TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Terungkap kondisi terakhir Icuk Nugroho, pemeran Kang Saep di sinetron Preman Pensiun, sebelum meninggal dunia.
Kang Saep meninggal dunia dii Rumah Sakit Cibabat, Bandung, Jawa Barat.
Ia menghembuskan napas terakhir pukul 08.30 WIB, Sabtu (20/6/2026).
Seorang pemain Preman Pensiun, Ucup Palentin mengatakan bahwa Kang Saep disemayamkan di rumah duka di Cilame, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat.
Belum diketahui pasti penyebab Kang Saep meninggal dunia.
Namun menurut rekannya, Dihaw Ableh, empat hari lalu Kang Saep masih sempat live di media sosial TikTok.
Ia juga sempat membuat konten di Sumedang.
Ketika sedang melakukan siaran langsung kata Dihaw, Kang Saep jatuh pingsan.
"Iya itu live terakhirnya empat hari lalu. Pas kejadian pingsan juga itu lagi beres ngonten live. Gak ada sakit atau apa dulu, tiba-tiba drop. Pingsan," katanya.
Semenjak pingsan, Kang Saep tak lagi sadarkan diri.
"Drop hari pertama sudah tak sadarkan diri, hari kedua, hari ketiga drop pisan," katanya.
Saat malam sebelum meninggal dunia, menurutnya kondisi Kang Saep sempat membaik.
Baca juga: Kenang Sosok Bos Saep Preman Pensiun yang Meninggal, Kang Cecep: Almarhum Sahabat yang Tulus
"Membaik malamnya," katanya.
Tapi tak ada yang menyangka keesokan harinya Kang Saep meninggal dunia di Rumah Sakit Cibabat.
"Hari ini udah gak ada," katanya.
Kang Saep dimakamkan di TPU Buah 2 Sumedang pukul 16.00 WIB.
"Sampai meninggal dunia tidak sadarkan diri," katanya.
Baca juga: Video Terakhir Bos Saep di RS Sebelum Meninggal, Penyebab Sang Copet Preman Pensiun Wafat Terkuak
Seorang sahabat, Abenk Marco Capallera atau Kang Cecep mengatakan almarhum bukan hanya sekadar rekan kerja, namun sudah seperti saudara sendiri.
Icuk Nugroho katanya, dikenal sebagai pribadi yang sederhana dan rendah hati.
"Bagi saya, almarhum Icuk Nugroho adalah sosok sahabat yang tulus. Meski kini beliau telah tiada, kenangan dan kebaikannya akan selalu hidup dalam ingatan kami," katanya.
Ia menuturkan, Icuk selalu hadir dalam berbagai situasi, baik saat suka maupun duka.
"Di mata saya, beliau adalah sahabat yang baik, rendah hati, dan penuh kepedulian. Beliau bukan hanya seorang teman, tetapi juga saudara yang selalu hadir dalam suka maupun duka," ujarnya.
"Kebaikan, ketulusan, dan kenangan indah yang telah beliau tinggalkan akan selalu tersimpan di hati kami," lanjut Abenk.
https://whatsapp.com/channel/0029VaGzALAEAKWCW0r6wK2t