Apakah Gol Maroko ke Gawang Skotlandia Menjadi yang Tercepat di Piala Dunia 2026?
Rina Kusumawati June 20, 2026 07:25 PM

Pelatih Steve Clarke melakukan dua perubahan pada susunan pemain utama Skotlandia untuk pertandingan kedua Grup C di Piala Dunia 2026.

Penyerang Lawrence Shankland ditempatkan di bangku cadangan setelah Clarke memutuskan hanya memainkan satu penyerang saat menghadapi Maroko, berbeda dengan strategi dua penyerang ketika Skotlandia menang atas Haiti.

Winger Ben Gannon-Doak juga disimpan sebagai cadangan dengan tujuan menjaga keseimbangan permainan. Meski suasana pra-pertandingan sangat positif karena peluang Skotlandia untuk lolos dari fase grup untuk pertama kalinya di bawah sinar matahari Massachusetts, hasil imbang dianggap sudah cukup memuaskan.

Namun, semua rencana Clarke berantakan hanya dalam waktu 71 detik.

Pemain yang segera bergabung dengan Bayern Munich, Ismael Saibari, memanfaatkan kesalahan lini belakang Skotlandia dan melepaskan tembakan keras melewati penjaga gawang Angus Gunn untuk mencetak gol keduanya di turnamen ini.

Gol Saibari yang tercipta pada menit pertama dan 11 detik (71 detik) menjadi gol tercepat di Piala Dunia 2026 sejauh ini.

Sebelumnya, Joao Neves (Portugal vs Tanjung Verde), Michael Sadilek (Ceko vs Korea Selatan), dan Felix Nmecha (Jerman vs Curacao) sama-sama mencetak gol di menit keenam fase grup, namun Saibari menjadi pemain pertama yang mampu mencetak gol di bawah lima menit.

Selain itu, Yasin Ayari dari Swedia, Elijah Just dari Selandia Baru, dan Julian Quinones dari Meksiko juga mencetak gol di 10 menit pertama laga pembuka masing-masing. Damian Bobadilla dari Paraguay juga mencetak gol di awal laga, namun ke gawang sendiri.

Kota Boston kini menjadi semacam rumah kedua bagi para pendukung Skotlandia yang dikenal sebagai Tartan Army. Tim nasional Skotlandia memainkan dua pertandingan pertama mereka di Stadion Gillette di Foxborough, dan sempat menyapa para penggemar di Fenway Park di sela-sela laga.

Meskipun awal pertandingan kedua mereka sangat buruk, Skotlandia pernah menghadapi situasi yang lebih sulit dan peluang mereka lolos ke babak 32 besar masih terbuka.

Saibari dikabarkan semakin dekat untuk menyelesaikan kepindahannya ke Bayern Munich.

Namun, Skotlandia harus menemukan cara untuk menciptakan lebih banyak peluang mencetak gol jika ingin melangkah ke babak berikutnya.

Setelah kebobolan hanya dalam waktu lebih dari satu menit melawan Maroko, performa menyerang terbatas seperti saat menghadapi Haiti pada pertandingan pertama jelas tidak akan cukup.

Akankah Skotlandia mampu lolos dari Grup C meski kebobolan gol tercepat di Piala Dunia sejauh ini? Berikan pendapat Anda di kolom komentar di bawah ini.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.