Gubernur NTB Ungkap Penyebab Proyek Jalan Lenangguar-Lunyuk Belum Rampung
Idham Khalid June 20, 2026 02:04 PM

 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Robby Firmansyah 

TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Molornya penyelesaian proyek jalan Lenangguar-Lunyuk di Kabupaten Sumbawa kembali menjadi sorotan. Ruas jalan yang menghubungkan wilayah selatan Pulau Sumbawa tersebut hingga kini belum rampung meski telah beberapa kali mendapatkan perpanjangan waktu pelaksanaan atau adendum.

Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal mengungkap penyebab belum selesainya proyek jalan tersebut, karena ada persoalan terkait dengan bahan baku aspal yang akan digunakan.

"Jadi karena ada masalah dalam produksi aspalnya sehingga terkendala tapi insya Allah selesai," kata Iqbal.

Iqbal mengatakan proyek jalan tersebut terdapat dua segmen, yang saat ini menjadi perhatian adalah proyek dari anggaran tahun 2025 yang mestinya sesuai dengan adendum terakhir harus selesai 30 Mei lalu.

Namun nyatanya sampai saat ini belum dinyatakan selesai, Iqbal menjelaskan proyek jalan ini bisa dikatakan selesai jika markingnya sudah selesai dikerjakan.

"Karena kan saya minta sekarang semua jalan provinsi dikatakan selesai, kalau markingnya sudah selesai, penanda jalannya sudah selesai," kata Iqbal.

Ia juga menambahkan pada awal Mei lalu sudah meninjau ruas jalan Lenangguar-Lunyuk ini namun pada segmen berbeda, pada saat itu mantan Dubes Indonesia untuk Turki ini memerintahkan agar anggaran biaya tidak terduga (BTT) bisa digunakan.

"Jadi segmen yang kita ngomongin ini, segmen yang peninggalan dari tahun lalu yang bermasalah dengan kontraktornya. Sedangkan segmen lainnya yang saya perintahkan kemarin pada saat saya kunjungan itu melalui BTT," kata Iqbal.

Baca juga: PUPR Lombok Timur Perkuat Penanganan Jalan Rusak, Siapkan Alat Berat untuk Rehabilitasi Swakelolan

Hanya saja ia tidak menyebutkan besaran anggaran BTT yang dialokasikan untuk perbaikan jalan tersebut, sementara pada tahun 2025 anggaran untuk ruas jalan ini sebesar Rp20 miliar.

Proyek ini sebagai upaya pemerintah melakukan pemerataan pembangunan infrastruktur di Pulau Sumbawa. Ini dibuktikan pada tahun lalu juga selain Lenangguar-Lunyuk, ruas jalan Simpang Tano-Seteluk sepanjang 3 kilometer juga diberikan anggaran untuk perbaikan sebesar Rp32,5 miliar  dan sudah selesai dikerjakan.

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.