Kronologi dan Identitas 2 Pendaki Gunung Soputan Mitra Sulut yang Alami Kecelakaan Saat Pendakian
Indry Panigoro June 20, 2026 08:22 PM

TRIBUNMANADO.CO.ID - Proses evakuasi dua pendaki yang mengalami kecelakaan saat mendaki Gunung Soputan di Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra), Sulawesi Utara (Sulut), berhasil diselesaikan Tim SAR Gabungan pada Sabtu (20/6/2026).

Kedua pendaki ditemukan dalam keadaan selamat setelah sebelumnya dilaporkan terjatuh saat melakukan pendakian di kawasan gunung berapi aktif tersebut.

Gunung Soputan merupakan salah satu gunung api aktif di Provinsi Sulawesi Utara dengan ketinggian sekitar 1.784 meter di atas permukaan laut.

Gunung ini berada di wilayah Mitra dan sebagian Kabupaten Minahasa.

Lokasi Gunung Soputan berjarak sekitar 45 kilometer dari Kota Ratahan, ibu kota Kabupaten Minahasa Tenggara, dengan waktu tempuh sekitar 1 jam 15 menit menggunakan kendaraan bermotor.

Sementara dari pusat Kota Manado, Gunung Soputan berjarak sekitar 95 kilometer hingga 110 kilometer tergantung jalur yang digunakan.

Perjalanan dari Manado menuju kawasan kaki Gunung Soputan dapat ditempuh melalui jalur darat dengan waktu perjalanan sekitar 2,5 hingga 3 jam.

Kembali ke pendaki, meski selamat, keduanya mengalami sejumlah cedera akibat insiden yang terjadi di jalur pendakian.

Kronologi

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Manado, George Mercy Ramdang, mengatakan laporan pertama diterima dari rekan korban bernama Jastin sekitar pukul 11.30 Wita.

Setelah menerima laporan tersebut, Tim SAR Gabungan langsung bergerak menuju lokasi kejadian pada pukul 11.46 Wita untuk melakukan pencarian dan evakuasi.

"Tim SAR Gabungan langsung diberangkatkan menuju lokasi untuk melakukan proses pencarian dan evakuasi," kata George.

Proses pencarian berlangsung relatif cepat.

Sekitar pukul 12.37 Wita, kedua korban berhasil ditemukan dalam keadaan selamat.

Tim SAR kemudian memberikan pertolongan pertama di lokasi sebelum proses evakuasi dilanjutkan menuju titik yang lebih aman.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, kedua pendaki mengalami cedera pada bagian kepala dan tangan akibat terjatuh saat melakukan pendakian.

Selanjutnya sekitar pukul 14.00 Wita, korban dievakuasi menuju Pos Aju Gunung Soputan.

Dari lokasi tersebut, keduanya dibawa menggunakan ambulans dan kendaraan rescue menuju Puskesmas Silian untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan.

Kedua korban tiba di Puskesmas Silian pada pukul 14.40 Wita dan langsung diserahkan kepada tim medis.

Dengan berhasilnya proses penyelamatan tersebut, Operasi SAR Kondisi Membahayakan Manusia (KMM) resmi ditutup pada pukul 15.00 Wita.

Seluruh personel yang terlibat kemudian kembali ke satuan masing-masing untuk melaksanakan siaga rutin.

George Mercy Ramdang menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur SAR Gabungan yang terlibat dalam operasi penyelamatan tersebut.

"Keberhasilan operasi SAR ini merupakan hasil kerja sama dan sinergitas seluruh unsur yang terlibat. Terima kasih kepada seluruh personel yang telah melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab sehingga kedua pendaki berhasil dievakuasi dengan selamat," ujarnya.

Identitas Para Pendaki

Adapun identitas kedua pendaki yang menjadi korban dalam insiden tersebut yakni Ronaldo Batjeran (18), warga Kecamatan Wenang, Kota Manado, serta Priskila Pondaag (24), warga Karombasan I, Kecamatan Wanea, Kota Manado.

Operasi penyelamatan melibatkan personel Kantor Pencarian dan Pertolongan Manado, Pos SAR Amurang, Polsek Silian, BPBD Minahasa Tenggara, Saka SAR Mitra, Puskesmas Silian, RAPI Minahasa, KPA Mitra, serta sejumlah rekan korban. (Ren)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.