Antisipasi Penyakit Menular, 50 Warga Binaan Lapas Sekayu Menjalani Skrining Masif TBC dan HIV
tarso romli June 20, 2026 07:27 PM

 

SRIPOKU.COM, SEKAYU – Sebagai langkah progresif dalam mendeteksi dini sekaligus mengantisipasi potensi penularan penyakit di area hunian komunal, sebanyak 50 warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Sekayu, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), menjalani skrining kesehatan masif, Sabtu (20/6/2026).

Pemeriksaan kesehatan terfokus ini menyasar dua penyakit menular kronis yang rawan menyebar di lingkungan padat, yakni Tuberculosis (TBC) dan HIV/AIDS.

Langkah ini sengaja diambil demi memastikan hak kesehatan para warga binaan tetap terpenuhi dengan baik selama menjalani masa pidana.

Kalapas Kelas IIB Sekayu, Aris Sakuriyadi, menegaskan bahwa pemetaan kondisi kesehatan berkala merupakan bagian krusial dari standar operasional perawatan warga binaan.

Dalam menyukseskan agenda ini, Lapas Sekayu menggandeng tim medis profesional dari Puskesmas Balai Agung, Kecamatan Sekayu.

"Skrining intensif ini kami lakukan agar kondisi klinis riil dari warga binaan dapat terpetakan lebih awal. Deteksi dini adalah kunci; jika ditemukan adanya gejala klinis atau indikasi positif, tim medis bisa langsung melakukan penanganan isolasi dan pengobatan intensif, sehingga risiko penularan di dalam blok hunian dapat diminimalkan sejak dini," ujar Aris Sakuriyadi kepada Sripoku.com, Sabtu (20/6/2026) sore.

Alur Pemeriksaan Ketat: Uji Dahak, Sampel Darah, hingga Konseling VCT
Mengenai mekanisme pemeriksaan, petugas medis menerapkan prosedur skrining yang ketat dan privat.

Alur pemeriksaan diawali dengan sesi wawancara (anamnesa) mendalam terkait riwayat kesehatan masa lalu peserta serta pelacakan faktor risiko eksternal yang berkaitan dengan penyakit menular.

"Setelah wawancara, pemeriksaan dilanjutkan secara medis dengan pengambilan sampel dahak (sputum) untuk skrining infeksi bakteri TBC. Kemudian dilakukan pengambilan sampel darah yang disertai dengan konseling khusus untuk Voluntary Counseling and Testing (VCT) terkait HIV/AIDS. Alhamdulillah, hasil pemeriksaan hari ini menunjukkan seluruh warga binaan yang dites dalam kondisi sehat dan klir," urai Aris melegakan.

Sementara itu, Kepala Seksi Bimbingan Narapidana/Anak Didik dan Kegiatan Kerja (Kasi Binadik & Giatja) Lapas Sekayu, Fiqih Utama, menambahkan bahwa agenda ini sekaligus dimanfaatkan sebagai instrumen edukasi pencegahan.

"Selain intervensi medis berupa tes fisik, kami juga menyisipkan edukasi promosi kesehatan. Warga binaan diberikan pemahaman komprehensif mengenai cara pencegahan penyakit menular seksual maupun saluran pernapasan, serta pentingnya disiplin menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) di dalam kamar hunian," tambah Fiqih.

Respons Warga Binaan: Beri Rasa Aman Selama di Lapas

Manfaat dari program deteksi dini ini dirasakan langsung oleh warga binaan.

Salah seorang warga binaan yang mengikuti tes, berinisial SY, mengaku sangat terbantu dengan adanya perhatian medis yang diberikan oleh pihak Lapas dan Puskesmas.

"Melalui kegiatan skrining massal seperti ini, kami yang di dalam jadi tahu pasti kondisi tubuh kami dalam keadaan sehat atau sedang sakit. Ini memberikan rasa tenang dan rasa aman bagi kami selama menjalani masa pembinaan di sini," ungkap SY.

Pihak Lapas Sekayu berkomitmen akan terus menyelenggarakan kegiatan serupa secara berkala dan bergelombang agar seluruh warga binaan yang menghuni Lapas Sekayu mendapatkan fasilitas pengawasan kesehatan yang merata.

Baca juga: Gandeng Polisi dan TNI, Rutan Baturaja Gelar Tes Urine Mendadak ke Pegawai Hingga Warga Binaan

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.