Minyak Goreng Bantuan di Kismantoro Wonogiri Bau Minyak Tanah, Produsen Pastikan Kooperatif
Tri Widodo June 20, 2026 06:28 PM

 

Laporan Wartawan TribunSolo, Erlangga Bima

TRIBUNSOLO.COM, WONOGIRI - Produsen Minyakita, PT Kusuma Mukti Remaja (KMR) Karanganyar memastikan akan kooperatif dengan pihak manapun terkait persoalan minyak goreng yang dikeluhkan bau minyak tanah.

Diketahui, Polres Wonogiri telah turun menindaklanjuti keluhan masyarakat Kismantoro soal minyak goreng bantuan pemerintah itu pada Kamis (18/6/2026) lalu.

Baca juga: Soal Sabotase, Produsen Minyakita Berbau Minyak Tanah di Wonogiri Nilai Kemungkinannya Kecil

Baca juga: Produsen Minyakita Berbau Minyak Tanah di Wonogiri Buka Suara, Selidiki Penyebabnya

"Pasti (kooperatif). Jadi siapapun, termasuk pihak Bulog kami kooperatif," kata Direktur PT KMR Joko Mukti Wijaya.

Saat ini, pihak perusahaan menyelidiki penyebab bau menyerupai minyak tanah pada minyak goreng bantuan pangan yang didistribusikan di Kecamatan Kismantoro itu.

Investigasi dilakukan bersama Perum Bulog Surakarta setelah adanya laporan warga terkait aroma tidak biasa pada Minyakita yang diterima melalui program bantuan pangan pemerintah.

Adapun seluruh Minyakita bantuan pangan yang beredar di Kecamatan Kismantoro langsung ditarik mulai Kamis (18/6/2026).

Sebagai gantinya, produsen dan Bulog mendistribusikan minyak goreng baru kepada masyarakat penerima bantuan pangan itu.

Joko menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan yang terjadi.

"Kami meminta maaf, merespons sebaik mungkin dan secepat mungkin. Semua diganti secepatnya, agar masyarakat segera mendapatkan hak-haknya," katanya.

Menurut dia, hingga kini penyebab munculnya bau pada minyak goreng tersebut masih belum diketahui secara pasti. Berbagai kemungkinan masih didalami melalui proses investigasi.

"Ada berbagai kemungkinan, akan kami investigasi dulu," imbuhnya.

Terkait dugaan adanya unsur kesengajaan atau sabotase, Joko menilai kemungkinan tersebut sangat kecil. Pasalnya, proses produksi Minyakita berlangsung dalam sistem yang tertutup dan diawasi secara ketat.

Dia juga menegaskan, jumlah Minyakita yang didistribusikan ke Kismantoro hanya sebagian kecil dari total produksi perusahaan. 

Selama periode Maret hingga Juni 2026, PT KMR memproduksi sekitar 3.000 ton Minyakita yang seluruhnya dialokasikan untuk program bantuan pangan melalui Bulog.

"Selama periode Maret-Juni ini, kami hanya memproduksi untuk Bulog. Tidak ada yang dijual (dijual bebas)," terangnya.

Joko menambahkan pihaknya menjadikan temuan tersebut sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan pengawasan dan kualitas produk. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.