Sejarah Hari Musik Sedunia Diperingati Setiap 21 Juni, Tema dan Tujuan Musik untuk Semua
Lisma Noviani June 20, 2026 03:32 PM

TRIBUNSUMSEL.COM -- Setiap tanggal 21 Juni, dunia dihiasi oleh alunan melodi yang mengalir dari sudut-sudut kota, taman publik, hingga platform digital. 

Tanggal tersebut diperingati sebagai Hari Musik Sedunia atau dalam bahasa Inggris disebut World Music Day dan dalam bahasa Prancis dikenal dengan nama Fête de la Musique.

Pada tahun 2026, perayaan Hari Musik Sedunia 2026 kembali menyatukan jutaan seniman, penikmat, dan komunitas kreatif dalam semangat yang sama: musik untuk semua, oleh semua, dan dari semua.

Sejarah Hari Musik Sedunia Diperingati Setiap 21 Juni


Dikutip dari wikipedia dan jaringan internasional Fête de la Musique serta pedoman UNESCO terkait warisan budaya takbenda.

Gagasan Hari Musik Sedunia lahir di Prancis pada tahun 1982 atas inisiatif Jack Lang, Menteri Kebudayaan Prancis saat itu, dan Maurice Fleuret, seorang komposer dan peneliti musik. 

Keduanya mengamati bahwa meskipun jutaan orang di Prancis memainkan alat musik, hanya segelintir yang memiliki kesempatan tampil di ruang publik. 

Dari sinilah lahir konsep revolusioner: membuat musik gratis, terbuka, dan dapat diakses oleh siapa saja.

Tanggal 21 Juni dipilih karena bertepatan dengan titik balik musim panas (summer solstice) di belahan bumi utara, hari terpanjang dalam setahun yang secara simbolis melambangkan cahaya, energi, dan kebangkitan kreativitas. 

Perayaan pertama digelar pada 21 Juni 1982 di Paris dengan ratusan pertunjukan jalanan. Dalam waktu kurang dari satu dekade, ide ini menyebar ke lebih dari 850 kota di seluruh dunia. 

Hingga 2026, Hari Musik Sedunia telah diadopsi oleh lebih dari 120 negara dan pada tahun 2021 resmi diakui oleh UNESCO sebagai bagian dari Warisan Budaya Takbenda Kemanusiaan (Intangible Cultural Heritage of Humanity).


Tema dan Tujuan Peringatan 21 Juni 2026

Secara resmi, Hari Musik Sedunia tidak memiliki tema tunggal yang mengikat seluruh negara, karena setiap komunitas atau kementerian kebudayaan biasanya menetapkan fokus lokal sesuai konteks sosialnya. 

Namun, secara global, perayaan tahun 2026 secara umum mengusung semangat "Harmoni dalam Keragaman & Musik untuk Masa Depan yang Inklusif"

Tema ini mencerminkan tiga arah utama yang sedang digalakkan oleh jaringan Fête de la Musique internasional dan UNESCO:

Hari Musik Sedunia didirikan dengan beberapa tujuan strategis yang masih relevan hingga kini:

  • Demokratisasi Musik: Menjadikan musik bukan sebagai komoditas eksklusif, melainkan hak budaya yang dapat dinikmati dan diciptakan oleh siapa saja tanpa batasan biaya atau latar belakang.
  • Panggung untuk Semua: Memberikan ruang bagi musisi amatir, jalanan, tradisional, hingga profesional untuk tampil berdampingan.
  • Memperkuat Ikatan Komunitas: Mengubah ruang publik menjadi arena interaksi sosial yang mengurangi kesenjangan, prasangka, dan isolasi.
  • Mendorong Ekosistem Kreatif: Meningkatkan visibilitas seniman independen, memicu pertumbuhan industri musik lokal, dan membuka peluang ekonomi berkelanjutan.

Di tengah dinamika dunia yang semakin kompleks, Hari Musik Sedunia 2026 menyimpan makna :

Bahwa musik sebagai bahasa Universal Pemersatu.  Musik mampu menembus batas bahasa, agama, dan ideologi. Bahkan musik sebagai pemersatu dunia.

Di tahun 2026, ketika polarisasi sosial dan konflik regional masih terjadi, musik berperan sebagai "diplomasi lunak" yang membangun empati.

Musik juga sebagai Penopang Kesehatan Mental & Kesejahteraan.  Riset neurosains dan psikologi semakin mengonfirmasi bahwa partisipasi aktif maupun pasif dalam musik menurunkan stres, meningkatkan kognisi, dan mempererat ikatan emosional.

Musik sebagai Pelestarian Warisan Takbenda. Banyak tradisi musik lokal terancam punah akibat homogenisasi budaya digital. 

Hari Musik Sedunia, sebagai peringatan dan pengingat kolektif untuk mendokumentasikan, mengajarkan, dan menghidupkan kembali akar musik nusantara maupun dunia.

Demikian Sejarah Hari Musik Sedunia Diperingati Setiap 21 Juni, Tema dan Tujuan Peringatan: Musik untuk Semua. (lis/berbagai sumber)

Baca juga: Arti Wa Naudzu Billahi Min Syururi Anfusina Wa Min Sayyiati Amalina Doa Pembuka Mengawali Pidato

Baca juga: 10 Prompt AI Siap Pakai Membuat Animasi, Kartun hingga Stiker Tema Naik Kelas, Gunakan Foto Diri

Baca juga: Hal-hal yang Perlu Diperhatikan dalam Memberi Hadiah untuk Guru, Inilah Hukumnya dalam Islam

Baca juga: Arti Allahumma Alhimni Rusdi Wa Aidzni Min Syarri Nafsi, Doa Perlindungan agar tidak Berperan Jahat

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.