Waspada! 9 Kecamatan di Jakarta Masuk Zona Rawan Longsor, Cek di Sini Daftarnya
Rr Dewi Kartika H June 20, 2026 10:53 AM

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengeluarkan peringatan dini potensi tanah longsor di sejumlah wilayah Jakarta selama Juni 2026.

Berdasarkan informasi yang disampaikan BPBD DKI Jakarta mengacu pada data Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), terdapat sembilan kecamatan di Jakarta Selatan dan Jakarta Timur yang masuk kategori zona menengah potensi gerakan tanah.

Potensi tersebut disusun berdasarkan hasil tumpang susun antara peta kerentanan gerakan tanah dan prakiraan curah hujan bulanan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Jakarta Selatan Dominasi Wilayah Potensi Longsor

BPBD DKI Jakarta menyebut sebagian besar wilayah yang masuk zona menengah berada di Jakarta Selatan.

Wilayah tersebut meliputi Kecamatan Cilandak, Jagakarsa, Kebayoran Baru, Kebayoran Lama, Mampang Prapatan, Pasar Minggu, dan Pesanggrahan.

Sementara di Jakarta Timur, wilayah yang masuk kategori serupa adalah Kecamatan Kramat Jati dan Pasar Rebo.

Longsor Bisa Terjadi Saat Curah Hujan di Atas Normal

PVMBG menjelaskan zona menengah merupakan daerah yang memiliki potensi sedang terhadap terjadinya gerakan tanah atau longsor.

Pada wilayah tersebut, longsor dapat terjadi apabila curah hujan berada di atas kondisi normal, terutama di lokasi yang berbatasan dengan lembah sungai, gawir, tebing jalan, maupun lereng yang mengalami gangguan.

Selain itu, kawasan dengan kondisi tanah labil juga berisiko mengalami pergerakan tanah ketika intensitas hujan meningkat dalam waktu cukup lama.

Dalam keterangannya, PVMBG juga menjelaskan bahwa pada zona tinggi, gerakan tanah dapat terjadi meskipun curah hujan hanya sedikit di atas normal dan longsoran lama berpotensi aktif kembali.

Warga Diminta Tingkatkan Kewaspadaan

BPBD DKI Jakarta mengimbau para lurah, camat, serta masyarakat yang berada di wilayah berpotensi terdampak agar meningkatkan kewaspadaan selama musim hujan berlangsung.

Masyarakat diminta memperhatikan kondisi lingkungan sekitar, terutama apabila tinggal di dekat tebing, bantaran sungai, atau kawasan yang memiliki kontur tanah miring.

“Warga diimbau untuk tetap mengantisipasi adanya potensi gerakan tanah pada saat curah hujan di atas normal,” demikian imbauan BPBD DKI Jakarta mengutip informasi PVMBG, Sabtu (20/6/2026).

BPBD juga meminta masyarakat segera melaporkan apabila menemukan tanda-tanda awal longsor seperti retakan tanah, amblesan, maupun pergerakan tanah di sekitar permukiman guna mengantisipasi risiko yang lebih besar.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.