Laporan Wartawan Tribunpalu.com, Andika Satria Bharata
TRIBUNPALU.COM, SIGI - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sigi merilis pembaruan data penanganan bencana gempa bumi pada Jumat (19/6/2026). Hingga hari ketiga masa tanggap darurat, jumlah warga terdampak mencapai 8.586 jiwa yang berasal dari 2.762 kepala keluarga.
Pembaruan data tersebut disampaikan Pemerintah Kabupaten Sigi melalui Wakil Bupati Sigi Samuel Yansen Pongi selaku Komandan Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Bencana Kabupaten Sigi.
Dalam rilis yang didampingi Kepala Bidang Kedaruratan BPBD Kabupaten Sigi, Samuel menegaskan pemerintah akan terus menyampaikan perkembangan penanganan bencana setiap hari kepada masyarakat sesuai arahan Bupati Sigi dan petunjuk pemerintah pusat.
Berdasarkan data terbaru BPBD, jumlah korban luka-luka tercatat sebanyak 125 orang, sementara dua warga dilaporkan meninggal dunia akibat bencana gempa yang mengguncang wilayah Kabupaten Sigi.
Baca juga: Bulan Bakti Bung Karno, DPC PDIP Banggai Tabur Bunga di TMP, Donor Darah, dan Doa Bersama
Kerusakan juga terus bertambah seiring proses pendataan yang dilakukan tim gabungan di lapangan. Hingga saat ini tercatat sebanyak 2.319 unit rumah terdampak.
Dengan, rincian 134 rumah mengalami rusak berat dan 219 rumah mengalami rusak sedang. Sisanya masih dalam proses verifikasi dan klasifikasi kerusakan.
Selain permukiman warga, sejumlah fasilitas umum turut mengalami kerusakan. BPBD mencatat 16 kantor pemerintahan terdampak.
Dengan sarana UMKM atau tempat usaha, sembilan jaringan air bersih, enam puskesmas, satu unit penggilingan, satu gedung pertemuan, serta satu rumah adat.
Sementara itu, aktivitas gempa susulan masih terus terjadi. Hingga Jumat siang tercatat sebanyak 949 kali gempa susulan yang berpusat di sekitar Sesar Palolo dan Nokilalaki. Dari jumlah tersebut, 35 kali gempa dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Gempa susulan terus menunjukkan tren penurunan kekuatan. Gempa terbesar yang tercatat hari ini berkekuatan magnitudo 3,4, sementara sebagian besar gempa lainnya berkekuatan lebih kecil,” ujar Samuel.
Baca juga: Kemen PU Pastikan Jembatan Palu Satu dan Empat Aman Pascagempa M6,7
Meski demikian, pemerintah mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi bencana susulan.
Hasil pemantauan menggunakan drone menemukan empat kubangan air di kawasan Gunung Kamarora, Kecamatan Nokilalaki, yang terbentuk akibat material longsor yang membendung aliran air.
Temuan tersebut menjadi perhatian serius karena berpotensi berkembang menjadi danau sementara yang sewaktu-waktu dapat jebol dan memicu banjir bandang di wilayah hilir.
Untuk mengantisipasi risiko tersebut, tim gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, BPBD, Dinas Pekerjaan Umum, Balai Besar Taman Nasional Lore Lindu, serta operator drone akan melakukan survei lapangan pada empat titik tersebut.
“Besok tim akan turun melakukan survei. Setelah itu akan dilakukan rapat untuk menentukan langkah dan solusi terbaik agar air dapat segera dialirkan dengan aman,” katanya.
Baca juga: APAS Gelar Aksi Galang Dana Untuk Korban Gempa Bumi di Kabupaten Sigi
Di sisi lain, distribusi bantuan kemanusiaan dan tenda pengungsian terus dilakukan secara bertahap.
Pemerintah juga meminta seluruh kepala desa agar proaktif melakukan pendataan dan memastikan bantuan benar-benar diterima warga terdampak.
Samuel memastikan seluruh warga terdampak akan mendapatkan bantuan, termasuk tenda pengungsian.
Namun proses distribusi dilakukan secara bertahap mengingat akses dan jarak pengiriman ke sejumlah lokasi masih menjadi tantangan.
Setelah masa tanggap darurat selama 14 hari berakhir, pemerintah akan melakukan evaluasi menyeluruh untuk menentukan langkah penanganan lanjutan, termasuk penyediaan hunian sementara bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan berat.
Pemerintah Kabupaten Sigi juga mengingatkan masyarakat untuk memberikan data yang jujur dan akurat. Pendataan akan diverifikasi kembali guna memastikan bantuan tersalurkan tepat sasaran kepada warga yang benar-benar terdampak.
Menutup rilisnya, Samuel mengajak seluruh masyarakat untuk terus mendoakan Kabupaten Sigi dan seluruh petugas yang bekerja dalam penanganan dampak bencana.
“Terus doakan Kabupaten Sigi dan seluruh petugas yang bekerja bersama-sama dalam penanganan pascabencana ini,” pungkasnya. (*)