3 Tingkatan Puasa Asyura, Panduan Amalan Sunnah Bulan Muharram dan Keutamaannya
Vanda Rosetiati June 20, 2026 07:45 PM

TRIBUNSUMSEL.COM - Bulan Muharram merupakan salah satu bulan yang disucikan (asyhurul hurum) dan menyimpan banyak keberkahan. Kalender Hijriah Kementerian Agama Republik Indonesia merilis awal atau 1 Muharram 1448 Hijriah bertepatan Selasa, 16 Juni 2026.

Salah satu amalan sunnah yang sangat dianjurkan di bulan Muharram adalah Puasa Asyura yang jatuh pada tanggal 10 Muharram.

Pelaksanaan puasa Muharram ini tidak hanya terpaku pada satu hari saja. Para ulama, termasuk Ibnul Qayyim dalam kitab Zadul Ma'ad dan ulama Al-Hafidz Ibnu Hajar dalam Fathul Bari, menjelaskan bahwa ada 3 tingkatan dalam mengamalkan puasa Asyura.

---

3 Tingkatan Puasa Asyura

Para ulama membagi cara mengamalkan puasa ini menjadi tiga metode, mulai dari yang paling utama hingga yang paling minimal.

Tingkatan 1: Berpuasa Selama 3 Hari (Tanggal 9, 10, dan 11 Muharram)

Ini adalah tingkatan yang paling sempurna dan sangat utama. Umat muslim dianjurkan berpuasa pada hari Tasu'a (9 Muharram), hari Asyura (10 Muharram), dan sehari setelahnya (11 Muharram).

Tujuan utama dari puasa tiga hari ini adalah untuk menyelisihi atau membedakan diri dari kebiasaan kaum Yahudi yang hanya mengagungkan tanggal 10 saja. 

Dalilnya berdasarkan hadis marfu' dari Ibnu Abbas Radhiyallahu 'anhuma:

صُومُوا يَوْمَ عَاشُورَاءَ وَخَالِفُوا فِيهِ الْيَهُودَ صُومُوا قَبْلَهُ يَوْماً أَوْ بَعْدَهُ يَوْماً

"Lakukanlah puasa Asyura, dan jangan sama dengan Yahudi. Karena itu, lakukanlah puasa sehari sebelumnya dan sehari setelahnya."* (HR. Ahmad & Baihaqi).

Tingkatan 2: Berpuasa Selama 2 Hari (Tanggal 9 dan 10 Muharram)

Tingkatan kedua yang bisa diambil adalah berpuasa selama dua hari, yaitu pada tanggal 9 (Tasu'a) dan tanggal 10 (Asyura). 

Metode ini didasarkan pada keinginan Rasulullah SAW di akhir hayat beliau untuk menambah puasa di hari kesembilan.

Dari Ibnu Abbas Radhiyallahu 'anhuma, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

لَئِنْ بَقِيتُ إِلَى قَابِلِ لَأَصُومَنَّ الْيَوْمَ التَّاسِعَ

"Jika Muharram tahun depan saya masih hidup, saya akan puasa tanggal 9." (HR. Ahmad & Muslim).

Tingkatan 3: Berpuasa 1 Hari Saja (Hanya Tanggal 10 Muharram)

Jika seorang muslim memiliki keterbatasan fisik atau halangan lain sehingga tidak bisa berpuasa dua atau tiga hari maka diperbolehkan mengambil tingkatan terakhir ini, yaitu hanya berpuasa pada tanggal 10 Muharram. 

Tingkatan ini tetap sah dan tidak menghilangkan esensi pahala utamanya.


Keutamaan Mengamalkan Puasa Asyura

Meskipun seseorang hanya mampu mengamalkan tingkatan yang ketiga (berpuasa pada tanggal 10 saja), Allah SWT tetap menjanjikan pahala dan keutamaan yang luar biasa, yaitu sebagai kaffarah (penghapus) dosa setahun yang telah lewat.

Dari Abu Qatadah radhiyallahu 'anhu, beliau menceritakan saat Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam ditanya mengenai keistimewaan hari Asyura:

وَسُئِلَ عَنْ صَوْمِ يَوْمٍ عَاشُورَاءَ فَقَالَ « يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ

Beliau menjawab, "Puasa 'Asyura akan menghapus dosa setahun yang lalu." (HR. Muslim).

====

Baca juga: Jadwal Puasa Tasua dan Asyura 2026 Indonesia, Puasa Sunnah 9 dan 10 Muharram 1448 H

Baca juga: 25 Nama Bayi Perempuan Islami 3 Kata Lahir Bulan Muharram atau Asyura Diperbarui 2026

Baca juga: 25 Nama Bayi Laki-laki yang Lahir di Bulan Muharram dan Artinya Diperbarui 2026

Ikuti dan bergabung di saluran WhatsApp Tribunsumsel.com

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.