Jalur Aceh Timur–Gayo Lues Terancam Putus Akibat Abrasi Sungai di Serbajadi
Muliadi Gani June 20, 2026 03:54 PM

 

PROHABA.CO, ACEH TIMUR – Jalan provinsi yang berada di Desa Nalon, kawasan Kulwet, Kecamatan Serbajadi, atau yang dikenal warga sebagai Jalur Durin Dun-Dun, terancam putus akibat abrasi sungai yang terus mengikis badan jalan.

Jalan yang menghubungkan Kabupaten Aceh Timur dengan Kabupaten Gayo Lues kini dalam kondisi kritis.

Berdasarkan informasi yang diterima pada Sabtu (20/6/2026), arus sungai di sekitar lokasi semakin agresif menggerus bahu jalan secara bertahap.

Kondisi ini membuat struktur jalan kian menyempit dan rawan amblas, sehingga membahayakan pengguna jalan yang melintas setiap hari.

Jika tidak segera dilakukan penanganan, jalur vital tersebut dikhawatirkan akan terputus total.

Dampaknya tidak hanya mengganggu mobilitas warga, tetapi juga berpotensi melumpuhkan aktivitas ekonomi masyarakat di wilayah pedalaman Kecamatan Serbajadi yang sangat bergantung pada akses tersebut.

Baca juga: Jalan Tak Kunjung Diaspal, Warga Tanjong Ara Aceh Utara Tanam Pohon Pisang hingga Blokir

Sudirman, warga setempat, mengatakan kondisi jalan semakin mengkhawatirkan dari hari ke hari.

Ia menilai tanpa tindakan cepat dari pihak berwenang, risiko kecelakaan hingga jatuhnya korban jiwa sangat mungkin terjadi.

“Setiap hari kondisi jalan semakin mengkhawatirkan.

Kalau tidak segera ditangani, kami khawatir jalan ini bisa putus total dan membahayakan pengendara yang melintas,” ujarnya.

Selain mengancam akses transportasi antar-kabupaten, abrasi sungai juga mulai merembet ke area sekitar.

Sejumlah lahan produktif milik warga yang berada di bantaran sungai dilaporkan mulai terkikis, sehingga menambah kekhawatiran masyarakat setempat.

Warga Kecamatan Serbajadi mendesak pemerintah untuk segera mengambil langkah konkret sebelum kondisi semakin parah.

Baca juga: Satpol PP-WH Aceh Besar Perketat Pengawasan Bukit Lamreh Usai Dugaan Pungli Wisatawan

Jalur Durin Dun-Dun disebut sebagai urat nadi utama yang menunjang aktivitas harian masyarakat, termasuk distribusi barang dan hasil pertanian.

“Jalur ini sangat penting bagi aktivitas kami sehari-hari.

Kami berharap pemerintah segera turun tangan sebelum semuanya terlambat,” kata Sudirman.

Masyarakat Kecamatan Serbajadi juga meminta Pemerintah Kabupaten Aceh Timur, Pemerintah Provinsi Aceh, serta instansi teknis terkait segera melakukan penanganan darurat di lokasi. 

Salah satu solusi yang diusulkan adalah pembangunan pengaman tebing berupa sheet pile atau tanggul darurat untuk menahan laju erosi sungai.

Langkah cepat dinilai sangat penting tidak hanya untuk menjaga keselamatan pengguna jalan, tetapi juga untuk mencegah terganggunya stabilitas ekonomi masyarakat di kawasan pedalaman yang sangat bergantung pada jalur tersebut," pungkasnya.

(Serambinews.com/Maulidi Alfata)

Baca juga: Banjir Dadakan Krueng Meureudu Kejutkan Warga Pidie Jaya, Jalan Nasional Ikut Tergenang

Baca juga: Waspada! Jalan Danau Paris Aceh Singkil Rawan Longsor Jelang Arus Mudik

Baca juga: Nelayan Remaja Aceh Timur Dibebaskan dari Thailand, 18 Rekannya Masih Ditahan

 

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.