Beruang Madu di Pasaman Melawan Saat Dibius, Kaki Luka Terjerat Nilon
Muhammad Iqbal June 20, 2026 03:02 PM

TRIBUNPADANG.COM, PASAMAN– Seekor beruang madu ditemukan dalam kondisi terjerat perangkap babi hutan di kawasan Jorong Kuamang, Nagari Panti Timur, Kecamatan Panti, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat, Jumat (19/6/2026).

Satwa dilindungi tersebut diketahui terperangkap jerat berbahan nilon yang dipasang di area perkebunan warga. Akibatnya, kaki kanan depan beruang mengalami luka.

Kepala Resort Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Pasaman, Edi Susilo, mengatakan informasi mengenai keberadaan beruang yang terjerat diterima dari warga sekitar pada Jumat siang.

Baca juga: Induk dan Anak Harimau Muncul di Palupuh Agam Usai Kejar Babi, BKSDA Pasang 5 Kamera Trap

"Laporan masuk dari masyarakat sekitar pukul 11.56 WIB. Setelah menerima informasi itu, petugas langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan evakuasi," kata Edi Susilo, Sabtu (20/6/2026).

Menurut Edi, saat ditemukan kondisi beruang masih cukup baik dan diduga belum lama terperangkap dalam jerat tersebut.

"Ketika ditemukan, kondisi satwa masih sehat. Kemungkinan baru terjerat pada bagian kaki kanan depan," ujarnya.

Petugas Lakukan Pembiusan

Dalam proses penyelamatan, petugas BKSDA terlebih dahulu melakukan pembiusan terhadap beruang madu guna menghindari risiko serangan saat evakuasi berlangsung.

Edi menjelaskan, beruang sempat menunjukkan perlawanan ketika proses pembiusan dilakukan. Namun situasi itu berhasil dikendalikan oleh tim yang bertugas.

Baca juga: Resahkan Warga Talamau Pasaman Barat, BKSDA Pasang Kandang Jebak untuk Evakuasi Beruang Madu

Setelah satwa berhasil diamankan, petugas melepaskan jerat yang melilit kaki beruang dan memberikan penanganan awal terhadap luka yang dialami.

"Luka terdapat pada bagian telapak kaki kanan depan akibat gesekan jerat nilon," katanya.

Jalani Karantina Sebelum Dilepasliarkan

Usai dievakuasi dari lokasi, beruang madu tersebut dibawa ke kantor BKSDA di Lubuk Sikaping untuk menjalani masa karantina dan pemulihan kondisi kesehatan.

Selama masa perawatan, petugas akan memantau perkembangan luka serta kondisi fisik satwa sebelum dikembalikan ke habitat alaminya.

"Setelah pulih dan dinyatakan sehat, beruang akan dilepasliarkan kembali ke habitatnya," ujar Edi.

300 Meter dari Rumah Warga

Berdasarkan keterangan warga, dalam beberapa waktu terakhir terdapat dua ekor beruang yang kerap terlihat di sekitar kawasan tersebut.

Lokasi beruang ditemukan terjerat berada di kebun karet milik warga yang berada di daerah perbukitan, sekitar 300 meter dari permukiman penduduk.

Atas kejadian itu, BKSDA mengimbau masyarakat untuk tidak memasang jerat babi di kawasan perkebunan maupun wilayah yang menjadi lintasan satwa liar.

Menurut Edi, selain membahayakan hewan buruan, jerat juga berpotensi melukai bahkan mengancam keselamatan satwa dilindungi yang hidup di kawasan hutan sekitar.

"Jerat yang dipasang untuk babi hutan sering kali mengenai satwa lain, termasuk satwa yang dilindungi. Karena itu kami mengimbau masyarakat untuk tidak menggunakan cara tersebut," tegasnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.