Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Bustami | Bener Meriah
SERAMBINEWS.COM, REDELONG - Tensi politik di internal Komite Peralihan Aceh (KPA) Wilayah Bener Meriah mendadak memanas setelah riak perpecahan selama belasan tahun akhirnya tumpah ke publik.
Para mantan kombatan GAM Wilayah Linge versi Tgk Hasbi secara terbuka melayangkan mosi tidak percaya dan mendesak pimpinan tertinggi KPA Pusat, Muzakir Manaf alias Mualem, untuk segera mencopot Sabri alias Pang Reje Bedel dari jabatan Panglima Wilayah.
"Kami semua, mantan kombatan GAM wilayah Linge, tidak menyetujui Sabri alias Pang Reje Bedel menjadi Panglima Wilayah. Kami berharap Mualem segera menggantinya. Ini bukan soal pribadi, ini soal marwah perjuangan," tegas Tgk. Hasbi Idris alias Pang Rafflest, mantan pengawal pribadi Mualem saat di Gunung Gerdueng, Senin (16/6/2026).
Pernyataan sikap yang didukung oleh Leo, Komando, Linud, Cilik, Usman, Rahul, Ramdana, serta puluhan kombatan lain ini diklaim sebagai akumulasi kekecewaan yang terpendam selama kurang lebih 15 tahun.
Tgk. Hasbi membeberkan sejumlah borok kepemimpinan yang dinilai mengabaikan basis di Linge, mulai dari minimnya transparansi anggaran, tiadanya konsolidasi organisasi, penumpukan jabatan, hingga dugaan pelanggaran AD/ART terkait pergantian sepihak Panglima Daerah 1 dari Ahmadi alias Rahul kepada Topantra alias Luas Punging tanpa melalui jalur musyawarah.
Aspirasi ini bahkan diakui sudah diteruskan langsung kepada Wali Nanggroe Aceh, Prof. Dr. Malik Mahmud Al-Haytar, di Banda Aceh demi menyelamatkan marwah perjuangan KPA.
"Semangat kebersamaan di masa rimba kini tinggal kenangan. Dulu satu batang rokok kami hisap bersama, lapar sama-sama, mati sama-sama. Sekarang yang tersisa hanya kegetiran," kenang Tgk. Hasbi dengan nada pilu.
Baca juga: Sejumlah Kabag, Kasat, dan Kapolsek Polres Bireuen Diganti, Ini Pejabatnya
Mendapat hantaman telak dari bawah, Panglima Wilayah KPA Bener Meriah, Sabri alias Pang Reje Bedel, tidak tinggal diam.
Ia langsung memasang barikade pertahanan. Berdiri di tengah barisan para Panglima Daerah (Pangda), Bedel menggelar pertemuan khusus di kawasan Pondok Baru, Kecamatan Bandar, Jumat (19/6/2026).
Pantauan wartawan di lokasi, pertemuan tersebut turut dihadiri puluhan eks kombatan GAM wilayah Bener Meriah, termasuk Sarbinari Mangki yang kini menjabat sebagai anggota DPRK Bener Meriah dari Partai Aceh.
Pertemuan tersebut sengaja digelar untuk memberikan bantahan keras, sekaligus menegaskan bahwa struktur KPA di Tanah Gayo masih sangat solid dan berada di bawah satu komando.
"Kami di sini masih aman-aman saja. Surat mosi yang beredar dan katanya ditandatangani oleh 61 kombatan KPA itu sama sekali tidak benar. Itu sebenarnya hanya surat daftar hadir biasa yang direkayasa oleh mereka seolah-olah menjadi surat mosi penolakan," ujar Sabri menepis isu keretakan tersebut.
Bedel justru balik menyerang dengan membeberkan adanya motif politik dan kepentingan pribadi yang ditunggangi oleh kubu Tgk. Hasbi Idris.
Menurutnya, oknum-oknum yang berteriak lantang di luar struktur hari ini sebenarnya sudah tidak lagi murni berjuang di bawah bendera KPA, melainkan telah menyeberang ke partai politik lain.
Terkait urusan internal organisasi, termasuk pergantian Pangda 1, Bedel mengklaim semua mekanisme sudah berjalan tegak lurus di atas rel yang benar sesuai mandat AD/ART.
"Sebetulnya ini perkara kecil yang sengaja dibesar-besarkan. Intinya, kami dari KPA di Bener Meriah masih sangat solid dan tetap tegak lurus terhadap pimpinan pusat," cetus Bedel.
Di tengah memanasnya suhu internal, Bedel justru melempar seruan sejuk dan mengajak seluruh eks kombatan GAM yang bertebaran di bumi Tanah Sengeda untuk menyudahi konflik horizontal.
Baginya, persatuan para mantan pejuang rimba saat ini jauh lebih mahal harganya demi mengawal arah pembangunan Aceh ke depan, terlebih pucuk pimpinan pemerintah Aceh saat ini berada di tangan mantan Panglima GAM.
Kemudian kekuatan posisi Sabri pun dipertegas oleh kehadiran lima Panglima Daerah yang pasang badan mengawal kepemimpinannya.
Mereka adalah Panglima D1 Topantra alias Punging, Panglima D2 Elfi Syahren alias Munte, Panglima D3 Syuhada alias Kak Ida, Panglima D4 Saifullah alias Fitri, dan Panglima D5 Juliadi alias Bulu Masak.
Mereka kompak menilai serangan dari kubu Tgk. Hasbi bersifat tendensius dan hanya bertujuan merusak nama baik lembaga.
Dimata para panglima daerah, selama ini kepemimpinan Sabri cukup transparan baik perseolah bantuan, daging meugang hingga program-program di internal KPA.
"Tidak ada gejolak sama sekali di tingkat bawah. Kami di sini, lima Panglima Daerah, menyatakan masih mendukung penuh kepemimpinan Pang Reje Bedel sebagai Ketua KPA Bener Meriah. Kami kompak dan tidak akan goyang oleh isu-isu luar," ujar para Panglima Daerah dengan nada tegas.
Di sisi lain, Ketua Tim Ekonomi KPA Wilayah Linge, Nasruddin yang akrab disapa Win Peger turut mengimbau seluruh anggota KPA Linge Bener Meriah untuk tetap menjaga kekompakan di tengah dinamika yang ada.
"Insyaallah kita kuat, dan kebangkitan ekonomi dapat kita raih melalui komunikasi yang terjalin baik dengan Ketua KPA Pusat, H. Muzakir Manaf, yang juga menjabat sebagai Gubernur Aceh," pungkasnya optimis.