TRIBUNGORONTALO.COM-- Perusahaan FMCG (barang konsumsi) terkemuka di Indonesia, Sasa, turut ambil bagian dalam Gorontalo Tourism Creative Festival (GTCF) 2026 sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan kuliner lokal, sektor pertanian, serta ekonomi kreatif di Provinsi Gorontalo.
Kegiatan GTCF 2026 digelar memeriahkan Pekan Nasional Petani Nelayan pada 20-25 Juni 2026.
Melalui keikutsertaan dalam ajang tersebut, Sasa ingin lebih dekat dengan masyarakat sekaligus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak yang terlibat dalam pengembangan pangan dan budaya daerah.
Stand Sasa berada di depan Kantor Pariwisata Kabupaten Gorontalo, kawasan Pentadio Resort.
Linda M.D Prang, sebagai perwakilan PT Sasa, mengatakan partisipasi perusahaan dalam GTCF sejalan dengan komitmen Sasa untuk mendukung kemajuan sektor pertanian dan pelestarian pangan lokal Indonesia.
"Sebagai perusahaan makanan asli Indonesia, kami memiliki komitmen untuk mendukung kemajuan sektor pertanian, pelestarian pangan lokal, serta kekayaan kuliner dan budaya Indonesia," ujar Linda saat diwawancarai, Sabtu (20/6/2026).
Menurut dia, petani memiliki peran penting dalam rantai pasok pangan nasional sehingga perlu mendapatkan dukungan melalui berbagai bentuk kolaborasi.
Keikutsertaan Sasa di GTCF juga menjadi bentuk apresiasi kepada para petani sekaligus upaya memperkenalkan produk-produk yang selama ini telah menjadi bagian dari dapur keluarga Indonesia.
Dalam pameran tersebut, Sasa menghadirkan dua produk unggulan, yakni Sasa Santan dan Sasa MSG.
Linda menjelaskan, kedua produk tersebut dibuat dari bahan baku yang berasal dari kekayaan alam Indonesia.
"Sasa Santan dibuat dari kelapa pilihan Indonesia, sementara Sasa MSG diproduksi melalui proses fermentasi dari tetes tebu," katanya.
Lebih lanjut Linda menambahkan, penggunaan bahan baku alami dan proses produksi yang terstandar menjadi salah satu keunggulan produk Sasa yang selama ini dipercaya masyarakat.
Di Gorontalo sendiri, produk-produk Sasa telah tersedia secara luas dan mudah ditemukan oleh masyarakat.
Produk tersebut dapat diperoleh di pasar tradisional, toko kelontong, minimarket, supermarket, hingga berbagai platform perdagangan elektronik.
Selain memperkenalkan produk, Sasa juga menghadirkan berbagai aktivitas menarik di booth pameran.
Pengunjung dapat berfoto di area booth, mengenal lebih dekat perjalanan perusahaan melalui company profile, memperoleh informasi mengenai berbagai produk Sasa, hingga berinteraksi langsung dengan tim yang bertugas selama pelaksanaan acara.
Linda menilai Gorontalo memiliki kekayaan kuliner yang unik dan beragam dengan potensi besar untuk terus berkembang.
Menurutnya, berbagai makanan khas daerah memiliki peluang untuk semakin dikenal di tingkat nasional bahkan internasional apabila terus mendapatkan dukungan dan promosi yang tepat.
"Gorontalo memiliki kekayaan kuliner yang unik dan beragam dengan potensi besar untuk terus berkembang," ujarnya.
Melalui keikutsertaan di GTCF 2026, Sasa berharap dapat membangun kedekatan dengan masyarakat, petani, pemerintah, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Perusahaan juga ingin mendukung upaya pelestarian pangan dan kuliner lokal Indonesia sekaligus memperkuat kolaborasi yang memberikan manfaat bersama.
Tak hanya itu, Sasa mengajak masyarakat untuk terus melestarikan warisan kuliner Nusantara dengan memanfaatkan bahan pangan lokal serta menjaga kebersihan lingkungan selama kegiatan berlangsung.
"Kami berharap GTCF dapat menjadi ajang yang membawa kebahagiaan bagi para pengunjung, memperkuat kebanggaan terhadap budaya dan kuliner lokal, serta memberikan dampak ekonomi yang positif bagi masyarakat Gorontalo," tutup Linda.
Sasa berharap GTCF terus berkembang menjadi wadah kolaborasi yang mempertemukan pemerintah, pelaku usaha, komunitas, petani, dan masyarakat untuk bersama-sama mendorong kemajuan ekonomi, pariwisata, pertanian, serta budaya Gorontalo secara berkelanjutan.(*/Jefri)