Waspadai potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang di wilayah Sumatera Utara bagian selatan

Medan (ANTARA) - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat agar waspada potensi terjadinya hujan disertai angin kencang dan petir di sebagian wilayah Sumatera Utara pada Minggu (21/6)

Prakirawan BBMKG Wilayah I Budi Prasetyo di Medan, Sabtu, mengatakan, sejumlah wilayah di Sumatera Utara masih berpotensi diguyur hujan pada Minggu (21.6) yang harus diwaspadai karena dapat disertai petir dan angin kencang.

“Waspadai potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang di wilayah Sumatera Utara bagian selatan, lereng timur, dan pantai timur yang dapat menyebabkan bencana seperti banjir dan longsor,” katanya.

Secara rinci, cuaca di Sumatera Utara pada Minggu pagi berpotensi hujan dengan intensitas ringan di Nias Selatan dan sekitarnya.

Pada sore hingga malam hari berpotensi hujan ringan hingga sedang merata hampir di seluruh wilayah Sumatera Utara dan dini hari berpotensi hujan ringan di Padang Lawas, Padanglawas Utara, Mandailing Natal, Nias Selatan dan sekitarnya.

Suhu udara rata-rata14 hingga 33 Derajat Celcius dengan kelembaban 67 hingga 99 persen dan angin berhembus dari Selatan hingga Barat Daya dengan kecepatan 5 hingga 25 km per jam.

Sementara Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Maritim Belawan Medan Christen Ordain Novena Marpaung menyebutkan dari 21 hingga 24 Juni 2026 sejumlah perairan Sumatera Utara berpotensi diterjang gelombang tinggi.

Pola angin di wilayah Indonesia bagian utara umumnya bergerak dari Tenggara hingga Barat Daya dengan kecepatan 6-25 knot, sedangkan di wilayah Indonesia bagian selatan umumnya bergerak dari Tenggara hingga Barat Daya dengan kecepatan 10-30 knot.

Gelombang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter berpeluang terjadi di Perairan Timur Sumatera Utara,Perairan Barat Kepulauan Nias, Perairan Barat Sumatra Utara, Perairan Kepulauan Batu, Perairan Timur Kepulauan Nias dan Perairan Barat Kepulauan Batu.

Sementara gelombang setinggi 2,5 hingga 4 meter berpeluang terjadi di Samudra Hindia barat Kepulauan Nias.