Tanjung Verde menulis bab luar biasa dalam sejarah Piala Dunia setelah menjadi tim pertama yang mencetak gol perdana mereka di ajang FIFA World Cup melalui tendangan bebas langsung sejak rekor dimulai pada tahun 1966. Kisah dongeng mereka di Piala Dunia 2026 berlanjut dengan hasil imbang 2-2 melawan Uruguay.
Gol spektakuler Kevin Pina pada menit ke-21 bukan hanya menjadi gol pertama Tanjung Verde di Piala Dunia, tetapi juga menorehkan pencapaian statistik unik dalam catatan sejarah turnamen. Gol tersebut melengkapi malam luar biasa lainnya bagi tim debutan ini, yang sebelumnya mengejutkan dunia dengan hasil imbang melawan Spanyol dan kini kembali tampil gemilang melawan juara dunia dua kali.
Dengan dua poin dari dua pertandingan di Grup H, Tanjung Verde masih memiliki peluang besar untuk mencetak sejarah dengan lolos ke babak gugur.
Sejarah tendangan bebas dan permainan tanpa rasa takut
Momen brilian Pina terjadi ketika ia melepaskan tendangan bebas melengkung melewati pagar betis pertahanan Uruguay, membuat kiper veteran Fernando Muslera tak berdaya. Gol tersebut langsung mengukir nama Tanjung Verde dalam sejarah sepak bola sebagai tim pertama sejak 1966 yang mencetak gol debut di Piala Dunia melalui tendangan bebas langsung.
Uruguay sempat membalikkan keadaan lewat gol Maxi Araújo dan Agustín Canobbio sebelum turun minum. Namun, Tanjung Verde tidak menyerah begitu saja.
Helio Varela, yang masuk di babak kedua, memanfaatkan kesalahan pertahanan dari Mathias Olivera dan dengan tenang menyelesaikan peluang ke gawang kosong untuk menyamakan kedudukan. Hasil tersebut memastikan catatan tak terkalahkan timnya tetap terjaga.
Pelatih Pedro Leitão Brito memuji hasil ini sebagai simbol ketahanan timnya, dengan mengatakan bahwa negara-negara kecil dapat “berdiri sejajar dengan para raksasa” ketika keyakinan dan organisasi berpadu.
Malam rekor bagi para penjaga gawang
Pertandingan ini juga mencatatkan tonggak langka dalam sejarah penjaga gawang. Kiper Tanjung Verde, Vozinha (40 tahun dan 18 hari), serta kiper Uruguay, Fernando Muslera (40 tahun dan 5 hari), menjadi pasangan penjaga gawang pertama berusia di atas 40 tahun yang sama-sama tampil sebagai starter dalam satu pertandingan Piala Dunia.
Kehadiran dua pemain berpengalaman ini menambah daya tarik tersendiri pada laga bersejarah tersebut, melambangkan ketahanan dan pengalaman di level tertinggi sepak bola.
Vozinha, salah satu sosok yang mencuri perhatian dalam turnamen ini, kembali menunjukkan ketenangan dan kepemimpinan luar biasa, disoraki para pendukung yang mengubah stadion menjadi lautan perayaan Tanjung Verde usai peluit akhir dibunyikan.
Kisah dongeng yang semakin menguat
Bagi negara kecil dengan penduduk hanya sekitar setengah juta jiwa, kebangkitan Tanjung Verde menjadi salah satu cerita paling inspiratif dalam format baru Piala Dunia dengan 48 tim peserta. Setelah menahan imbang Spanyol tanpa gol di laga pembuka, kemampuan mereka kembali menahan Uruguay semakin memperkuat keyakinan akan kemungkinan melangkah ke fase gugur.
Helio Varela menggambarkan perasaannya setelah mencetak gol internasional pertamanya sebagai momen yang “tak terbayangkan” dalam debut Piala Dunia-nya.
Dengan satu laga grup tersisa melawan Arab Saudi, mimpi Tanjung Verde masih sangat hidup — dan perjalanan bersejarah mereka kini tampak bukan lagi sekadar kejutan, melainkan pernyataan nyata kepada dunia sepak bola.