Parkir Semrawut di Pelabuhan Sri Siantan Dikeluhkan, Akses Penumpang dan Ambulans Terganggu
Mairi Nandarson June 20, 2026 07:07 PM

TRIBUNBATAM.id, ANAMBAS - Kondisi parkir kendaraan yang semrawut masih terjadi di kawasan Pelabuhan Sri Siantan, Kelurahan Tarempa, Kecamatan Siantan, Kabupaten Kepulauan Anambas.

Padahal, pada sejumlah titik di area pelabuhan telah dipasang cone lalu lintas dan pagar pembatas sebagai tanda larangan parkir. 

Fasilitas tersebut dibuat untuk menjaga kelancaran arus kendaraan dan memudahkan akses keluar masuk penumpang.

Namun, larangan tersebut kerap diabaikan oleh sebagian pengendara yang tetap memarkirkan sepeda motor maupun kendaraan lainnya di lokasi yang tidak semestinya.

Akibatnya, area yang seharusnya menjadi jalur lalu lintas dan akses pejalan kaki justru dipenuhi kendaraan parkir, terutama saat jadwal keberangkatan maupun kedatangan kapal.

Kondisi ini dikeluhkan oleh masyarakat karena sering menyulitkan penumpang yang hendak menuju atau keluar dari Pelabuhan Sri Siantan.

Selain membuat aktivitas penumpang menjadi kurang nyaman, parkir sembarangan juga dinilai dapat menghambat kendaraan darurat seperti ambulans ketika membawa pasien yang membutuhkan penanganan cepat.

Saat pelabuhan dalam kondisi ramai, ruang gerak kendaraan menjadi semakin terbatas karena banyaknya kendaraan yang diparkir di sepanjang akses menuju dermaga.

Warga Tarempa, Sulistio, mengatakan sebenarnya aturan larangan parkir di kawasan tersebut sudah cukup jelas karena telah dipasang tanda dan pembatas oleh pihak terkait.

Menurutnya, tujuan larangan itu adalah untuk menjaga kelancaran akses masyarakat yang menggunakan jasa transportasi laut melalui Pelabuhan Sri Siantan.

"Larangan parkir sebenarnya sudah ada. Cone dan pembatas juga sudah dipasang, tapi masih banyak yang mengabaikannya dan tetap parkir di area yang dilarang," kata Sulistio, Sabtu, (20/6/2026).

Ia menilai kesadaran masyarakat untuk mematuhi aturan parkir masih perlu ditingkatkan agar kawasan pelabuhan tidak terlihat semrawut dan tetap aman bagi pengguna jalan.

Sulistio juga menyoroti minimnya pengawasan di lapangan yang membuat sebagian pengendara merasa bebas memarkirkan kendaraan tanpa memperhatikan aturan yang berlaku.

"Kalau tidak ada petugas yang mengawasi, banyak pengendara yang parkir sembarangan. Akhirnya area pelabuhan menjadi sempit dan mengganggu pengguna jalan lainnya," ujarnya.

Keluhan serupa disampaikan warga lainnya, Hamdi. Ia mengaku pernah hampir tertabrak sepeda motor ketika berada di kawasan pelabuhan yang sedang dipadati penumpang.

Menurut Hamdi, kondisi tersebut terjadi karena kendaraan yang keluar masuk bercampur dengan kendaraan yang diparkir sembarangan sehingga membuat arus lalu lintas menjadi tidak teratur.

"Saya pernah hampir ditabrak motor saat pelabuhan sedang ramai. Waktu itu banyak penumpang, lalu lintas padat, ditambah kendaraan parkir sembarangan sehingga ruang untuk berjalan sangat terbatas," kata Hamdi.

Ia berharap pemerintah daerah dan instansi terkait dapat menerapkan kebijakan yang lebih tegas dalam mengatur parkir di kawasan Pelabuhan Sri Siantan. 

Menurutnya, penataan parkir yang baik akan memberikan kenyamanan bagi penumpang, memperlancar arus lalu lintas, serta memastikan kendaraan darurat seperti ambulans dapat masuk dan keluar pelabuhan tanpa hambatan. 

"Harapan kami ada pengaturan yang lebih baik dan pengawasan yang rutin. Pelabuhan ini fasilitas umum yang digunakan banyak orang, jadi kenyamanan dan keselamatan harus menjadi prioritas," katanya. (TRIBUNBATAM.id/Ihsan Imaduddin)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.