USK dan UII Teken MoA dan Bahas Ketahanan Masyarakat Hadapi Krisis dan Bencana
Muliadi Gani June 20, 2026 03:54 PM

 

PROHABA.CO, BANDA ACEH - Program Studi Doktor Ilmu Kebencanaan (DIB) Sekolah Pascasarjana Universitas Syiah Kuala (USK) menyelenggarakan Seminar Series I bertajuk “Memori, Perdamaian, dan Ketahanan Masyarakat Dalam Menghadapi Krisis dan Bencana”.

Kegiatan ini berlangsung secara hybrid di Mini Theatre Sekolah Pascasarjana USK dengan mempertemukan akademisi, mahasiswa, peneliti, praktisi, serta masyarakat umum untuk mendiskusikan hubungan antara memori, perdamaian, media, dan ketahanan masyarakat menghadapi berbagai krisis dan bencana.

Kegiatan ini diawali dengan laporan Ketua Program Studi Doktor Ilmu Kebencanaan, Prof Dr Muksin MSi, MPhil, yang menegaskan pentingnya pengembangan ruang akademik yang mampu menjembatani berbagai perspektif ilmu pengetahuan dalam memahami dinamika bencana, konflik, dan proses pemulihan masyarakat.

Selanjutnya, sambutan disampaikan oleh Direktur Sekolah Pascasarjana USK, Prof Dr Hizir SSi.

Seminar secara resmi dibuka oleh Prof Dr Taufiq Carnegie Dawood MEc.Dev selaku Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) USK yang hadir mewakili Rektor USK, Prof Mirza Tabrani DBA. 

Dalam sambutannya, Taufiq menekankan pentingnya penguatan kolaborasi lintas disiplin dan lintas institusi dalam pengembangan ilmu kebencanaan, perdamaian, dan ketahanan masyarakat.

Baca juga: Mahasiswa USK Raih Emas di IYBC 2026 Lewat Inovasi Hand Cream Berbahan Jamblang dan Nilam

Menurutnya, tantangan krisis dan bencana yang semakin kompleks membutuhkan pendekatan yang tidak hanya berfokus pada aspek teknis, tetapi juga memperhatikan dimensi sosial, budaya, dan kemanusiaan.

Salah satu agenda utama dalam kegiatan ini adalah penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) antara Fakultas Ilmu Sosial Budaya Universitas Islam Indonesia (FISB UII) Yogyakarta dengan Sekolah Pascasarjana USK yang meliputi Program Studi Doktor Ilmu Kebencanaan (DIB), Magister Ilmu Kebencanaan (MIK), dan Magister Damai dan Resolusi Konflik (MDRK), serta LPPM USK melalui Pusat Riset Ilmu Sosial dan Budaya (PRISB) dan Tsunami and Disaster Mitigation Research Center (TDMRC) USK.

Penandatanganan MoA dilakukan oleh Prof Dr rer soc Masduki SAg, MSi selaku Dekan FISB Universitas Islam Indonesia, Prof Dr Hizir selaku Direktur Sekolah Pascasarjana USK, Prof Dr Taufi q Carnegie Dawood selaku Ketua LPPM USK, dan Prof Dr Muksin MPhil selaku Ketua TDMRC USK.

Kerja sama ini diharapkan dapat memperkuat kolaborasi dalam bidang pendidikan, penelitian, publikasi ilmiah, seminar akademik, pengembangan kebijakan, serta pengabdian kepada masyarakat pada isu-isu sosial, budaya, perdamaian, dan kebencanaan.

Memasuki sesi seminar, Prof Dr Masduki MSi menyampaikan materi bertajuk “Media, Komunikasi Publik, dan Ketahanan Sosial dalam Situasi Krisis dan Bencana.” Dalam paparannya, Masduki menjelaskan bahwa media memiliki peran yang jauh lebih luas daripada sekadar menyampaikan informasi.

Baca juga: Tiga Mahasiswi FK USK Raih Medali Emas di Ajang Inovasi Internasional Shanghai 2026

Media turut membentuk cara masyarakat memahami krisis, mengingat peristiwa masa lalu, serta membangun makna terhadap proses pemulihan.

Oleh karena itu, komunikasi publik yang inklusif dan berorientasi pada masyarakat menjadi elemen penting dalam membangun ketahanan sosial di tengah berbagai situasi krisis dan bencana.

Narasumber kedua, Dr Hamdani M. Syam MA, membawakan materi “Jurnalisme Damai: Media, Konflik, dan Rekonsiliasi dalam Masyarakat Pascakonfl ik.

” Sebagai akademisi yang telah lama meneliti isu media dan perdamaian, Dr Hamdani menyoroti pentingnya pendekatan ‘peace journalism’ dalam peliputan konflik.

Menurutnya, media tidak hanya berperan sebagai pengamat atau penyampai informasi, tetapi juga memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan narasi yang mampu mendorong dialog, mengurangi polarisasi, serta mendukung proses rekonsiliasi.

Dalam konteks Aceh, pengalaman panjang konflik menunjukkan bahwa media dapat menjadi instrumen penting dalam membangun pemahaman bersama dan memperkuat perdamaian yang berkelanjutan.

Pada sesi berikutnya, Alfi Rahman MSi, PhD, Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) USK menyampaikan materi berjudul “Layered Disasters and Contested Memory: Konflik, Tsunami, dan Pemulihan Pascakrisis di Aceh.

” Dalam presentasinya, Alfi yang juga Direktur Pusat Riset Ilmu Sosial dan Budaya (PRISB) serta Dosen Program Magister dan Doktor Ilmu Kebencanaan dan Program Magister Damai dan Resolusi Konfl ik (MDRK) ini memaparkan hasil penelitian terbaru yang dipublikasikan dalam Asian Journal of Social Science.

(Yarmen Dinamika)

Baca juga: Dua Mahasiswa Fakultas Pertanian USK Borong 5 Gelar Juara Nasional di Bidang Seni dan Kreativitas

Baca juga: Tiga Mahasiswi Biologi FMIPA USK Raih Juara Nasional Lewat Inovasi Smart Hydrogel

Baca juga: UBBG Kukuhkan Dua Guru Besar Baru di Milad ke-5, Perkuat Posisi Akademik di Aceh

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.