Kapasitas Perawat NICU RSHD Barabai Diupgrade, Fokus Tingkatkan Penanganan Bayi Kritis
Hari Widodo June 20, 2026 08:49 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Upaya memperkuat layanan bagi bayi baru lahir dengan kondisi kritis terus dilakukan RSUD H Damanhuri (RSHD) Barabai. Salah satunya melalui penguatan kapasitas tenaga keperawatan yang bertugas menangani pasien di ruang perawatan intensif neonatal atau NICU.

Langkah itu diwujudkan lewat kegiatan In House Training (IHT) NICU yang diikuti seluruh perawat Ruang Asy-Syifa, Sabtu, (20/06/2026). 

Pelatihan difokuskan pada peningkatan kemampuan perawat dalam menangani kondisi kegawatdaruratan bayi baru lahir hingga penggunaan alat bantu pernapasan.

Materi yang diberikan meliputi penanganan resusitasi neonatal, penanganan asfiksia lahir dan cooling therapy, hingga pengoperasian ventilasi mekanik dari tingkat dasar sampai lanjutan.

Baca juga: Usai Viral Kasus MBG MTsN 6 HST, DPRD Kalsel Minta SPPG Desa Paya Dievaluasi

Kepala Bidang Keperawatan dan Kebidanan RSHD Barabai, Edy Rosadi, mengatakan peningkatan kemampuan tenaga kesehatan menjadi kebutuhan penting mengingat perawat di ruang PICU dan NICU memiliki peran besar selama proses perawatan pasien.

Menurutnya, tenaga keperawatan tidak hanya dituntut memberikan pelayanan dengan pendekatan empati, tetapi juga harus memiliki kemampuan teknis yang memadai.

"Perawat di PICU dan NICU mendampingi pasien selama 24 jam. Mereka harus mampu mengoperasikan alat medis, melakukan pemantauan kondisi pasien secara ketat, serta mengambil keputusan cepat saat kondisi darurat," katanya.

Ia menyebut, kecepatan dan ketepatan penanganan memiliki pengaruh besar terhadap keselamatan pasien, terutama bayi yang membutuhkan perawatan intensif.

Sementara itu, Dokter Spesialis Anak RSHD Barabai, dr Islammiyah Dewi Yunianti SpA Fellowship Neonatologi, menilai peningkatan kompetensi tenaga kesehatan akan berdampak langsung pada mutu pelayanan yang diterima pasien.

Menurutnya, kemampuan tenaga kesehatan dalam mendeteksi perubahan kondisi pasien sejak dini menjadi salah satu faktor penting dalam mempercepat penanganan.

"Ketika perawat memiliki kemampuan lebih baik dalam mengenali tanda kegawatan dan memberikan penanganan yang tepat, pasien bisa mendapatkan pertolongan lebih cepat sesuai kebutuhan klinisnya," ujarnya.

Baca juga: Fakta Asli Video Siswa di HST Kalsel Lempar MBG Hingga Jadi Sorotan, Sempat Berucap Soal Menu Tempe

Ia menambahkan, peningkatan kemampuan tenaga kesehatan juga diharapkan dapat memberikan rasa aman bagi keluarga pasien sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan rumah sakit.

Sebagai tindak lanjut, RSHD Barabai akan melakukan evaluasi kompetensi, pendampingan di unit pelayanan, hingga penguatan penerapan standar operasional prosedur (SOP) agar hasil pelatihan dapat diterapkan secara maksimal di lapangan. (Banjarmasinpost.co.id/Stanislaus sene)
 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.