TRIBUNSUMSEL.COM - Kuasa hukum Ruben Onsu, Minola Sebayang, menyoroti kehadiran Giorgio Antonio dalam sejumlah acara penting anak-anak Sarwendah dan Ruben Onsu.
Menurut Minola, Ruben merasa tidak dilibatkan dalam beberapa kegiatan yang berkaitan dengan putri-putrinya, padahal sebagai ayah kandung ia memiliki hak untuk mengetahui dan hadir dalam momen penting sang anak.
Alih-alih mengundang Ruben, Sarwendah justru menggandeng sang kekasih, Giorgio Antonio atau yang akrab disapa Gio, untuk datang ke setiap acara penting putrinya.
Buntutnya, Ruben memilih menghentikan nafkah anak Rp225 juta setiap bulannya.
Baca juga: Tagih 3 Hari Seminggu, Ruben Onsu Desak Sarwendah Taati Putusan Pengadilan Soal Waktu Bertemu Anak
Amarah Sarwendah pun memuncak hingga melontarkan sindiran dan kata kasar terhadap pemilik nama lengkap Ruben Samuel Onsu itu saat live.
Mantan member Cherry Belle itu juga menyebut tidak butuh nafkah dari Ruben.
Kuasa hukum Ruben, Minola Sebayang, pun menyayangkan sikap Sarwendah tersebut.
"Tidak seharusnya S membanding-bandingkan teman prianya dengan Ruben. Meremehkan apa yang diberikan oleh Ruben selama ini yang nilainya Rp200 juta itu," ucap Minola, dikutip dari YouTube Mantul Infotainment, Sabtu (20/6/2026).
Lebih lagi, Sarwendah terkesan menjauhkan anak dari Ruben dengan tidak melibatkan sang presenter dalam berbagai hal yang menyangkut buah hatinya.
"Kemudian tidak memberikan kesempatan kepada Ruben untuk mengikuti acara-acara penting anak dan tidak dilibatkan dengan masalah penting yang melibatkan anak-anak."
"Sementara seharusnya sebagai ayah dari anak-anak dia harusnya dilibatkan dalam segala hal, tidak hanya dalam materi saja," paparnya.
Minola menyayangkan Sarwendah yang seolah menggantikan peran Ruben dengan Giorgio yang statusnya belum resmi menjadi ayah sambung.
Seharusnya, kata Minola, Sarwendah tidak melupakan peran Ruben sebagai ayah kandung.
"Kita lihat bahkan dalam graduation kan juga yang kita lihat kemunculan G ini yang bahkan seolah-olah sudah jadi ayah sambung."
"Sebenarnya nggak ada masalah kalau memang itu benar. Tapi kan seharusnya tidak boleh mengabaikan dan menyingkirkan hak ayah kandung," ujar Minola.
Pembatasan akses pertemuan antara anak dan ayah kandung pasca-perceraian kini membawa polemik baru bagi mantan pasangan selebritas Ruben Onsu dan Sarwendah.
Meski hak asuh anak secara resmi jatuh pada tangan Sarwendah, ketidakpatuhan terhadap pembagian waktu yang telah ditetapkan pengadilan dinilai dapat menjadi bumerang hukum bagi pihak ibu.
Berdasarkan putusan inkrah, Ruben Onsu memiliki hal legal untuk bersama sang buah hati selama tiga hari dalam sepekan, sementara empat hari sisanya bersama Sarwendah.
Namun, Ruben mengonfirmasi adanya hambatan di lapangan yang membuat jadwal tersebut tidak terealisasi sebagaimana mestinya.
Presenter berusia 42 tahun ini menyatakan bahwa rencana pertemuan untuk damai sebenarnya tidak krusial apabila kesepakatan hukum yang lama dijalankan secara konsisten.
Ruben menegaskan, motivasi utamanya menuntut komitmen ini murni karena kerinduan seorang ayah yang ingin menghabiskan waktu bersama anak-anaknya, suatu hak dasar yang selama beberapa waktu terakhir sulit ia dapatkan.
"Ya, tentunya semua pasti maunya damai, gitu. Tapi yang saya mau, saya maunya jalan sama anak-anak saya saja, itu saja. Itu yang tidak didapat-dapat nih," tambahnya.
Sikap menutup akses komunikasi atau pertemuan ini disoroti secara tajam oleh praktisi hukum, Sadrakh Seskoadi.
Ia mengingatkan bahwa hak anak untuk berinteraksi dengan kedua orang tua kandungnya dilindungi secara mutlak oleh undang-undang, tepatnya pada Pasal 14 UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.
Jika penutupan akses ini terus berlanjut dan dapat dibuktikan secara sah di persidangan, Ruben Onsu dinilai memiliki posisi tawar yang kuat untuk menggugat balik dan merebut hak asuh penuh dari tangan Sarwendah.
"Apabila memang Sarwendah terbukti melakukan perbuatan menghalang-halangi dan membatasi pertemuan Ruben dengan anak-anaknya, maka akibat hukumnya dapat diajukan yang namanya gugatan. Gugatan ini adalah sifatnya untuk mengambil alih dari putusan sebelumnya," jelas Sadrakh.
Hingga saat ini, pihak Ruben Onsu dikabarkan tengah mematangkan persiapan hukum bersama tim pengacaranya untuk mengevaluasi eksekusi putusan hak asuh tersebut ke tahap final.