Roy Suryo dan Dokter Tifa Dirawat Inap di RS Polri, Refly Harun Sebut Rekomendasi Dokter
Rusaidah June 20, 2026 03:03 PM

 

BANGKAPOS.COM -- Perkembangan terbaru dalam kasus dugaan ijazah palsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo kembali menarik perhatian publik.

Pada Jumat (19/6/2026) malam, Roy Suryo dan Tifauzia Tyassuma atau Dokter Tifa diketahui menjalani perawatan inap di RS Polri Kramat Jati setelah menjalani serangkaian pemeriksaan kesehatan.

Kuasa hukum keduanya, Refly Harun, menegaskan bahwa keputusan untuk menjalani rawat inap berasal dari rekomendasi tenaga medis, bukan atas permintaan Roy Suryo maupun Dokter Tifa.

"Bahwa baik Dokter Tifa maupun Mas Roy Suryo, atas rekomendasi dokter, bukan atas permintaan sendiri ya, rekomendasi dokter, itu dilakukan treatment rawat inap. Itu aja," ujar Refly di RS Polri Kramat Jati, Jumat.

Baca juga: PLN UP3 Belitung Sosialisasi K3 dan Program Find On di Desa Air Selumar

Ditemukan Keluhan Kesehatan Saat Pemeriksaan
Menurut Refly, kondisi kedua kliennya pada awalnya tampak normal. Namun setelah menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Instalasi Gawat Darurat (IGD), tim dokter menemukan adanya penyakit bawaan yang memerlukan penanganan lebih intensif.

"Sebenarnya kondisinya baik-baik saja, tetapi dia punya katakanlah sakit bawaan. Nah, sakit bawaan itu yang kemudian ditemukan dalam proses pemeriksaan. Dan ketika dicek, 'Wah ini enggak bisa nih kalau enggak rawat inap,' kata dokternya," ucap Refly.

Kondisi kesehatan keduanya kemudian menjadi perhatian, terutama setelah Dokter Tifa terlihat dalam kondisi lemas saat meninggalkan ruang pemeriksaan.

Dokter Tifa Keluar IGD Menggunakan Kursi Roda

Sorotan publik semakin besar ketika Dokter Tifa terlihat keluar dari IGD dengan menggunakan kursi roda. Pemandangan tersebut disaksikan langsung oleh sejumlah wartawan yang telah menunggu perkembangan kasus sejak sore hari.

Refly menjelaskan bahwa kondisi tersebut dipicu oleh kambuhnya penyakit GERD yang diderita kliennya. Menurutnya, faktor kelelahan, belum sempat makan sejak pagi, serta tekanan mental selama proses hukum turut memengaruhi kondisi kesehatan Dokter Tifa.

"Tadi, yang saya katakan penyakit bawaan tadi, ya. Jadi salah satunya GERD-nya kambuh gitu kan. Karena, kenapa GERD-nya kambuh? Karena dia enggak makan, dari pagi. Dan menghadapi stres yang tinggi karena ujian," ungkapnya.

Bahkan, saat hendak dipindahkan menuju ruang perawatan di Gedung Anton Soedjarwo, Dokter Tifa sempat dibantu dan ditopang oleh beberapa orang.

Roy Suryo Awalnya Enggan Dirawat

Di sisi lain, Refly mengungkapkan bahwa Roy Suryo sempat menolak saran dokter untuk menjalani rawat inap.

Namun setelah berdiskusi dengan pihak keluarga, terutama istrinya, Roy akhirnya memutuskan mengikuti rekomendasi medis yang diberikan.

Meski demikian, Refly enggan menjelaskan secara detail kondisi kesehatan yang dialami Roy Suryo.

"Begini, enggak mungkin kita bicara sakit orang. Tapi sakitnya ya kurang lebih sama lah dengan saya ya. Gitu, ya sakit-sakit yang. Sebenarnya yang diteliti Dokter Tifa, hah itu kuncinya, clue-nya gitu ya," katanya.

Dipindahkan ke Gedung Anton Soedjarwo
Sebelum menjalani perawatan, Roy Suryo dan Dokter Tifa terlebih dahulu menjalani pemeriksaan kesehatan di IGD RS Polri hingga sekitar pukul 19.57 WIB.

Setelah pemeriksaan selesai, Roy terlihat berjalan menuju kendaraan yang membawanya ke lokasi perawatan sambil didampingi petugas kepolisian. Saat dicegat awak media, ia hanya memberikan tanggapan singkat.

"Hasil (pemeriksaan) tanyakan penyidik," teriak Roy Suryo.

Sementara itu, Dokter Tifa dipindahkan menggunakan kursi roda menuju Gedung Anton Soedjarwo yang berada di kompleks RS Polri. Setibanya di lokasi, ia kembali dibantu oleh Refly Harun dan sejumlah tenaga medis, sedangkan Roy memasuki gedung dengan berjalan kaki didampingi anggota Polda Metro Jaya.

(Bangkapos.com/Tribun Trends/Tribunnews)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.