TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Mantan pemain Tim Nasional Indonesia U-19, Jack Brown, membagikan dua kunci utama bagi anak-anak yang bercita-cita menjadi pesepak bola profesional dan membela Timnas Indonesia, yakni kerja keras dan disiplin.
Pesan tersebut disampaikan Brown saat memberikan coaching clinic dan sesi motivasi kepada peserta Mercu Buana Football School (MBFS) di Jakarta, Sabtu (20/6/2026).
Di hadapan puluhan siswa yang sebagian besar masih berusia anak-anak, Brown berbagi pengalaman mengenai perjalanan panjang yang harus dilalui untuk mencapai level tertinggi dalam dunia sepak bola.
Menurutnya, banyak pemain muda memiliki mimpi menjadi pesepak bola profesional atau memperkuat tim nasional. Namun, bakat semata tidak cukup untuk mewujudkan cita-cita tersebut.
"Menjadi pemain timnas bukan hal yang mudah. Dibutuhkan kerja keras, kedisiplinan, dan kemauan untuk terus belajar, giat berlatih dengan serius, serta tidak mudah menyerah," ujar Brown.
Mantan penggawa Timnas Indonesia U-19 itu menilai pembinaan usia dini merupakan fondasi penting dalam mencetak pemain berkualitas. Selain mengasah kemampuan teknis, proses pembinaan juga berperan membentuk karakter, sportivitas, mental bertanding, dan daya juang yang dibutuhkan saat memasuki level kompetisi yang lebih tinggi.
Karena itu, Brown menyambut positif kehadiran MBFS maupun sekolah sepak bola lainnya yang berfokus pada pembinaan pemain usia dini.
"Saya berharap dari sekolah sepak bola ini akan muncul bakat-bakat besar yang suatu saat bisa mengenakan seragam Timnas Indonesia dan mengharumkan nama bangsa," katanya.
Mercu Buana Football School sendiri dibuka untuk anak-anak usia 5 hingga 12 tahun. Program pembinaannya dirancang untuk memperkenalkan teknik dasar sepak bola sekaligus menanamkan nilai disiplin, kerja sama tim, kepercayaan diri, dan sportivitas sejak dini.
Rektor Universitas Mercu Buana, Andi Adriansyah, mengatakan pendirian sekolah sepak bola tersebut merupakan bagian dari upaya mendukung lahirnya generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga sehat, berkarakter, dan mampu berprestasi di berbagai bidang.
Baca juga: Pembinaan Sepak Bola Wanita, ASBWI Gelar Coaching Clinic untuk Anak-anak di Marunda
"Kampus tidak hanya bertugas mencetak lulusan yang unggul secara akademik, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial untuk membangun ekosistem yang mendukung lahirnya generasi muda yang sehat, berkarakter, disiplin, kompetitif, dan mampu berprestasi di berbagai bidang, termasuk olahraga," ujarnya.
Menurut Andi, tingginya antusiasme masyarakat terhadap sepak bola dalam beberapa tahun terakhir perlu dimanfaatkan untuk memperkuat pembinaan usia dini. Terlebih, prestasi sepak bola Indonesia yang terus menunjukkan perkembangan positif telah meningkatkan minat anak-anak untuk menekuni olahraga tersebut.
Jack Alan Brown merupakan pesepak bola profesional Indonesia berdarah Inggris yang sempat mencuri perhatian publik sejak usia muda.
Lahir di Jakarta pada 2 November 2001, ia berposisi sebagai gelandang serang maupun penyerang sayap. Dengan tinggi badan 1,75 meter, Brown dikenal memiliki kemampuan menyerang yang baik, visi bermain, serta fleksibilitas untuk mengisi beberapa posisi di lini depan.
Namanya mulai dikenal luas setelah meraih penghargaan pemain terbaik di Manchester United Soccer School saat menimba ilmu sepak bola di Inggris. Prestasi tersebut membuatnya menjadi salah satu talenta muda Indonesia yang banyak diperbincangkan.
Kariernya kemudian berkembang hingga mendapat kesempatan memperkuat Timnas Indonesia U-19 pada era kepelatihan Shin Tae-yong.
Dalam perjalanannya, Brown sempat menghadapi ujian berat ketika mengalami cedera lutut serius atau Anterior Cruciate Ligament (ACL). Cedera tersebut membuatnya harus menepi cukup lama dan menghambat perkembangan kariernya.
Meski demikian, ia berhasil bangkit setelah menjalani proses pemulihan dan kembali mendapatkan menit bermain pada musim 2023/2024.
Baca juga: Perkuat Strategi Komunikasi Publik, Kemendagri Gelar Coaching Clinic Kehumasan
Di level klub, Brown memperkuat Persita Tangerang sejak Desember 2021. Bersama Pendekar Cisadane, ia menjadi salah satu pemain muda yang diproyeksikan mengisi lini tengah dan lini serang.
Namun, memasuki akhir musim kompetisi 2025/2026, Persita Tangerang melakukan perombakan skuad dan melepas sejumlah pemain lokal, termasuk Jack Brown yang kontraknya berakhir bersama klub tersebut.
Di luar lapangan, Brown berasal dari keluarga pesepak bola. Ia merupakan adik kandung George Brown, pemain profesional yang saat ini membela PSBS Biak.
Berbekal pengalaman menimba ilmu di Inggris, membela Timnas Indonesia U-19, serta kemampuannya bangkit dari cedera serius, Jack Brown masih menjadi salah satu pemain muda yang memiliki peluang untuk terus berkembang di sepak bola Indonesia.