SURYA.CO.ID, JOMBANG - Pemadaman listrik massal melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Jombang, Jawa Timur (Jatim), Sabtu (20/6/2026).
Peristiwa ini berdampak langsung pada tidak berfungsinya fasilitas lalu lintas, khususnya lampu pengatur jalan (traffic light), yang memicu kemacetan serta meningkatkan risiko kecelakaan di beberapa persimpangan jalan utama.
Berdasarkan pantauan di lapangan, salah satu lokasi terdampak paling parah berada di perempatan Jalan Brigjen Katamso - Jalan Kusuma Bangsa, Desa Pulo Lor, Kecamatan Jombang.
Akibat lampu lalu lintas padam, kendaraan dari berbagai arah harus melintas secara bergantian tanpa pengaturan otomatis, sehingga menimbulkan antrean kendaraan yang cukup panjang.
Haris, salah seorang pengguna jalan, menyebutkan bahwa kondisi tersebut sudah berlangsung sejak pagi hari.
Para pengendara terpaksa mengandalkan kesadaran mandiri demi menghindari benturan.
"Lampu lalu lintas sudah mati sejak sekitar pukul 09.00 WIB. Kendaraan dari semua arah saling menunggu dan bergantian lewat. Akibatnya arus lalu lintas menjadi sangat padat," ujar Haris kepada wartawan, Sabtu (20/6/2026).
Kondisi serupa terjadi di perempatan dekat SMAN 2 Jombang yang mempertemukan Jalan Kusuma Bangsa, Jalan Patimura, Jalan Dr. Soetomo dan Jalan Dr. Wahidin Sudirohusodo. Di titik ini, situasi sempat menegang akibat tidak adanya petugas kepolisian maupun Dinas Perhubungan yang berjaga.
Seorang pengendara bernama Rama mengaku menyaksikan secara langsung kepanikan di persimpangan tersebut, di mana dua pengendara sepeda motor hampir terlibat tabrakan karena tidak ada yang mau mengalah.
"Tadi sempat ada dua pengendara motor yang hampir tabrakan. Mereka sama-sama masuk ke perempatan dan akhirnya terjadi adu mulut. Kondisi seperti ini cukup berbahaya kalau tidak ada petugas yang mengatur," keluh Rama.
Ia berharap pihak berwenang segera menerjunkan personel pengatur lalu lintas cadangan, ketika terjadi pemadaman listrik guna mencegah kecelakaan fatal.
Menanggapi pemadaman ini, Manajer PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Jombang, Irham Maulana, memberikan penjelasan resmi mengenai penyebab matinya aliran listrik.
"Penghentian sementara pasokan listrik dilakukan karena adanya gangguan teknis pada sistem pembangkit yang memerlukan pengaturan operasi jaringan secara mendesak," jelas Irham.
Irham memaparkan beberapa poin penting terkait wilayah dan estimasi pemulihan:
"Kami menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan yang dialami oleh masyarakat dan pengguna jalan," tambah Irham.
Hingga Sabtu siang, proses normalisasi jaringan listrik masih terus diupayakan secara bertahap.
Masyarakat diimbau untuk mengurangi kecepatan dan meningkatkan kewaspadaan ekstra saat melintasi persimpangan jalan yang lampu lalu lintasnya belum berfungsi normal.