Kemenpar Pacu Pemerataan Wisata Bali Utara Hingga Banyuwangi Lewat Forum BBWI 3B
Putu Dewi Adi Damayanthi June 20, 2026 02:03 PM

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR — Ketimpangan arus kunjungan wisatawan antara wilayah Bali Selatan dengan kawasan lainnya terus memicu perhatian serius. 

Guna memecah kepadatan tersebut dan sekaligus memperkuat gaung kampanye nasional #DiIndonesiaAja, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menggelar Forum Table Top Bangga Berwisata di Indonesia (BBWI).

Langkah strategis ini difokuskan pada pengembangan konsep pariwisata regeneratif di poros strategis Buleleng, Jembrana, dan Banyuwangi, yang akrab disingkat kawasan 3B (Bali Utara, Bali Barat, dan Banyuwangi).

Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata, Ni Made Ayu Marthini, menjelaskan Forum Table Top BBWI 3B merupakan salah satu strategi untuk menjawab tantangan utama pariwisata Bali, yakni tingginya konsentrasi kunjungan wisatawan di kawasan Bali Selatan. 

Baca juga: Penataan Pantai Kuta Bali Dilakukan Bertahap, Jadi Sorotan Wisatawan Karena Abrasi

Melalui kegiatan ini, arus kunjungan diharapkan dapat tersebar lebih merata sehingga manfaat ekonomi pariwisata dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat di Buleleng, Jembrana, maupun Banyuwangi.

"Program promosi 3B merupakan hasil kolaborasi strategis antara Kementerian Pariwisata, pemerintah daerah, dan seluruh pelaku industri pariwisata di ketiga kabupaten. Tujuannya jelas, yakni memperpanjang lama tinggal wisatawan atau length of stay sekaligus meningkatkan nilai belanja mereka. Kami berharap forum ini menjadi wadah lahirnya transaksi bisnis dan kemitraan antara penjual dan penyusun paket wisata sehingga tercipta produk-produk wisata yang menarik dan siap menyambut momentum libur sekolah pada Juni–Juli," kata Ni Made Ayu, Sabtu 20 Juni 2026.

Hingga saat ini, Pulau Dewata memang masih memegang status sebagai magnet utama (top of mind) pelancong. 

Berdasarkan statistik Kemenpar sepanjang Januari hingga April 2026, arus kedatangan wisatawan mancanegara meroket hingga 4,68 juta kunjungan—naik sebesar 8,24 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu—di mana Bali memegang peran krusial sebagai gerbang masuk utama.

Di sektor domestik, gairah pergerakan wisatawan nusantara (wisnus) juga menunjukkan performa yang menjanjikan. 

Memasuki kuartal I–II 2026, pergerakan wisnus menembus angka 417,06 juta perjalanan, atau tumbuh 1,48 persen secara tahunan. 

Lonjakan pergerakan inilah yang dinilai menjadi momentum emas untuk mengalihkan distribusi ekonomi pariwisata agar tidak melulu menumpuk di selatan, melainkan melebar ke area potensial seperti Bali Utara, Bali Barat, dan Banyuwangi.

Pertemuan bisnis bermodel table top ini digelar pada Rabu, 10 Juni 2026, bertempat di Harris Sunset Road, Denpasar, Bali. 

Forum ini mempertemukan para pelaku usaha lokal dari kawasan 3B langsung dengan para agen perjalanan serta operator tur (travel agent/tour operator). 

Selain memfasilitasi perluasan jaringan bisnis dan kerja sama nyata, ajang ini juga dimanfaatkan oleh perwakilan dinas pariwisata setempat untuk memaparkan regulasi terbaru serta proyeksi arah pembangunan pariwisata di daerah masing-masing.

Asisten Deputi Pemasaran Pariwisata Nusantara Kementerian Pariwisata, Erwita Dianti, mengatakan kegiatan ini diikuti oleh 30 pelaku usaha pariwisata terkurasi (sellers) yang mewakili sektor akomodasi, jasa pariwisata, dan desa wisata unggulan. 

Di antaranya adalah Plataran Menjangan Resort & Spa, Elevate Bali, Puri Dajuma Beach Eco-Resort & Spa, Umadewi Surf & Retreat, The Lovina, Villa So Long, dan Desa Wisata Les.

Sebaliknya, ada sekitar 90 pembeli (buyers) terkurasi yang datang dari lintas asosiasi papan atas seperti ASITA, AITTA, ASPPI, ASTINDO, dan INTOA, hingga perusahaan biro perjalanan raksasa semisal TUI Musement, Y&R MICE, Come2Indonesia, Pacto, Happy Trails, Indoplan, dan Manumadi.

"Kami secara khusus mengundang para buyers yang memiliki reputasi tinggi, baik dari sisi kualitas layanan maupun tingkat kepercayaan masyarakat, untuk berkolaborasi dengan pelaku usaha pariwisata kawasan 3B. Sinergi ini diharapkan melahirkan produk dan paket wisata yang berkualitas, kompetitif, serta mampu menjawab kebutuhan wisatawan saat ini," kata Erwita.

Forum ini menjadi bagian integral dari strategi besar BBWI dalam mengejar target ambisius 1,2 miliar perjalanan wisnus sepanjang tahun 2026. 

Dengan memanfaatkan momentum libur sekolah yang sedang berjalan, diversifikasi paket wisata alternatif di koridor 3B diharapkan bisa menjadi opsi segar bagi keluarga Indonesia, sekaligus memecah sentralisasi turis di Bali Selatan.

"Potensi transaksi yang dihasilkan dari kegiatan ini diperkirakan mencapai Rp3,67 miliar dengan potensi pemesanan produk, paket wisata, dan akomodasi sebanyak 6.830 orang. Selanjutnya, para sellers akan menindaklanjuti komunikasi dengan seluruh potential buyers terkait permintaan contract rate maupun penjadwalan site inspection," kata Erwita.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.