Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta resmi membuka Bung Karno Festival 2026 sebagai upaya mengajak seluruh elemen warga, khususnya generasi muda di Jakarta, untuk merawat ingatan sejarah dan menghidupkan nilai-nilai kebudayaan bangsa.
Acara yang digelar dalam rangka memperingati Bulan Bung Karno ini dihadiri langsung oleh Presiden ke-5 Republik Indonesia sekaligus putri Sang Proklamator, Megawati Soekarnoputri, Gubernur dan Wagub DKI Jakarta, Pramono Anung dan Rano Karno.
"Menghormati Bung Karno berarti melanjutkan cita-citanya, menghidupkan Pancasila dalam tindakan, dan menjadikan kebudayaan sebagai jiwa bangsa, bukan sekadar hiasan panggung," kata Rano saat membuka Bung Karno Festival, di Taman Proklamasi, Jakarta, Sabtu.
Dalam pembukaan tersebut, Rano yang juga sebagai Ketua Pelaksana Bung Karno Festival menekankan pentingnya Bulan Juni sebagai bulan yang sarat akan nilai historis.
"Selain memperingati Hari Lahir Pancasila pada 1 Juni dan kelahiran Bung Karno pada 6 Juni, momen ini juga menjadi ruang untuk mengenang wafatnya Sang Proklamator pada 21 Juni," katanya.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa Jakarta memiliki posisi istimewa sebagai panggung proklamasi dan miniatur Indonesia. Oleh karena itu, pembangunan Jakarta tidak boleh hanya bertumpu pada modernisasi fisik dan teknologi, melainkan harus diimbangi dengan keluhuran budi pekerti serta ingatan sejarah yang kuat.
"Tugas kita bukan hanya membangun Jakarta yang tinggi gedungnya, tetapi juga luhur budinya dan luhung jiwanya. Sebab, kota yang lupa sejarah akan kehilangan arah," tuturnya.
Melalui festival ini, nilai-nilai Pancasila dan semangat "berdikari" (berdiri di atas kaki sendiri) diimplementasikan secara nyata melalui berbagai aktivasi kegiatan. Mulai dari lomba meniru pidato Bung Karno untuk anak muda, keterlibatan pelaku UMKM yang menjajakan produk lokal, hingga penampilan seni budaya nusantara.
Di tengah laju perkembangan zaman dan teknologi yang dinamis, masyarakat juga diingatkan untuk tetap menjaga solidaritas dan tidak membiarkan persatuan bangsa padam oleh perbedaan pandangan politik maupun kebencian.
"Kita boleh berbeda pilihan, berbeda pendapat, berbeda jalan, tetapi kita tidak boleh kehilangan solidaritas sebagai sesama anak bangsa," kata Rano.
Rano juga berharap Bung Karno Festival 2026 ini diharapkan dapat menjadi pemantik bagi generasi muda Jakarta untuk terus berkarya dengan tetap memegang teguh akar budaya dan sejarah perjuangan bangsa.





