Berpeluang Terbang Pakai Microlight Hanya dengan Donor Darah Bersama Jogja Flying Club
Joko Widiyarso June 20, 2026 04:14 PM

 


TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Deru mesin pesawat ringan (microlight) di atas langit Yogyakarta sebentar lagi akan menjadi pengalaman tak terlupakan bagi satu warga yang beruntung.

Kesempatan membelah awan dan menikmati panorama Kota Gudeg tanpa halangan kabin ini tidak didapat dengan merogoh kocek dalam, melainkan lewat kerelaan mendonorkan darah untuk kemanusiaan.

Inisiatif memadukan misi sosial dan wisata edukasi dirgantara ini lahir dari kreativitas Jogja Flying Club. Memasuki tahun keempat penyelenggaraan donor darahnya, komunitas ini mencoba keluar dari pakem acara sosial yang kaku demi menarik minat masyarakat secara lebih luas.

Anggota Jogja Flying Club, Leobert Sundriyo, memaparkan bahwa konsep sayembara ini dirancang untuk mendongkrak antusiasme warga, sekaligus meruntuhkan stigma bahwa donor darah adalah kegiatan yang menegangkan.

"Betul, ini sudah tahun keempat. Sedikit perbedaan kali ini adalah inisiatif kami untuk mengadakan sayembara guna meningkatkan antusiasme masyarakat yang datang. Bagi para pendonor, ada kesempatan untuk mengikuti undian terbang gratis (Joy Flight) mengelilingi wilayah Yogyakarta," tutur Leobert ditemui di Paku Mas Hotel, Sleman, Sabtu (20/6/2026).

Sensasi yang dijanjikan bukanlah pengalaman terbang komersial yang biasa dirasakan. Warga yang beruntung akan diajak merasakan langsung angin dan pemandangan dari pesawat berukuran kecil yang lekat dengan nuansa petualangan.

"Sebagai bagian dari Jogja Flying Club, salah satu misi utama kami adalah memperkenalkan kegiatan dan potensi dirgantara kepada masyarakat. Kami juga ingin mengedukasi dan memberikan pengalaman berbeda. Jika selama ini masyarakat lebih sering terbang menggunakan maskapai komersial, kali ini kami menawarkan pengalaman terbang menggunakan pesawat ringan (microlight). Sensasi yang diberikan akan terasa berbeda, seperti terbang rendah dan melihat pemandangan secara langsung karena tidak ada kabin tertutup. Harapannya, masyarakat bisa merasakan ketertarikan lebih pada potensi kedirgantaraan di Indonesia," papar Leobert secara rinci.

Terkait teknis pelaksanaan hadiah tersebut, Leobert menjelaskan bahwa undian ini berlaku eksklusif. "Untuk saat ini, kami menyiapkan kuota untuk satu orang pemenang. Pemenang tersebut akan dipilih secara acak. Kami merencanakan rute penerbangan berkeliling di atas wilayah Yogyakarta selama sekitar 15 menit, dengan lokasi lepas landas dari Lanud Adisutjipto," jelasnya.

Selain iming-iming mengudara di langit Yogyakarta, kenyamanan para pendonor juga menjadi sorotan utama. Jogja Flying Club sengaja memilih Paku Mas Hotel sebagai lokasi kegiatan agar masyarakat tidak merasa sedang berada di fasilitas medis.
Bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI), penyelenggara menyajikan suasana santai.

"Kami sangat senang dapat bekerja sama dan mendukung PMI. Tujuannya adalah menciptakan suasana yang berbeda dan lebih menyenangkan. Biasanya, donor darah dilakukan di tenda atau gedung serbaguna. Namun, kali ini kami mengajak partisipan untuk mendonorkan darah di Hotel Paku Mas, sambil merasakan suasana yang lebih santai dengan fasilitas seperti coffee break. Ini semua kami lakukan untuk memberikan suasana yang lebih nyaman sambil tetap menyalurkan bantuan kepada masyarakat melalui PMI," ujar Leobert menambahkan.

Dukungan Insan Kedirgantaraan

Langkah inovatif yang menjembatani kepedulian sosial dengan edukasi dirgantara ini mendapat atensi penuh dari berbagai elemen kemiliteran dan kedirgantaraan, termasuk Akademi Angkatan Udara (AAU).

Hadir mewakili Gubernur AAU, Kepala Penelitian dan Pengabdian Masyarakat AAU, Kolonel Pasukan Iwan Setiawan, menekankan esensi dari kegiatan donor darah di tengah sulitnya mencari pendonor aktif saat ini. Ia sendiri bukan sosok asing dalam kegiatan ini, setelah rutin mendonorkan darahnya setiap enam bulan sekali sewaktu berdinas tiga tahun di Bandung.

"Kami ikut serta dalam donor darah ini karena bagaimanapun, setetes darah akan memberikan dampak yang luar biasa bagi penerimanya. Hal ini berkaitan erat dengan nilai kemanusiaan," kata Iwan.

Ia pun berharap terobosan dari Jogja Flying Club ini bisa direspons positif oleh warga. "Ke depannya, kegiatan ini perlu ditingkatkan lagi karena untuk mendapatkan seorang pendonor itu tidak semudah yang kita bayangkan. Jadi, saya harapkan kepada seluruh masyarakat Yogyakarta, mari kita berbondong-bondong mengikuti kegiatan donor darah, semoga apa yang kita amalkan dan donorkan dapat memberikan manfaat bagi orang lain," ujarnya.

Apresiasi mendalam juga datang dari Mia Toto Ginanto. Sebagai Istri Danlanud Adi Sutjipto yang sekaligus menjabat sebagai Ketua PIA Ardhya Garini Cabang 8/D.II Lanud Adisutjipto, ia melihat inisiatif ini sebagai contoh konkret pengabdian komunitas hobi kepada masyarakat luas.

"Saya sangat mengapresiasi Jogja Flying Club. Di sela-sela kesibukan klub, mereka tetap menyempatkan diri untuk menjalankan misi sosial kemanusiaan melalui kegiatan donor darah ini. Mudah-mudahan ke depannya, kegiatan seperti ini dapat lebih sering dilakukan dan menjadi inspirasi bagi klub-klub lainnya," ucap Mia.

"Meskipun menyumbangkan setetes darah kelihatannya sepele, namun bagi mereka yang membutuhkan, itu sangat berarti. Dengan adanya inisiatif ini, mudah-mudahan PMI juga sangat terbantu dalam mengumpulkan lebih banyak kantong darah melalui komunitas-komunitas yang ada di Yogyakarta. Sekali lagi, terima kasih untuk Jogja Flying Club," tutupnya mengapresiasi.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.