TRIBUNNEWS.COM - Update klasemen Grup C Piala Dunia 2026 setelah Maroko menang atas Skotlandia, dan Brasil mengatasi perlawanan Haiti pada Sabtu (20/6/2026) pagi.
Tak salah ketika Faootball Enthusiast, Bayu Ajianto menyebut Brasil dan Maroko sebagai tim favorit yang akan lolos dari babak penyisihan ke 32 besar Piala Dunia 2026.
Menurutnya di awal turnamen, dari dua tim lainnya yang akan memberikan tekanan hanyalah Skotlandia, terlepas dari hasil Haiti di lapangan pertandingan.
"Brasil bersama Maroko sangat diunggulkan di grup C ini. Sementara Haiti bisa dibilang hanya tim 'hore'," kata Football Enthusiast Bayu Ajianto saat berbincang dalam Podcast Super Taktik di Kantor Tribunnews Solo, Karanganyar, Jawa Tengah.
Skotlandia memberikan perlawanan sengit untuk Maroko dalam matchday kedua di Stadion Boston, Foxborough.
Tapi apesnya, tim asuhan Steve Clarke itu kecolonga di menit awal pertandingan yang menjadi rekor gol tercepat di Piala Dunia kali ini.
Ismael Saibari berhasil menggetarkan jala Skotlandia di detik ke-71, belum genap laga berjalan dua menit.
Dia menerima umpan terobosan dari Brahim Diaz dan berhasil meloloskan diri dari adangan pemain bertahan Skotlandia.
Saat berada di kotak penalti, Saibari melepaskan tembakan voli yang keras menggunakan kaki kirinya ke gawang Skotlandia yang gagal diantisipasi Angus Gunn.
Gol tersebut menjadi satu-satunya gol yang tercipta dalam 2x45 menit waktu pertandingan Skotlandia vs Maroko.
Selama kurun waktu tersebut, Skotlandia cukup merepotkan semifinalis Piala Dunia 2022, ditambah dengan pertahanan mereka yan solid.
Namun sayangnya, McTominay dan kolega tidak cukup klinis ketika berada di sepertiga akhir lapangan yang membuat serangan mereka terasa tumpul.
"Maroko tidak hanya menunjukkan kelas mereka tetapi juga kecenderungan mereka untuk memulai pertandingan dengan kuat," kata analis BBC yang ditulis Amy Canavan.
"Skotlandia sangat menyadari ancaman tersebut, tetapi mereka tidak mampu mengatasinya."
"Setelah formasi mereka solid dan mulai tenang, tim asuhan Clarke berhasil meredam perlawanan lawan sampai batas tertentu."
"Mereka telah bersungguh-sungguh setelah awal yang mengerikan," tambahnya.
Peluang Skotlandia lolos ke babak 32 besar masih terbuka lebar karena mengantongi tiga poin dari kemenangan melawan Haiti di matchday pertama.
Pada laga kedua melawan Brasil, Skotlandia minimal meraih hasil imbang demi menjaga peluang melalui peringkat tiga terbaik yang nantinya akan diambil delapan tim.
Di waktu yang berbeda, Brasil tampil all out melawan Haiti. Itu adalah momentumnya bagi Selecao besutan Carlo Ancelotti.
Namun, skenario tersebut tidak semudah yang dibayangkan. Brasil harus menunggu sampai jeda water break babak pertama untuk mendapatkan satu gol.
Berawal dari pergerakan Vinicius, Matheus Cunha memanfaatkan kemelut di mulut gawang Haiti pada menit ke-23.
Pada menit ke-36, penyerang Man United itu tidak menyia-nyiakan umpan yang diberikan Vinicius.
Dengan tenang saat berada di kotak penalti, Cunha melepaskan tembakan keras dengan kaki kirinya ke sudut gawang sisi kanan Haiti.
Brasil tidak puas sampai di situ, sesaat sebelum peluit jeda turun minum dibunyikan wasit Vinicius menambah satu gol lagi.
Selama 45 menit kedua, Brasil dan Haiti saling jual beli serangan. Permainan lebih terbuka dan mengalir.
Namun, tidak ada gol tambahan yang tercipta hingga peluit panjang dibunyikan wasit.
Kemenangan 3-0 membawa Brasil ke puncak klasemen Grup C.
Kamis, 25 Juni 2026
(Tribunnews.com/Sina)