breaking News, Kebakaran Hanguskan Warung Sembako di Kawasan Pasir Putih Nunukan
Plt Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan atau Damkar Kabupaten Nunukan, Wahyudi Kawariyin, mengatakan penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan.
Sementara itu, kerugian akibat peristiwa tersebut diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah karena yang terbakar bukan hanya toko sembako, melainkan juga usaha agen yang beroperasi di lokasi tersebut.
Di balik kebakaran pada Jumat malam, terungkap jika lokasi yang sama ternyata pernah dilanda kebakaran pada 12 Desember 2023 silam.
Meski saat itu pemilik tokonya berbeda, peristiwa kebakaran kembali terjadi di titik yang sama, dan memicu perhatian warga sekitar.
Hingga kini, pihak berwenang masih menyelidiki sumber api yang menyebabkan kebakaran tersebut.
Wahyudi Kawariyin menjelaskan, kunci keberhasilan Damkar Nunukan memadamkan kebakaran dengan cepat, tidak lepas dari peran aktif masyarakat yang langsung menghubungi pemadam saat api pertama kali muncul.
Respons cepat dari warga membuat armada pemadam bisa tiba lebih awal, dan melokalisir kobaran api.
"Kecepatan masyarakat melaporkan kejadian ke Damkar juga mempercepat proses pemadaman dan pendinginan," katanya.
Wahyudi menambahkan, berkat penanganan yang serbacepat tersebut, aset dan barang dagangan di dalam warung sembako dapat diselamatkan dari kehancuran total, sehingga kerugian materi bisa ditekan sekecil mungkin.
Meski demikian, hingga saat ini pihak Damkar masih melakukan pendataan terperinci mengenai total kerugian di lapangan.
Mengenai penyebab pasti kebakaran, pihak berwenang masih melakukan pemeriksaan dan mengumpulkan informasi di lokasi kejadian.
(*)
Penulis: Fatimah Majid